[Chaptered] My Lesbian Roommate (Page 8)

My Lesbian Roommate by Mingi Kumiko

{ Cast : Jaehyun, Chaeyeon, Yeri, and Eunwoo | Genre : romance, hurt/comfort, college life | Rating : PG-17 }

Previous Chapter

Page 1 | Page 2 | Page 3 | Page 4 | Page 5 | Page 6 | Page 7

.

.

.

Yerim sungguh tak bisa menyerah untuk mencari tahu di mana keberadaan Jaehyun sekarang. Kalau Eunwoo tak bisa diandalkan, maka ia harus cari cara lain untuk mendapatkan informasi. Satu-satunya jalan adalah dengan meminta bantuan sahabatnya, Saeron.

 

Gadis yang memiliki mata selucu kucing itu menyukai Eunwoo. Pertemuan pertama mereka ialah delapan bulan yang lalu, saat Yerim dan Jaehyun sama-sama mengajak teman untuk kencan mereka di bioskop. Karena dua-duanya merasa jadi obat nyamuk, mereka pun akhirnya saling membuka konversasi dan bertukar nomor ponsel.

 

Sejak saat itu Saeron pun mulai rutin menghubungi Eunwoo. Pria itu menanggapi setiap pesan Saeron dengan hangat, membuat gadis itu merasa memiliki harapan. Meski sampai saat ini mereka belum pernah jalan bersama. Saeron beberapa kali mengajaknya, namun Eunwoo selalu beralasan sibuk bekerja. Ditambah sebuah alasan lain yang telah Saeron tahu, namun tak pernah ia ungkapkan pada siapa pun.

 

“Kata Eunwoo oppa, sudah tiga mingguan kekasihmu itu tidak ada di kantor.” celetuk Saeron saat mereka tengah menghabiskan waktu istirahat di kedai burger dekat kampus.

Jinjja? Dia ke mana?” tanya Yerim.

“Aku tidak tahu, eonnie… dia tidak mau bilang.” jawab Saeron yang langsung membuat wajah antusias Yerim terlipat. Segera ia teguk lemon squah di hadapannya untuk menyiram kerongkongan yang rasanya tercekat.

“Cih, dia pikir enak digantung tanpa kepastian begini? Dasar!” decaknya kesal.

.

.

.

Tidak terasa sudah hampir tiga minggu Jaehyun menghabiskan waktu di asrama khusus perempuan—bersama seorang lesbian. Dan nampaknya ia sudah mulai terbiasa menutupi jati dirinya agar tak mengundang kecurigaan. Ia merasa semuanya berjalan mudah, termasuk kebiasaan serta kepribadian yang dimiliki kawan sekamarnya itu.

 

Memang, sih, Chaeyeon suka sekali mendekatinya dan tak pernah berhenti mengajak ngobrol. Tapi gadis itu benar-benar paham dengan sopan santun, rapi, dan tidak jorok. Dia tidak suka ganti baju di sembarang tempat dan selalu keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah berpakaian—bukan yang asal membalutkan handuk. Saat sedang menstruasi pun ia membungkus pembalutnya ke kantung plastik warna hitam agar tidak kelihatan. Jaehyun jadi takut sendiri, jangan-jangan sebenarnya Chaeyeon tahu kalau dia sedang menyamar.

 

Hari ini Jaehyun sedang sendirian di asrama. Tadi siang ia sempat masuk kuliah bersama Chaeyeon. Namun ternyata gadis itu memiliki jadwal tambahan dan menolak saat Jaehyun bilang akan menunggunya sampai selesai dengan berdalih ia ada urusan dengan Eunjin—teman satu komunitasnya.

 

Tak ada hal yang ia lakukan selain berbaring di atas ranjang sembari menatap layar ponsel. Sampai akhirnya timbul inisiatif di otaknya untuk meng-upload sebuah foto tidak jelas dengan dinding dan jam dinding sebagai objeknya.

