[NCTFFI Freelance] Suaranada Senja (Chapter 6)

Suaranada Senja#6

Angestita

Romance – AU – HGTG

Chaptered

PG – 13

Mark (NCT) – Nada (OC)

Jung Jaehyun – NCT

FF ini ditulis untuk menghibur. Tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan para tokoh. Tidak berniat untuk mengambil keuntungan dari penulisan ini. Tidak mencontoh karya penulis lainnya dan harap anda bisa melakukan hal yang sama.

6

Nada suka anak-anak apalagi bayi mungil seperti di hadapannya. Wanita cantik itu sudah tidak sabar ingin menggendong si bayi. Bayi yang masih terlelap dalam tidurnya itu memang terlihat sesekali menggerakkan mulutnya. Membuatnya gemas setengah mati. Nada mengecup pipi bayi itu dengan hati-hati. Rasanya, perjalanan Jogja-Solo yang dia tempuh terbayar sudah. Melihat keponakannya lahir dengan sehat sudah membuatnya bahagia.

“Kamu lucu sekali,” gumam Nada lembut sembari mengusap pipi cabi di depannya. “Ikut tante saja ya.”

“Enak saja kamu Na. Itu anak aku. Kalau ingin punya anak buat sendiri dong.” Ibu dari sang bayi berseru dengan jengkel yang dibuat-buat.

Nada mendengus pelan sembari menjauhkan tubuhnya dari si bayi. Dia menatap saudaranya itu dengan tatapan sebal. “Pacar saja tidak punya. Bagaimana mau menikah dan punya anak.” Gumam Nada dengan frustasi dan putus asa.

Ibu muda itu lalu tertawa pelan, “Makanya jangan pilih-pilih.” Katanya disela tawa.

Nada bukannya pilih-pilih dalam menentukan pasangan. Hanya saja dia perlu perhitungan. Dia bukan matrealistis tapi realistis. Bagaimana pun juga dia seorang wanita yang dinafkahi bukan sebaliknya menafkahi. Zaman sekarang sudah banyak kejadian wanita yang menafkahi rumah tangga. Dan itu bukan prinsipnya. Maka dari itu dia sedang mencari pria yang mapan baik dari segi materi dan karakter.

Membicarakan tentang kriteria pendamping hidup, Nada jadi teringat dengan Mark –mahasiswanya. Laki-laki itu terlihat masih muda, tampan, dan memiliki karakter yang bagus. Dia juga laki-laki yang lumayan cerdas. Mark memiliki semua karakter laki-laki yang ingin dia nikahi. Tapi sayang usia dan keyakinan mereka berbeda.

Fakta terakhir dapat dia lihat dari bio instagram milik pemuda itu. Jadi, setelah Mark pulang dari rumahnya malam minggu kemarin. Nada menstalk akun instagram milik Mark. Selain itu dia juga pernah memposting sebuah foto dimana dia sedang berdoa. Mengingat itu semua hatinya kian keruh.

Sebenarnya dia memiliki perasaan tertarik dengan Mark walaupun hanya sedikit. Sayangnya akibat dari perasaan sekecil itu sangat besar. Mampu memporak-porandakan moodnya yang indah. Atau sebaliknya mampu membuatnya tersenyum walau suasana di sekitarnya tak mendukung.

Ah, laki-laki itu memang spesial.

Suara ketukan pintu memutus pikirannya yang sudah menjelajah jauh. Dengan sedikit enggan dia melangkahkan tungkai kakinya menghampiri pintu. Ketika pintu terbuka dengan lebar, Nada mempersilahkan tamunya masuk.

Dua orang itu adalah sepasang ibu dan anak. Sekilas melihat wajah tamu dari saudaranya, Nada seperti mengenali pria yang ikut datang bersama ibunya itu. Dia sepertinya pernah melihat di kampus bersama teman-temannya.

Untung saja ketika mereka berjabat tangan laki-laki tinggi itu ikut memperkenalkan diri, “Saya Jung Jaehyun, mahasiswa ibu di kampus.” Terangnya dengan sopan.

