[Mystic in Europe] Illusion

ILLUSION

ficlet by imaginesugar

mystery, dark, angst rated PG-15

[NCT] Kim Doyoung, Lee Taeyong

Transylvania, Carpathian Mountain, Romania

*. the whole plot is mine so do not do plagiarism or remake and take it out without my permission

*. the casts aren’t mine, I’m just using their name for entertainment purpose and nothing commercial

*. enjoy!

“Saat itu Doyoung sadar bahwa Taeyong adalah pihak yang benar dan ia berakhir dipermainkan”

Doyoung memacu derap tungkainya lebih cepat lagi bahkan meski dirasa tak memungkinkan. Peluh menghias paras rupawan pria itu di kanan-kiri. Dua hingga tiga gores luka kemerahan pun dapat ditemui di dahi, pipi, dan lengannya. Raganya penuh penat dan perih, namun Doyoung sadar kesempatan yang datang hari ini untuk kabur dari penjara bawah tanah beserta pengawal-pengawal bertubuh raksasa suruhan kakak tirinya tidak akan kembali untuk kedua kali demi sebuah negosiasi dengannya.

Ujung sepatu Doyoung menjamah tanah berlumpur dan semak tinggi di antara belantara hutan. Jarak bangunan pengurung tawanan yang telah salah besar memenjarakannya itu memang terbilang jauh dari istana, dan Doyoung tahu si pangeran keji sengaja mencipta skenario macam tersebut. Satu-satunya hal yang dapat disyukuri saat ini hanyalah bahwa tidak ada tangan kanan pangeran yang berkeliaran di hutan, membuat Doyoung semakin leluasa menjalankan aksi melarikan dirinya.

Sekian sisanya adalah semata-mata hal buruk. Tak terkecuali fakta bahwa kakak tiri Doyoung dan pangeran keji adalah satu orang yang sama.

= = =

“Lee Taeyong!”

Di saat Doyoung sampai di istana dan memanggil nama manusia nista yang tengah duduk di singgasana kotornya adalah juga dimana badannya tertahan oleh empat lengan kekar lain milik penjaga pintu.

Doyoung tak pernah ingin terlihat lemah terutama di mata kakak tirinya, namun realita terlalu pahit untuk dilawan dan yang ia dapat lakukan hanya meronta tanpa tuju. Bila yang perlu dihadapinya tak lebih dari seorang Lee Taeyong, Doyoung dapat menunggu iblis itu untuk menggoreskan luka-luka lain ke tubuhnya untuk kemudian mendapat hak bicara. Tapi ia benar-benar tak bisa tinggal diam kala netra menangkap pemandangan paling tak manusiawi dimana sang pelaku utama lebih memilih untuk menjadikannya tontonan penghibur diantara ekspresi datarnya.

“Kak! Hentikan! Kau sudah gila!”

Di depan mereka berjajarlah tubuh-tubuh manusia tak berdosa yang tengah meregang nyawa akibat berbagai macam senjata pembunuh yang diacungkan pada mereka. Beberapa meringis dari pukulan besi panas yang masih menyala, yang lain dalam keadaan mulut menganga dan mata terbelalak oleh tusukan berpuluh pisau yang menancap di sekujur badan, dan sisanya menghabiskan air mata menunggu ajal.

Pagi tadi Doyoung masih mengeluhkan kekejaman Taeyong yang mengurung dan menyiksa dirinya di penjara bawah tanah, namun keadaan ratusan penduduk tanpa salah yang dipaksa menemui kematian mereka kini menceloskan palung hati terdalam Doyoung. Seumur hidup, ia tak pernah membiarkan satu detik pun untuk membayangkan bahwa Lee Taeyong punya sisi gelap tak termaafkan.

“Dasar penjaga tidak becus,” desis Taeyong kemudian, alur pikirnya berputar pada hukuman apa yang harus dikenakannya pada para penjaga sel bawah tanah yang membiarkan Doyoung pergi. “Mau apa kau kemari?”

Tanpa kesadaran yang penuh, butiran air sudah membasahi pelupuk Doyoung kala Taeyong menuruni tempat duduk kebangaannya lalu dalam sepersekian detik berada di depannya.

“Kenapa kau menangis? Ada gunanya?”

Kalimat pintas yang diujar lisan Taeyong terlampau sarkastik berikut mimik muka yang ditata segaris di wajahnya. Doyoung tak pernah sakit hati akan hal itu.

“Lepaskan mereka, Kak!”

Beberapa sekon setelahnya Doyoung tak berhenti meronta dan menajamkan isak seirama dengan orang-orang yang tengah disiksa budak-budak Taeyong. Taeyong tak pernah menggubris meski pada akhirnya menaikkan satu ujung bibir demi memamerkan gigi tambahan yang ujungnya bisa merobek lapisan kulit siapapun dalam sekali terkam.

Doyoung kehilangan kata. Terlebih saat suhu serendah es kutub membuat kontak dengan tengkuknya, menarikan aura mengerikan di permukaannya. Jemari Taeyong menambah pergerakan seiring waktu, meremas apapun yang ia kepal disana termasuk urat kehidupan Doyoung.