WhatsApp Image 2017-05-08 at 10.13.47

Tidak ada alasan khusus saat Jaehyun mengunggah foto itu. Ia hanya ingin menunjukkan kalau akunnya masih aktif meskipun ia sudah lama tidak meng-upload foto. Ia belum menyadari bahwa apa yang barusan ia tunjukkan di instagram merupakan detail kecil yang berhasil membuat seseorang mengidentifikasi di mana keberadaannya sekarang.

.

.

.

Daebak!” sebuah seruan terkejut dilayangkan Yerim dengan wajah terlongo. Ujarannya itu sontak membuat Saeron yang asyik mencomot kentang goreng terinterupsi.

“Ada apa, eonnie?” tanya Saeron ingin tahu.

“Lihat! Jaehyun oppa baru saja membuat story.” Yerim menyodorkan layar ponselnya agar Saeron bisa melihat.

Gadis itu kembali menatap layar ponselnya. “Ini jelas bukan kamarnya!” tukasnya sambil memandangi foto itu dengan tatapan nanar.

“Coba di-screenshot,” kata Saeron dan Yerim pun segera menurutinya.

 

“Sudah, nih…”

Saeron pun mengambil ponsel dari tangan Yerim perlahan. Kemudian ia membentangkan kedua jempolnya di depan layar ponsel milik sahabatnya itu. “Eonnie! Aku menemukan sesuatu.” serunya. Yerim pun langsung beringsut, memasang ekspresi seribu watt, ingin tahu.

“Di jam dindingnya terdapat sebuah logo.” Saeron pun kembali menyerahkan ponsel yang ia pegang kepada si pemilik. Kini giliran Yerim yang coba memperhatikan gambar itu lamat-lamat.

 

“Kayaknya aku pernah lihat…” Yerim menggumam.

Kelopak mata Yerim sontak terbelalak hebat setelah mendengar perkataan sahabatnya itu. “Universitas Deokdoo! Dulu aku pernah mendatangi seminar di sana.”

“Itu, kan, universitas khusus wanita. Tidak mungkin dia di sana, eonnie.” kata Saeron yang baru saja mencari informasi tentang kampus tersebut melalui website resminya.

“Siapa tahu jam dinding itu cuma sekadar pajangan.” imbuh Saeron.

“Hm, iya juga, sih…” Yerim menelungkupkan kepala. Dengan berat hati setuju dengan pendapat Saeron.

.

.

.

Pukul sebelas malam, dan Chaeyeon belum juga kembali dari asrama. Rasa cemas Jaehyun semakin bertambah saat gadis itu tak mengangkat satu pun—dari sekian banyak—panggilannya. Pria itu tanpa sadar sudah bertingkah sepert ibu yang menunggu putri kesayangannya pulang ke rumah.

 

Sampai akhirnya ia mendengar decitan engsel pintu. Jaehyun pun langsung terlonjak dan lekas beringsut dari kasur untuk menyambut kedatangan Chaeyeon.

“Kau ke mana saja, sih, Chae?!” tanya Jaehyun dengan nada yang sedikit tinggi.

Eung… aku kumpul sama teman-teman sampai lupa waktu, hehehe.” Chaeyeon hanya menyengir.

“Oh, begitu. Ya sudah, yang penting kau sampai rumah dengan selamat. Sudah makan?”

“Sudah, kok, Ji. Aku mau cuci muka dulu, ya. Setelah itu langsung tidur. Kau juga, segeralah istirahat.”

“Oke…” Jaehyun mengangguk singkat. Ia kembali mengempaskan tubuhnya ke kasur. Syukurlah Chaeyeon sudah pulang, jadi ia tak akan melewati sepanjang malam dengan berselimut kekhawatiran.

 

***

 

Entah hanya perasaan Jaehyun atau memang benar adanya jika sikap Chaeyeon berubah jadi aneh. Bayangkan, biasanya setiap pagi, Gadis Jung itu selalu menyibukkan diri dengan mengolah bahan-bahan sederhana menjadi menu sarapan yang menggugah selera. Setelah masakannya matang, ia akan dengan riang mengajak Jaehyun untuk makan bersama. Namun tidak dengan hari ini dan dua hari belakangan.

