[Drabble-Mix] Rozen voor U

Rozen voor u

[NCT] Qian Kun, Moon Taeil, Huang Renjun, Mark Lee

[OC] Emerald Lee, Han Jisun, Alexis Yang, Jane Jung

4 drabbles rated in T

School life, College-life, Romance, Slice of Life

.

.

.

All artist cast belong to themselves, all original casts belong to their owners. I only own the plot and story

Thanks to Airlyaeri, thehunlulu & Jane Doe for allowing me to use their OCs in my fanfiction ^^

babyneukdae_61 storyline

[1]

Sore itu, Jisun melepas rasa lelahnya di sebuah kafe di dekat kampusnya. Ia memesan secangkir cappuccino.

Tak lama kemudian, seorang pelayan kafe menghampiri Jisun dan meletakkan secangkir cappuccino pesanannya dan seikat mawar putih di atas mejanya.

Jisun tertegun, ia pun mengalihkan atensinya dari kedua benda itu kepada sang pelayan kafe.

“Maaf, mawar putih ini–” kalimat Jisun terputus ketika melihat wajah sang pelayan kafe.

“Lama tak jumpa, Han Jisun,” ujar Taeil sambil memamerkan senyumnya.

“Mawar putih ini darimu?” tanya Jisun.

Taeil mengangguk. Ia pun duduk di kursi yang berseberangan dengan Jisun.

“Ya, ini dariku. Aku tahu kau akan datang ke sini karena aku selalu melihatmu datang ke sini saat aku bekerja. Namun, aku belum punya keberanian untuk menghampirimu. Karena itulah, hari ini aku memberanikan diri untuk membawakan pesananmu dan memberikan mawar putih ini,” jelas Taeil.

“Sejak kau sering datang ke kafe ini, aku merindukan kebersamaan kita di masa lampau. Namun untuk kembali seperti dulu memang sulit dan aku tahu kau masih menyimpan luka itu di dalam hatimu, karena itu aku ingin kita memulai dari awal lagi sebagai teman,” ujar Taeil.

Jisun terdiam. Ia cukup kaget bertemu dengan Taeil lagi di sini, apalagi ia langsung memberikan mawar itu kepadanya.

“Jisun, kutinggal dulu, ya. Aku harus bekerja lagi. Semoga kau suka mawarnya dan nikmati cappuccino-mu,” pamit Taeil kemudian ia melambai dan melangkah pergi.

Jisun berpikir, apakah ia dan Taeil bisa menjadi teman lagi dan Jisun tidak jatuh dalam perasaan yang sama seperti dulu.

[2]

Pagi itu, Emma sudah berada di kampusnya. Begitu juga Kun, pemuda asal Tiongkok yang sudah menjadi karibnya sejak kecil. Mereka sudah saling menyapa pagi ini, dan akhir-akhir ini, Emma sepertinya senang disapa oleh Kun, padahal sapaan selamat pagi adalah hal yang biasa dalam relasi persahabatan mereka.

Alasannya adalah karena Emma merasakan perasaan baru kepada Kun, seperti perasaannya dahulu kepada Doyoung. Bahkan Doyoung tak pernah lagi lewat dalam benak Emma. Dapat disimpulkan berhasilnya Emma move on dari Doyoung karena perasaannya kepada Doyoung beralih kepada Kun.

Ketika ia masuk ke kelasnya, ia melihat seikat bunga mawar kuning di meja yang biasa Emma duduki. Ia mengambil bunga itu, tak lama kemudian wajah Kun muncul di jendela kelas itu, ia melambaikan tangannya kepada Emma.

“Oh, kau sudah melihat bunganya? Itu dariku, bagus kan?” ujar Kun.

“Jadi kau yang memberikannya? Oke, terima kasih, Kun,” jawab Emma sambil tersenyum.

“Sama-sama, bestie. Happy Rose Day, sahabatku!” ujar Kun.

Embel-embel ‘sahabat’ itu sedikit membuat Emma kecewa. Pemuda itu hanya menganggapnya sebagai sahabat. Dianggap tidak lebih dari sahabat oleh orang yang disukai ternyata menyakitkan juga.

[3]

Malu, tapi mau. Mau, tapi malu.

Dua kalimat singkat yang menggambarkan seorang Huang Renjun saat ini. Ya, seperti itulah rasanya menjadi penggemar rahasia. Ingin mengungkapkan rasa kepada sang pujaan hati, tapi apalah daya bila dirinya belum punya rasa berani. Yang dapat dilakukannya hanya memandang sang mawar dalam distansi. Sambil berandai apa yang dipikirkan olehnya dalam heningnya ini.

Namun kini ia ingin gadis itu tahu bahwa ada seseorang yang mengaguminya.

Gadis itu tak perlu tahu bahwa Renjunlah orangnya, karena Renjun belum cukup berani untuk menampakkan eksistensinya di hadapan sang gadis.