Nada tersenyum lembut, “Kamu anak hukum?” tanya Nada spontan, antara heran dan terkejut. Masalahnya, dia tidak merasa memiliki mahasiswa seperti ini.

Jaehyun tertawa sopan sembari menggeleng, “Saya anak kedokteran.” Jawab laki-laki itu kalem.

Nada mengangguk paham, “Kenal saya darimana?” tanya Nada dengan sedikit heran. Nada tidak pernah merasa menginjakkan kaki ke gedung Fakultas Kedokteran selama dia bekerja di UGM. Jadi, wajarkan jika dia bertanya demikian?

Laki-laki yang duduk di samping Nada terlihat menarik senyum, memperlihatkan lesung pipinya. Nada sedikit terpesona dengan lesung pipi yang dimiliki oleh laki-laki di hadapannya ini. “Saya tahu dari teman saya. Dia salah satu mahasiswa ibu.” Lagi-lagi Jaehyun menjawab dengan tenang. Berbanding terbalik dengan degupan jantungnya yang melonjak bahagia.

Bagaimana dia tidak bahagia bertemu dengan wanita pujaan hatinya? Bahkan pertemuan mereka tak terduga seperti ini. Dia tidak menyesal menemani mamanya datang ke sini. Ah, apakah ini yang namanya jodoh?

6

Malamnya Nada tidak ada pekerjaan selain beristirahat. Wanita itu iseng membuka galeri ponselnya untuk melihat-lihat foto yang dia ambil selama di Solo. Rata-rata foto yang dia ambil adalah foto si bayi. Hanya ada dua foto dirinya dengan si bayi. Melihat foto-foto itu membuatnya tertarik untuk mengunggahnya di instagram.

Instagram

Suaranada_Senja

Welcome to the world, my nephew.

102

11 komentar

@Chittapon_Ten Salfok ke senyumnya. Cantik banget. Pantes dia demen iya nggak @Johnny_Seo

@Johnny_Seo setuju, bro! @Chittapon_Ten tag orangnya kagak?

@Chittapon_Ten tag aja @Johnny_Seo. Kayak gini lho @JungJaehyun

@Haechan_alvaro Senior yang di atas ngegas semua. Kamu kapan @Jaemin_Aldrian

@JungJaehyun cute baby. Anda harusnya istirahat. Perjalanan Jogja-Solo pasti melelahkan.

@Jaemin_Aldrian kamu salah tag orang @Haechan_Aldrian harusnya kamu tag @Jlee

@Suarana_Senja terimakasih perhatiannya, @JungJaehyun. Btw, tadi sampai rumah jam berapa?

@Jlee bukan aku tapi @MarkLee

@JungJaehyun jam enam sore, @Suaranada_Senja

@Chittapon_Ten Adik kelas juga ikut ngegas ternyata bung @Johnny_Seo

@Suarana_Senja Salam untuk ibumu @JungJaehyun semoga istirahatmu nyenyak.

Dalam diam tidak hanya Nada yang menyimak obrolan di kolom komentar. Mark juga turut menyimak pembicaraan itu. Dia hanya bisa tersenyum kecut sembari membayangkan Nada dan Jaehyun pada akhirnya jadian. Melihat ke dekatan ke duanya cukup membuat moodnya buruk. Nada cantik dan sepertinya hamble jadi mempermudah siapapun orang yang tertarik padanya untuk mendekati wanita itu. Secara tidak langsung membuat Mark harus bekerja lebih keras lagi.

6

Dua hari telah berlalu dari keberangkatannya ke Solo. Saat itu Nada baru saja sampai ke kampus ketika ada seorang satpam menghampirinya. Dia membawa satu kotak kardus berkuran sedang.

“Pagi bu,” sapa satpam itu sopan “Ada paket untuk ibu.” Satpam itu kemudian menyerahkan kotak yang dia bawa kepada Nada.

Nada menerima kotak itu dengan sedikit heran. Dia penasaran dengan isi kotak yang dia terima dan siapa yang mengirim. Bergegas dia masuk ke dalam kantor dan melihat kotak itu dengan jeli. Tidak ada nama pengirim hanya tertulis nama terangnya saja. Nada membuka kotak itu dengan cepat. Dia menemukan sebuah kotak berwarna putih dengan pita ungu. Ada sebuah kartu ucapan menggantung di pita.