 

Chaeyeon yang biasanya tidak bangun lebih pagi dari Jaehyun, tiba-tiba saja sudah berdandan rapih untuk segera menuju kampus. Meski dia tetap memasak dan menyisakan sarapan untuk dimakan oleh kawan sekamarnya itu, namun ia hanya meninggalkan selembar post it bertuliskan “selamat menikmati sarapanmu”.

 

Jaehyun tidak yakin dengan firasatnya, namun sepertinya… Chaeyeon memang sedang berusaha menjauhinya.

 

Tapi mengapa?

.

.

.

Mengikuti mata kuliah bukan lagi hal yang sangat wajib untuk Jaehyun ikuti. Pertama, karena dari awal dia sudah tidak berminat melakukannya. Kedua, survei tentang lingkungan di sekitar Chaeyeon sudah bisa dikatakan selesai.

“Apa yang kurang?” tanya Jaehyun pada seseorang di seberang sana.

“Hm… tinjauan pustaka sudah, hasil penelitian dan pembahasan juga sudah kuketik semua. Ah, gambaran umum lokasi! Aku kurang bisa menjabarkannya. Nanti kita kerjakan saat kau sudah pulang, oke?” balas lawan bicaranya melalui telepon genggam itu.

Omo! Sudah selesai, Cha? Cepat sekali kerjamu?!”

“Hei, kau lupa, ya, kalau aku adalah karyawan terbaik tahun lalu? Segeralah tinggalkan asrama itu, Jung. Kemudian kita melakukan finishing.”

 

Bibir Jaehyun terkatup. Dia harus segera meninggalkan asrama? Sebenarnya malah bagus, karena Jaehyun bisa segera kembali ke kehidupan normalnya sebagai lelaki sejati. Namun mengapa hatinya terasa resah?

“Ya sudah, aku tutup dulu, ya… bye.” pungkas Jaehyun mengakhiri obrolannya dengan Eunwoo.

 

Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh. Lagi-lagi Chaeyeon pulang terlambat dan tak sama sekali mengangkat panggilan darinya. Jaehyun tak bisa membiarkan hal ini berlangsung lebih lama.

 

Segera ia raih jaket tebalnya yang menggantung di balik pintu. Berjalan dengan langkah seribu untuk keluar dari asrama dan mencari kawan sekamarnya itu. Ia hanya mengayunkan tungkai dengan cepat sambil maniknya menyusuri setiap sudut jalanan.

 

Hingga akhirnya ia sampai di taman depan kampus dan melihat sosok yang tengah duduk termenung di atas sebuah ayunan. Karena sudah malam dan penerangan cukup minim, Jaehyun pun memutuskan untuk menghampiri sosok itu.

 

Saat sudah semakin dekat, perlahan Jaehyun bisa melihat perawakannya dengan jelas. Surai hitam lurus, panjang hampir sepinggang, kaki sedikit pendek, serta hidung yang runcing.

“Chaeyeon-a, kau di sini rupanya?!” seru Jaehyun dengan intonasi sedikit tinggi. Si empunya nama sontak menoleh, lamunannya terpecah. Gadis itu lantas terkejut kala mendapati seseorang yang baru saja memanggilnya itu.

“Kenapa enggak pulang-pulang, sih? Sudah malam, udaranya dingin.”

 

Bukannya menghiraukan, gadis itu malah memalingkan wajah dan kembali menunduk dalam-dalam. Dahi Jaehyun dibuat berkerut atas tingkah aneh Chaeyeon. Secara tiba-tiba ia mencengkeram pergelangan gadis itu. Menariknya dengan kuat agar Chaeyeon beranjak dari ayunan itu.

“Ayo, pulang…” ajak Jaehyun seraya lekas mengambil langkah seribu untuk menggeret tubuh Chaeyeon. Namun ia segera menghentikan laju tungkainya saat menyadari Chaeyeon tak sama sekali beringsut dari posisi awalnya.

 

Pemuda itu berbalik dan menorehkan raut heran.

“Tolong berhenti memberi perhatian padaku…” celetuk Chaeyeon dengan kepala yang masih ditelungkupkan.

