[Chaptered] My Lesbian Roommate (Page 10)

my lesbian roommate

My Lesbian Roommate by Mingi Kumiko

{ CastJaehyun, Chaeyeon, Yeri, and Eunwoo | Genre : romance, hurt/comfort, college life | Rating : PG-17 }

Previous Chapter

Page 1 | Page 2 | Page 3 | Page 4 | Page 5 | Page 6 | Page 7 | Page 8 | Page 9

+++

“Jadi benar, Jaehyun oppa ada di sekitar Universitas Deokdoo?” tanya Yerim dengan oktaf suara yang meninggi. Tangannya bersedekap serta sorot matanya seakan siap menerkam Eunwoo kapan saja.

Pemuda Cha itu memang bodoh, bisa-bisanya ia meletakkan hasil cetakan dari sampul laporan ke sembarang tempat. Alhasil, Saeron—yang saat itu datang mengunjungi ruang kerja Eunwoo untuk mengantarkan bekal makan siang—bisa melihatnya. Sebagai sahabat yang baik, tentu saja gadis bermata lucu itu langsung memberitahukan informasi penting itu pada Yerim.

Eunwoo gelagapan, masih belum kuasa berujar. Menimang-nimang jawaban yang paling tepat untuk menimpali pertanyaan Yerim yang hampir menyerupai introgasi untuk terdakwa kasus pelecehan seksual anak di bawah umur.

Ngapain dia di sana? Itu, kan, kampus khusus wanita, oppa?!” timpal Yerim padahal pertanyaan sebelumnya belum sempat dijawab oleh Eunwoo.

“Pe, penelitian.” karena terlalu tegang, akhirnya pemuda berkulit mulus itu hanya mampu melontarkan sebuah kata dengan tergagap-gagap.

“Dia cuma butuh waktu tiga hari saat diberi tugas menganalisis mesin pembuat pupuk dari kotoran sapi. Tapi ini, hampir sebulan dia menghilang tanpa kabar hanya untuk penelitian. Serumit apa objek yang ia amati, huh?” Yerim kembali melontarkan ceracau yang membuat telinga Eunwoo semakin merah. Rasanya benar-benar menegangkan saat di hadapkan oleh situasi semacam ini. Bukan hal baru lagi, kan, jika wanita jadi lebih menyeramkan dari harimau saat sedang marah?

“Aku sangat kesal karena oppa tak mau memberitahuku dari awal!” oceh Yerim.

“Mau kesal pun itu hakmu, aku hanya berusaha profesional dengan menjalankan aturan yang harus ditaati pegawai perusahaan. Kami memang wajib merahasiakan di mana tempat kami melakukan penelitian apabila narasumber memang perlu dijaga privasinya.” ujaran bijak Eunwoo berhasil membungkam Yerim.

“Oke, oke, maafkan aku yang sudah menyalahkan oppa tanpa tahu alasannya. Aku hanya terlalu penasaran di mana keberadaan Jaehyun oppa.” Yerim mulai bisa meredakan amarahnya dan bicara dengan intonasi rendah.

“Tunggu saja sampai dia pulang, jangan mengganggunya. Kalau dia belum kembali, itu artinya masih ada hal yang harus dia selesaikan.”

***

Memang, sih, Cha Eun Woo menyarankannya untuk bersabar menunggu Jaehyun kembali. Namun namanya saja Kim Ye Rim, mana pernah ia kuasa menahan rasa penasaran? Apa lagi jika hal itu menyangkut Jung Jae Hyun, lelaki yang dengan teganya menggantungkan status hubungan mereka selama hampir dua bulan lamanya.

Kini ia sudah berada di Universitas Deokdoo. Beruntungnya perguruan tinggi itu hanya memiliki satu gedung utama dan tidak terpencar di berbagai lokasi seperti universitas lainnya. Sebenarnya ia hanya bermodal nekat untuk pergi. Tapi ia yakin, tak akan pernah ada salahnya mencoba. Siapa tahu ia bisa sedikit-sedikit mengulik informasi.

Entah ruangan apa saja yang sudah ia lewati—saking banyaknya jadi malas untuk mengingat. Meski kampusnya kecil, namun Universitas Deokdoo memiliki banyak sekali kegiatan. Tadi ia sempat melihat para mahasiswa yang berkumpul membahas tugas, latihan menari tradisional, dan melakukan beberapa jenis olahraga seperti wushu, basket, dan bulu tangkis.

Lelah berkeliling hingga lututnya terasa linu—mengingat dia juga mengenakan high heels, Yeri pun memutuskan untuk duduk di tengah taman. Beruntung jus jeruk yang tadi ia beli di kantin kampusnya masih memiliki sisa—meskipun sudah tidak dingin. Jadi ia bisa menghilangkan dahaganya yang menyiksa kerongkongan.