= = =

Obsidian Doyoung menerawang jauh. Banyak peristiwa telah menghias baris kehidupannya hari ini. Dimulai dengan usaha susah payahnya melarikan diri dari sel tahanan, lalu menyaksikan nyawa-nyawa manusia tanpa dosa lenyap di tangan kakak tirinya hingga percobaan pembunuhan yang Taeyong lakukan terhadap dirinya.

Namun Doyoung sudah lelah. Kakinya tidak pegal meski berlari begitu jauh, ia tak merasakan bau anyir dari ceceran darah korban penyiksaan Taeyong, pun tak kehabisan oksigen kala tangan dingin Taeyong berusaha mencekiknya. Karena semua tak lebih dari kepalsuan yang ia cipta sendiri bersama segenap perasaan bersalah yang kian menghantui dari malam ke malam.

= = =

Dapat ditilik sebuah kurva lebar dari telinga ke telinga dipampang Doyoung bersamaan dengan pemandangan beberapa manusia tersiksa di depannya. Bahkan di sekon-sekon berikutnya, laki-laki itu tak segan untuk menguar tawa antagonis yang menyalurkan sebuncah gemetar pada semua orang.

“Kim Doyoung.”

Kebahagian tak wajar Doyoung agaknya tak berlangsung lama saat tiba-tiba muncul figur tak diinginkan dari balik bilik, kemudian menusukkan tatap tajam pada netranya.

“Apa yang sedang kau lakukan, iblis?”

Lee Taeyong mengerutkan dahi sekaligus menahan amarah yang berapi-api meminta dikeluarkan.

“Jadi selama ini kau yang membunuh para penduduk untuk kau jadikan santapan?”

Doyoung resmi terkesiap atas konklusi tepat yang diujar Taeyong. Pertama, Doyoung tak menyangka aksinya akan dipergoki oleh siapapun. Kedua, Taeyong menebak terlalu cepat dengan hanya sekali melihat.

Hal itu memaksanya untuk segera mengambil keputusan yang selanjutnya menjadi bahan penyesalan seumur hidupnya.

Malam itu juga Lee Taeyong sekarat di tangan Kim Doyoung.

= = =

Doyoung meregangkan badannya beberapa kali mengingat rentetan peristiwa yang sudah ia atur sedemikian rupa hari ini hanya untuk menghapus sebuah penyesalan. Setiap hal yang terjadi tak lebih dari ilusi yang pria itu cipta sendiri demi nama baiknya yang sudah tercemar di mata Tuhan. Ketika kedua tangannya sudah lelah untuk menipu diri sendiri, Doyoung melepas semua mantranya dan membiarkan setiap bayang di istana hilang dalam sekejap. Sejatinya, tinggal dirinya dan perabot saksi bisu yang ada di istana luas itu. Maka Doyoung tak pernah mengira bahwa seseorang dapat menyanggah kemampuan terhebat yang ia miliki dalam sejarah para manusia vampir.

“Halo, Kim Doyoung.”

Saat suara mengerikan itu menyapa rungu Doyoung, sekon itu juga ia memutuskan untuk tidak berbalik dan memeriksa lantaran sudah terlampau hafal dan terlalu banyak ketakutan yang meremangkan rambut di lehernya. Namun daya Doyoung habis sudah tatkala jendela di hadapannya memantulkan siluet dari insan lain yang menebar senyum di ambang pintu.

“Selamat, kau terjebak dalam ilusi kecilku, iblis.”

Lee Taeyong dengan segala arogansinya datang dan merusak tata hidup Doyoung. Saat itu Doyoung sadar bahwa Taeyong adalah pihak yang benar dan ia berakhir dipermainkan.

= = =

-fin.

*. Forgive me this is probably the worst fic I’ve ever made

*. Writerblock, unedited, too-fast plot

*. This proves that I’m bad at creep

*. Well it could be lit actually but my mind is over-loaded with the college things I can’t–

*. I’m truly sorry T.T

©imaginesugar2017

Advertisements

2 thoughts on “[Mystic in Europe] Illusion

  1. lahh pusing ini yang sebenernya savage siapa T_T
    tapi ini baguuuusssss!!!!! sumpah, alurnya engga ketebak dan aku selalu antusias membaca tiap paragrafnya.

    kalau boleh saran, dari sudut pandang pembaca… mungkin ada beberapa kalimat yang kepanjangan dan bikin mata agak capek. misal : “Raganya penuh penat dan perih, namun Doyoung sadar kesempatan yang datang hari ini untuk kabur dari penjara bawah tanah beserta pengawal-pengawal bertubuh raksasa suruhan kakak tirinya tidak akan kembali untuk kedua kali demi sebuah negosiasi dengannya.” nah kalimat ini sebenernya bisa dipecah lagi menjadi dua atau tiga kalimat.

    overall ini keren banget, keep writing ya ~~

    Like

  2. AHH KUMIL GILS, GA PERNAH GAGAL BIKIN FIC YANG CAMPUR ADUK BAGUS GITU HUWAAA GUA MAU NANGIS, GILS, LU BIKIN FICNYA BIKIN MUTER PALA W, YES. INI BAGUS, TERUS KEKNYA PERLU BERBAKTI PADAMU YHA

    SUKSES UNTUKMU ❤

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s