“Maksudmu apa, sih?” Jaehyun memicingkan mata, makin dibuat tidak mengerti.

“Kalau aku tidak menghindarimu, perasaan sukaku padamu bisa bertambah besar. Tolong mengerti. Aku tidak mau lagi merusak kehidupan seseorang.” buliran air mata mulai lolos dari pelupuk Chaeyeon dan membasahi pipi ranumnya.

“Maaf karena tidak bisa menahan hatiku, Ji… aku sudah berusaha.”

tbc…

ga nyangka udah nyampe chapter 8, dan… serasa masih jauh dari kata tamat.
makasih yaaa untuk yang sudah mau baca, jangan lupa komen ya… makasih 🙂

PS : ga sempet review ulang karena sebagian besar waktu aku alokasikan buat belajar sbmptn. jadi maaf kalau ada saltik atau susunan kata yang enggak enak dibaca.

dan aku tidak berhenti promo wkwk yuk mampir yang suka 101 XD

Struggle『kang daniel』 by undefined
Read
PRODUCE 101 Fan Fiction by undefined
Read

Advertisements

24 thoughts on “[Chaptered] My Lesbian Roommate (Page 8)

  1. HANJAY YERIM MULAI CURIGA SAMA KEBERADAAN JAEHYUN tapi untuk si Saeron bisa merasionalkan dugaannya Yeri . Lega, deh :’v Tapi ya gitu, aku ikutan khawatir kalau2 Jaehyun akhirnya beneran ketahuan sekamar sama cewek, lesbian lagi :’v Kan miris buk :’3 Apalagi Chaeyeon udah ngaku kalau dia suka sama Jae yawlah, aku kudu nangis lho pas baca bagian itu :’v Tapi gak pa-pa, Jae kan cowok, jadi gak perlu takut cinta sama dia (sayangnya Chaeyeon masih gak tahu kalau Jaehyun itu cowok. SAYANG BANGET) Ji berharap semoga Chaeyeon tahu dari bisikan setan //enggak ding// dari bisikan hati maksudnya. Ya kali deh Jae tiba-tiba nyelonong pergi dari asrama tanpa ngasih tau ke Chaeyeon siapa dia sebenarnya :’v Aku jadi kepingin nabok Eunwoo sambil bilang “Woy, kalau ngerjain tugas jangan cepet2 dong, biar Jaehyun bisa lamaan dikit tinggal di asrama!” => sambil jengkulitan

    Aku awalnya ngira Chaeyeon menjauh dari Jaehyun karena suka sama cewek lain, atau diam-diam dia tahu kalau jae itu cowok. Makanya aku antusias banget, soalnya aku dari dulu emang nunggu reaksi Jaehyun pas identitasnya ketahuan. Seru kayaknya. Apalagi kalau ada Yeri juga, biar suasana makin panas. Habis itu jambak-jambakan lagi //pulang Ji pulang//

    P.S : AKU SALPOK SAMA FOTO IG-nya JAEHYUN. SUMPAH NTU POTO NYOMOT DI MANA SIH? KYUT BANGET DEH :’v

    Liked by 1 person

    • Ga papa kali sekamar doang, kan Jaehyun bukan PK 😀
      Lohloh kok nangis hahaha
      Hmm leh juga idemu, jae tiba2 kabur dan akhirnya tamat krn skripsi udah jadi, NTAB SOUL

      Tapi kupikir lama2 ini Chaeyeon bukan lesbian lagi, tapi trauma mencintai krn doktrin keluarganya saerin yg selalu menjudge dia sbg perusak kehidupan orang, duhh kasian chaekuuu 😥

      Itu akun fana 😂🔫

      Thanks udah baca yaaaa ^^

      Like

  2. Etdah itu Yerim jeli amat dah. Coba deh dek kamu tes masuk BIN aja, mungkin kamu berbakat disana /etdah/

    Ciyeee si Jae mau balik pas banget waktunya sama Chaeyeon nyatain perasaannya. Jae ngga mau pulang maunya di goyang~ /nyanyi/ /SALAH!/

    Etapi, aku khawatir ntar setelah Chaeyeon tau kebenarannya kalo si Jae itu cowo dia malah jadi benci dan ngejauh. Duh, makin runyam.

