[Mystic in North America] The Scary Bath Up

pin_AQ8kbmAiRVTkrdyL0VsW90vmAE7Zk-WQ4k7xjAiLu-Zorbp89kaUsec.jpg

THE SCARY BATH UP —

©2017, BaekMinJi93

.

Starring with

NCT’s Jung Jaehyun Dong Sicheng Lee Taeyong

.

| AU! Creepy | Vignette | PG-13 |

.

Mystic Spot

New Orleans, Lousiana, USA

.

Disclaimer

This plot and OC purely mine!

Happy reading 🙂

credit picture by Pinterest

.

Summary

Jaehyun tak pernah sedikitpun menyangka jika ia akan mengalami mimpi buruk seperti ini. Bahkan ia berani bersumpah jika mimpi buruknya selama ini lebih manis ketimbang kejadian ini.”

.

Hidup sebatang kara di negeri orang bukanlah sebuah perkara mudah bagi seorang Jung Jaehyun. Di usianya yang masih tergolong muda, bekerja sebagai auditor malam untuk jaringan hotel populer di New Orleans tak begitu menjadi beban berat untuknya—setidaknya perut kurusnya dapat melontarkan kata kenyang pun sudah lebih dari cukup.

Menurut kabar yang rungu Jaehyun pernah tangkap, hotel tempat ia bekerja saat ini dulunya merupakan gedung tua di Central Bussiness Districk dan memiliki keterkaitan dengan kereta api bawah tanah di mana sebuah terowongan dibangun untuk membawa budak ke kapal di Sungai Mississipi secara diam-diam. Secara tidak langsung, fakta inilah yang membuat itu menjadi tempat bersejarah yang menarik bagi pengunjung dengan kesan kental gudang yang masih terasa.

Pukul 3.30, pikir Jaehyun kala sang netra bersitatap dengan jam tangannya.

Jaehyun menghembuskan napas kasar, tanda ia mulai merasa bosan. Gelapnya langit, membuat pemuda Jung tersebut sedikit merindukan sinar mentari menyentuh kulit putih susunya. Ditambah dengan suasana sepi yang menyelimuti, terselip rasa takut di batinnya.

“Jaehyun!”

Pemuda Jung tersebut memanjatkan rasa syukurnya di kala ia menyadari sang pelaku yang membuat jantungnya berdegup bak pelari marathon ialah Dong Sicheng, salah seorang rekan shift malamnya yang juga merupakan pemuda Asia seperti dirinya.

Masih dengan tangan yang mengusap dada lega, Jaehyun memukul kepala Sicheng keras. “Kau sengaja ingin membunuhku, huh?

Sedangkan sang lawan hanya tergelak hebat. “Dasar pengecut!”

Tidak, tidak. Jaehyun bukanlah seseorang dengan nyali ciut. Hanya saja Jaehyun sedikit merasa ada yang aneh dengan suasana di sekitarnya hari ini, akibatnya sesekali bulu kuduknya haruslah berdiri di saat perasaan aneh itu mulai muncul.

Masih diselingi dengan tawa puasnya, Sicheng kembali membuka suara. “Apa kau ingin mendengar sebuah cerita?”

Jaehyun meraih majalah otomotif yang entah sejak kapan tersedia di mejanya. “Berjanjilah jika ceritamu dapat membuat rasa kantukku lenyap.”

“Tenang saja, kau tak akan pernah menyesal mendengarnya.”

Dan entah kenapa senyum yang terpatri di wajah lucu milik Sicheng seketika membuat Jaehyun kembali bergidik.

***

Seolah perangko yang melekat pada si amplop, cerita Sicheng tempo hari lalu tak kunjung pamit dari benak Jaehyun hingga detik ini.

Jauh di lubuk hati terdalamnya, Jaehyun ingin mengklaim bahwa semua itu hanyalah bualan belaka. Namun fakta jika Sicheng lebih lama bekerja di hotel ini dan tentunya dengan banyak pengalaman yang dialaminya, rasa ragu untuk menganggap sang rekan membual terasa sia-sia.

“Kau tahu suite spa itu?”

Tanpa sadar Jaehyun mengalihkan fokus pada sang lokasi sembari mengingat beberapa patah kalimat Sicheng tempo hari.

“Banyak hal yang terjadi di kamar-kamar itu. Benda-benda aneh seperti bayangan bergerak, lampu berkedip serta suara-suara aneh pernah menghiasinya. Kau mungkin tidak akan percaya begitu saja pada ucapanku. Tapi percayalah, aku pernah mengalaminya sendiri.”