“Ji!” terdengar suara parau seorang gadis. Karena merasa terinterupsi, Yerim pun lantas menoleh ke akar suara tersebut. Ia pun mendapati seorang gadis berkulit pucat yang duduk pada jarak beberapa jengkal darinya. Otot matanya membuntuti pergerakan gadis itu yang perlahan beringsut dari tempatnya menempelkan bokong. Ia pun beranjak untuk menghampiri kawannya yang barusan dipanggil ‘Ji’. Yerim tetap tak mengalihkan fokus, tertangkap oleh maniknya seseorang berperawakan jangkung tengah berdiri di ujung taman.

Mata Yerim sontak membeliak hebat, serebrumnya mengingat sesuatu saat melihat sosok itu. Entah dorongan dari mana yang membuatnya kemudian ikut melangkahkan kaki membuntuti gadis yang barusan berteriak itu.

Yerim berusaha menjaga distansi antara dirinya dan dua orang yang tengah ia buntuti itu. Namun ia juga tak membiarkan mereka menghilang dari pandangannya. Gadis yang Yerim ketahui bernama Ji dan temannya itu berjalan beriringan dan saling dempet. Keduanya terlihat asyik mengobrol, tertawa, dan bergurau. Bahkan gadis yang terlihat pendek dari Ji itu sempat memukul-mukul lengan kawannya itu.

“Oke, aku tahu ini bodoh dan sama sekali enggak ada gunanya… Tapi entah kenapa aku penasaran dengan cewek bongsor itu.” gumam Yerim kala tungkainya ia ayunkan perlahan mengikuti langkah dua orang yang berjarak sekitar lima meter darinya itu.

Sudah sekitar sepuluh menit mengikuti mereka seperti seorang penguntit—dan untungnya gerak-gerik aneh yang ia tunjukkan sama sekali tak disadari oleh dua orang itu. Mereka melewati gerbang, dan Yerim pun menyusul. Sudah tak banyak mahasiswi di sana dan saat itulah Yerim mulai khawatir apabila ia ketahuan. Namun beruntung, kedua orang itu terlalu larut dalam obrolan hingga tak sempat menoleh ke arah lain selain jalanan di hadapan mereka.

Tak lama setelah itu, mereka pun sampai di sebuah gedung yang tinggi—mungkin ada lima lantai di dalamnya.

“Ah, jadi mereka tinggal di asrama…”

Sebelum kedua orang itu masuk asrama—dan membuat Yerim tak lagi bisa mengikuti pergerakan mereka, ide gila yang sedari tadi terus terbesit di otaknya pun sudah tak kuasa lagi ia tahan untuk tak ia lakukan. Ia pun menarik napas guna mengumpulkan segenap nyali.

“JUNG JAE HYUN!!!” pekik Yerim yang sudah bisa dipastikan sampai di telinga kedua orang di hadapannya itu. Terbukti dengan langsung terhentinya langkah salah seorang dari dua mahasiswa yang sedang ia intai itu.

▒ tbc ▒

keranjingan banget update cuma selang 2 hari. tapi karena aku tau kalo update-nya minggu depan pasti banyak yang heran karena ini pendek banget, cuma kisaran 800 kata hahaha ~ makasih ya buat yang sudah mau mampir ^^

baca juga dong mystic in europe punyaku, castnya Taeyong & Doyoung. Jangan lupa kasih review juga^^ bisa klik gambar, atau yang via wordpress app tinggal klik link-nya, makasih 🙂

e3389a1c7ddfb7ed8a4ffccfd32553f4
Read
Advertisements

11 thoughts on “[Chaptered] My Lesbian Roommate (Page 10)

  1. KYAAAAAAAAAAAAAAAAA JAHE KETAHUAN YERIM KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AKU TEGANG BACA INI. GAK NYANGKA LOH PAS BACA AUTHOR NOTE TERNYATA INI CUMA 800 KATA, MAKANYA KOK SINGKAT BANGET TAPI SUKSES BIKIN KEPOOOOOOOO HUWAAAAAAAAAA PLIS YERI JANGAN MERUSAK SUASANA, JAHE & CHAE KAN LAGI BERMESRAAN :’v

    Maap mbalel, sebenernya dari kemarin udah baca, tapi mager komen //plakk//

    //lalu nyemplung kolam//

    Like

  2. Kenapa sih semakin pendek semakin menarik /mengingatkanku pada si bantet seventeen/ semakin bikin penasaran.. Uh.. Untung baru baca sekarang :u seenggaknya penasaranku rada ilang, kan udah 11 /daku curang :v/

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s