    Oke.. aku tunggu next chapternya yaa. Semangat juga buat SBMPTN-nya ya. Semoga lulus 🙂

    Liked by 1 person

    • Keahlian stalking mantan 😂😂😂

      Bisa bahaya ini kalo betah, nanti kebablas lenjeh machonya ilang hwahaha

      Klo Chae benci Jae krn tau dia aslinya cowok… Mungkin itu bisa jadi konflik ya kak hwahaha

      Amin kaaakk makasih 🙂

      Like

  3. Haloo
    Kenalan dulu, rachel dari 00line:D salken ya sbelumnyaa💛
    Sebenernya udah ngikutin ff ini dari lamaaa tapi yg kemarin” cuma modal like aja dan akhirnya baru komen skarang:”) huhuu maafkeun
    Suka banget sama alurnya, hampir tiap hari buka nctffi cuman buat nungguin updatean ini😂😂😂
    Ditunggu next chapternyaa~
    Sukses ya buat sbmptn nya!💙

    Liked by 1 person

    • haii rachel salam kenal… aku lely, 99line
      iya nih, tiap kamu like aku tuh be like “ini author svtffi ngelike doang apa baru liat judul langsung scroll down” WKWKWK
      ga papa ehehh aku ada yg baca aja udah seneng :””” secara kan author svtffi itu kebanyakan pemenang event, yg tulisannya kece2 :3
      makasih looo sudah selalu menunggu ~~ ^^
      amin amin, makasih supportnya 🙂

      Liked by 1 person

  4. nah loh chae mulai suka sama jae :v
    tp knp malah menjauh ya? 😦
    but plz DAT PHOTO LEL!
    CAPTIONNYA ITULOH :’V
    HARUSKAH KU NGAKAK GULING” GAJE SEPERTI SEKARANG?! :’V

    lanjutkan lel
    keep writing (y)

    Liked by 1 person

  5. Akhirnyaa yang ditunggu-tunggu update jugaa… uu, makin seru aja. bikin penasaran
    Itu si saeron bisa liat aja klo di jam nya ada logonya, wkwk
    Wedede, ternyata gara-gara Chaeyeon takut suka ma Jae to jadi dia kayak marah. Andai Chaeyeon tahu kalau Jae itu cowok :v waa, jadi penasaran gimana reaksi Chaeyeon. kekeke
    Di tunggu terus next chapter nyaa…..
    Keep Writing ~~

    Liked by 1 person

  6. BUSETT INI MAH KAKLEL ALURNYA UDAH RUWET AJA CEM SINETRON WKWKWKWKW
    gapapa kok, sejauh ini mel enjoy bacanya, tapi tetap tidak bisa mencegah diriku membuat skenario lain, wkwkwkwkwk betewe, mel curiga itu saeron sama eunwoo gak jadian karena jangan-jangan eunwoo itu…….. plisss apa banget karena tema ff ini juga tentang lesbi dkk ya, mel langsung nyerempet kalo eunwoo juga gak normal, /peace//
    yeokkss, kekuatan stalking mantan emang gak ada duanya, udah deh, kalah lah apalagi cewek kan ya, terus mel mikir lagi, itu jaehyun kelamaan nyamar jadi cewek sampai menghayati jadi cewek pake posting random segala. Padahal biasanya kan cowok nih ya bagiku gak gitu, jadi menurutku mungkin jaehyun mendadak jadi kecewek-cewekan tanpa disadari//mel gak tahu ngomong apaan yg penting ngetik aja///
    oke, kayaknya bakal panjang nih ceritanya, Dadahhhh XD

    Liked by 1 person

    • ho’oh… lebih ruwet dari dua yang terdahulu dan membuatku gilaaaaaaaaaaaa >_<
      hmmm……………. banyak cowok yang aku follow update-annya begitu juga, termasuk gebetanku hahahaha
      itu jaehyun iseng aja, saking gabutnya LOL
      makasih ya mel udah baca dan komen {}

      Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s