Oh Gosh … ini benar-benar konyol. Jaehyun tak habis pikir jikalau masih banyak orang di belahan dunia ini yang mempercayai hal-hal bodoh seperti itu—layaknya Sicheng. Jujur saja, Jaehyun tak pernah percaya akan hal yang berbau takhayul.

Eh, tapi bukankah ia mengatakan jika ia pernah mengalaminya? Bukankah itu berarti ….

Jaehyun mengibaskan tangannya di udara.

Tidak, tidak. Aku yakin Sicheng pasti hanya ingin membuatku layaknya seorang pengecut malam itu.

Baru saja Jaehyun ingin membereskan sisa makan malamnya, tiba-tiba suara pintu yang dibanting dengan keras membuat atensinya teralih seketika. Dapat dilihatnya seorang wanita berlari keluar seraya menjerit heboh dari arah suite spa yang dimaksud Sicheng.

“Apa yang sedang terjadi?” gumamnya pelan.

Merasa penasaran, Jaehyun pun mengangkat kedua tungkainya mendekati lokasi kegaduhan itu. Dengan pintu yang terbuka lebar, Jaehyun pun dapat melihat secara jelas isi dari kamar berkode M106 tersebut. Dalam sekon waktu yang sama, Jaehyun merasakan sebuah sensasi aneh di perutnya.

Ia melihat bayangan yang berubah di dalam ruangan!

Well … kamar itu kosong, tak ada siapa-siapa di dalamnya. Lantas siapa pemilik bayangan yang Jaehyun lihat barusan?

Tanpa di komando sebelumnya, bulu kuduk Jaehyun kembali meremang. Oh … Jaehyun jengkel dengan rasa takutnya!

“Jung Jaehyun!” Itu suara Taeyong, satpam yang bertugas malam ini. Jaehyun lantas menoleh ke arah sumber suara dengan wajah gelisahnya. “Ada apa?”

“Aku tidak tahu,” Jaehyun menggeleng cepat, mencoba meyakinkan jika ia benar-benar tak mengerti dengan keadaan semua yang terjadi. Sesekali ia masih merasa merinding jika tanpa sadar ia mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Pemuda Jung itu menunjuk ke kamar. “Seorang wanita keluar dari kamar ini seraya menjerit heboh. Karena aku merasa penasaran, maka dari itu aku mencoba untuk mengeceknya dan sialnya suatu hal yang tak kuinginkan telah terjadi.”

Taeyong mengerutkan alisnya bingung, “Apa yang terjadi?”

Seakan ragu untuk menjawabnya, Jaehyun lantas berbisik dengan suara bergetar. “Sebuah bayangan dan mereka berubah.”

Tubuh Taeyong seketika menegang.

“Mungkin itu hanyalah bayangan seorang perampok yang menyusup ‘kan?” lanjut Jaehyun.

Jaehyun mengedarkan pandangannya. Para tamu dari kamar lain mulai mengintip dengan raut penasaran yang kentara.

“Kita harus memeriksanya sekarang,” setelah sekian lama akhirnya Taeyong kembali berujar. Taeyong lantas mengambil pistolnya dan mulai memasuki kamar dengan langkah pelan. “SIAPA DI SANA? KELUARLAH!” seru Taeyong keras.

Lantaran mendapat sebuah tanggapan, tiba-tiba keduanya mendengar sebuah suara benda yang berdengung cepat secara misterius. Awalnya Jaehyun dan Taeyong tak begitu menghiraukannya dan terus melangkah memasuki kamar lebih dalam.

“SIAPAPUN DI SANA, KELUARLAH SEKARANG! KAMI BERJANJI TAK AKAN MELAPORKANMU JIKA KAU BERNIAT MEMILIH JALAN DAMAI!”

Kali ini Jaehyun-lah yang berseru kencang, mencoba untuk kembali memancing sang pelaku kegaduhan ini untuk menampakkan eksistensinya. Tapi nihil. Alih-alih mendapat sebuah tanggapan, suara dengung misterius itu semakin keras dan kedua pemuda itu kembali mendapati sebuah bayangan di dinding tampat mengambang bolak-balik seperti ombak.

Perlahan rasa takut mulai menjalar kala Jaehyun pun Taeyong melangkah memasuki lorong. Saat itulah mereka mulai melihat penyebab bayangan misterius itu.

Taeyong yang tak lagi dapat menahan rasa takutnya mulai menarik lengan seragam milik Jaehyun. “Jaehyun, aku takut.”