Bel pulang telah berbunyi dan Alexis pun sudah keluar dari kelasnya. Ia pun melangkah menuju lokernya yang berada di koridor kelas 3. Saat ia membuka pintu loker, terdapat seikat bunga mawar biru dengan sebuah catatan kecil diselipkan di antara kumpulan bunga itu.

“Kau indah dan menawan, namun sulit untuk kuraih – Huang”

“Huang?” Alexis tertegun. Siapa siswa dengan marga Huang di sekolah ini, pikirnya. Namun sesaat kemudian Alexis tersenyum, kemudian ia mengambil bunga itu dan meletakkannya di atas buku yang dibawa di tangannya.

Renjun pun menghela nafas lega dan tersenyum puas. Setidaknya pengorbanannya bolos jam pelajaran Fisika untuk pergi ke toko bunga tidak sia-sia.

[4]

“Ayolah Jane, buka pintunya,” ujar Mark sambil mengetuk pintu kamar Jane.

“Tidak mau! Pergi sana!”

Mark menghela napas. Ia pun membuka pintu kamar Jane karena ia tahu Jane tidak akan membukakan pintu untuknya dan lagi pula pintunya tidak dikunci. Namun pemuda Lee itu justru disambut dengan bantal yang mendarat di wajah tampannya.

“Aish, masa kekasih sendiri dilempari bantal?” ujar Mark.

“Siapa suruh kau memberiku mawar yang berduri? Tanganku terluka karena itu, tahu! Dasar Mark jahat!” omel Jane.

Mark pun menggamit tangan Jane dan mengajaknya ke ruang tamu.

“Ayo, Jane. Biar kujelaskan,” ujarnya.

Mereka pun tiba di ruang tamu keluarga Jung. Di atas meja itu terdapat bunga mawar yang tadi Mark berikan, bunga itu sudah berada di dalam vas bunga.

“Kau mau tahu alasanku memberimu mawar berduri ini?”

Mark menggengam tangan Jane yang terluka karena duri bunga itu.

“Duri pada bunga mawar berfungsi untuk melindungi dirinya. Jika duri pada bunga mawar itu dibersihkan dari mawar itu, ia tidak dapat melindungi dirinya lagi. Duri ini melambangkan kekuatan wanita untuk melindungi dirinya. Jika pria tidak menghargai itu, wanita akan lebih mudah merasa tersakiti,” jelas Mark.

“Intinya, aku memberi mawar berduri itu sebagai lambang bahwa aku akan mencintaimu dan menghargaimu serta tidak menganggapmu lemah karena kau wanita, tetapi menganggapmu sebagai pasangan sepadan yang Tuhan berikan untukku,” ujar Mark.

Jane terdiam sejenak, kemudian ia tersenyum lalu bersandar manja di bahu Mark.

“Ternyata kau romantis juga, Mark,” ujar Jane. Mark mengecup kening Jane dan mengelus kepalanya. Ia tahu ia dapat meluluhkan hati Jane.

fin.

 

*happy rose day kyaaa /dah lewat ren/ /tampol ren biar ga kebiasaan/

 

*sedang writer block sebenarnya tapi kurasa aku harus bangkit lagi /eh/

 

*makasih yang udah mampirr dan makasih buat kak airly, kak eka dan donna yang sudah meminjamkanku ketiga cecan mereka /flying kiss for them unch :*/

 

*mawar biru = hal yang tidak mungkin dicapai

 

*by the way, let’s meet my girl Alexis ^^ pairingnya renjun yang akan menjadi saingan charlotte untuk mendapatkan renjun /eh/ /ditampol kanjel/

 

*bonus pict visualnya Alexis

Advertisements

2 thoughts on “[Drabble-Mix] Rozen voor U

  1. misi mba alex, char belom mulai pdkt kok udah diserobot aja ya :’) tapi gapapa, masih ada lucas yang imut-imut di ujung sana siap menanti :3

    MAS KUN WHAI BURUAN JADIKAN MBA EMMA PELABUHAN TERAKHIR

    MAS IL JUGA YUK NIKAHIN MBA JISUN SECEPATNYA

    MARK KAMU BELAJAR GOMBAL DARI TY YA EW JIJIQ TAU GA

    sekian ya ren, mau lanjut bobo cantik memandangi wajah mas jeonghan dulu /menghilang/

    Liked by 1 person

    • hai kanjell makasih udah mampir ke sini kyahaha XD
      kehadiran alexis adalah untuk membumbui perjuangan char untuk PDKT dengan njun :v

      iya dah biarkan kun-emma menikah saja biar doyoung bisa kembali dengan alodie.eh /senggol @thehunlulu/
      Amiin cepet2 lah simbah nikah biar ga mati jomblo.eh :v
      TY anda guru yang baik untuk mark, dia harus terus dilatih kemampuannya hingga dapat bersaing dengan mereka di luar sana XD

      “mau lanjut bobo cantik memandangi wajah mas jeonghan dulu ” >>> terdengar seperti reuni sesama malaikat #eaaaaaaa

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s