Tertulis, Untuk kegiatan sehari-harimu yang energik-J.

Nada mendengus pelan, kotak yang dia terima kemungkinan dari orang yang sama. Si J yang tidak pernah menampakkan batang hidungnya.Dengan sedikit malas dia membuka kotak itu dan melihat isinya.

Wajahnya datar ketika melihat hadiah yang dia dapatkan. Aroma wangi dari bunga-bunga yang memenuhi kotak itu menyeruak memenuhi ruangan. Membuat dia bergegas menutup kotaknya lagi. Nada sedang tidak dalam kondisi baik jadi aroma bunga seperti ini malah membuatnya pening.

“Siapa pengirim hadiah ini?” gumamnya pelan sembari menyimpan kotak itu di kolong meja. “Dia sepertinya orang yang memiliki sisa uang. Tak ada kerjaan sama sekali mengirim hadiah kepadaku.”

6

“Aku pulang terlebih dahulu ya.” Ucap Mark sembari memasukkan laptopnya ke dalam tas. Haechan dan Jeno mengangguk tanpa memalingkan wajah dari laptop. Mereka sedang membuat proposal di sekre Mapala. Sesuai dengan rencana dua bulan lagi mereka akan mengadakan expedisi ke Gunung Merbabu. Karena itu Mark yang dipilih sebagai ketua angkatan dan timnya sibuk mengurus acara itu.

Mark ke luar menuju parkiran sekre Mapala, wajahnya terlihat lusuh dengan baju yang sedikit berantakkan. Maklum Mark sedang setres jadi dia tidak mempedulikan penampilannya. Rencananya Mark ingin pergi ke Cafe untuk mentralkan pikirannya. Dia sedang butuh istirahat.

 Pada akhirnya dia memutuskan untuk berhenti di Starbuck. Tempat itu ramai dikunjungi oleh orang-orang. Beberapa di antara mereka adalah pasangan kekasih. Fakta itu membuat Mark yang sedang dalam kondisi buruk semakin sesak.

Setelah membeli apa yang dia inginkan Mark memilih duduk di tempat paling pojok dekat dengan pintu masuk. Mark menghabiskan satu per empat dari gelas ketika matanya menangkap dua orang yang tidak asing di matanya. Ke dua orang semakin dekat dengan tempatnya duduk. Mark hanya bisa menahan nafas melihat pemandangan di hadapannya.

Dia benar-benar tidak mempercayai apa yang dia lihat. Hatinya sedikit panas namun sebagian yang lainnya teremas dengan kuat. Membuat sensasi yang luar biasa. Mark yakin saat ini kinerja otaknya tidak bisa berjalan dengan sempurna. Ketika ke dua orang itu menoleh ke arahnya, dia hanya mampu tersenyum kaku. Sangat kaku.

“Mark…” samar-samar laki-laki itu dapat membaca gerak bibir dari salah satu di antara mereka.

TBC

Advertisements

4 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Suaranada Senja (Chapter 6)

  1. Sebenarnya aku spisles baca chapter ini :’v Enggak tahu kenapa aku juga greget banget sama Nada yg gk peka2 kalo orang yg selama ini yg ngasih dia hadiah ntu si jepri. Tapi mending gitu ya, soalnya aku juga gk rela sih kalau jae pacaran sama Nada :’3 Apalagi Nada terpesona tuh sama lesung pipitnya, kan hayati berasa gimanaaaaaa gitu :’))) Cieeeee Nada punya keponakan baru :))) Sana gih, kalo kepingin punya anak buat aja sama Mark, pokoknya jgn sama Jaehyun (eh?)

    Jaemin Aldrian?
    Haechan Alvaro?

    Kenapa gk sekalian Muhammad Taeyong Supriyanto???

    Oh ya, yg ketemu sama Mark di Starbuck itu siapa sih???? Sumpah aku gk bisa nebak loh…

    Ditunggu kelanjutannya My Hani Bani Tita :* ❤

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s