“Aku juga,” balas Jaehyun tak ingin kalah.

Namun seakan terdapat sebuah magnet raksasa, sepasang tungkai keduanya tetaplah melangkah memasuki kamar lebih dalam. Di balik lampu bak mandi spa terdapat segumpal rayap yang menampakkan kesan rakus dan lapar. Pemandangan itu sontak membuat isi perut keduanya serasa diaduk.

Huek!

Jaehyun hampir saja mengeluarkan makan malamnya kembali akibat melihat pemandang tak sedap itu.

“Ini menjijikan,” gerutu Taeyong. “Oh! Lihat di sana!”

Kembali berseru kencang, Taeyong menunjuk satu hal ganjil yang mengarah pada bak mandi. Tak kalah dari sebelumnya, pemandangan kali ini sukses membuat perut Jaehyun kembali mual.

Huek! Aku benar-benar tak tahan dengan semua ini!”

Bagaimana tidak, fokus keduanya disuguhi oleh tubuh tamu telanjang yang ditutupi serta dimakan habis oleh rayap. Tubuhnya ditandai dengan lubang bor kecil di sekujur kulitnya. Lebih parahnya lagi, sebagian matanya dicairkan dari penggalian rayap secara terus menerus. Orang yang Jaehyun yakini berkulit putih dan bertubuh gemuk ini, kini tereduksi menjadi warna kulit merah kecoklatan serta abu-abu dan yang lebih mengerikan adalah ia merangkak ke arah keduanya.

Jaehyun tak pernah sedikitpun menyangka jika ia akan mengalami mimpi buruk seperti ini. Bahkan ia berani bersumpah jika mimpi buruknya selama ini lebih manis ketimbang kejadian ini. Tak tahan dengan semuanya, Jaehyun serta Taeyong lantas berlari keluar ruangan bahkan tersandung satu sama lain akibat tergesa.

Beberapa sekon waktu berlalu, seseorang merajut langkah santai dengan senyum miring.

Happy April fool’s day, Jung!”

Dan sekedar informasi saja, seseorang itu tak lain dan tak bukan ialah Dong Sicheng.

FIN

Some notes from me:

  • Astaga, ini apa?! Jangan tanya ini maksudnya apa T.T
  • Cerita ini berdasarkan creepy pasta ini, dengan sedikit perubahan tentunya.
  • Fyi, creepy pasta ini berdasarkan kisah nyata dan kamar kode M106 di hotel tersebut tetap bisa di sewa, hanya saja di bawa kode yang berbeda.
  • Mohon maklum jika ada kesalahan teknis dalam naskah ini 🙂
  • Last, thanks and see ya ^^

Warm Regards,

—BaekMinJi93

Advertisements

6 thoughts on “[Mystic in North America] The Scary Bath Up

  1. kaaaaaak, ini apa banget deh, udah asik2 baca, seremnya udah dapet banget, eh taunya april mop XD si winwin belom pernah dipelatuck kayanya ya :’) uunchh..

    Taeyong yang tak lagi dapat menahan rasa takutnya mulai menarik lengan seragam milik Jaehyun. “Jaehyun, aku takut.” <<< kalimat ini whai aku ngakak, padahal awalnya taeyong si pemberani berusaha buat ngusir si hantu, tapi malah takut duluan XD /menggelinding/

    nice fic kak! keep writing! ❤ ❤

    Like

    • April mop tuh emang ngeselin yak 😀
      Mas Win mah emang belum pernah dipelatuck sama cinta, jadinya cem gitu :))
      Tbh, tanpa sadar aku ingin menistakan Taeyong secara halus XD

      Oke, thanks udah mampir dan keep writing juga buat kamu ❤ ❤

      Like

  2. Well finally I succeed to brace myself baca fic genre ginian..
    Asli begidik sendiri pas baca deskripsimu ttg mayat ft rayapnya hwhwhwhw..
    Sik aku agak ga ngerti endingnya. So itu literally joke doang atau bagaimanakah?
    Anyway, suka sama idenya.. Suka sama cara kamu eksekusinya hihihi nice fic be.. Keep writing yaaaa…

    Like

    • Aku sendiri juga ngeri kok pas baca creepy pasta nya apalagi pas nulisnya 😥
      Tentang endingnya … hmm … sebenarnya aku juga gak tau itu literally joke nya winwin atau gak /JEDER/ /kemudian dibuang/
      Makasih banyak udah mampir and keep writing juga buat Kace 🙂

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s