[Chaptered] My Lesbian Roommate (Page 10,5)

mylesbianroommate

{ Cast : Jaehyun, Chaeyeon, Yeri, and Eunwoo | Genre : romance, hurt/comfort, college life | Rating : PG-17 }

Previous Chapter

Page 1 | Page 2 | Page 3 | Page 4 | Page 5 | Page 6 | Page 7 | Page 8 | Page 9 | Page 10

+++

“JUNG JAE HYUN!!!” pekikan suara tiga oktaf itu menyambangi rungu Jaehyun yang tengah berjalan beriringan bersama Chaeyeon untuk memasuki asrama. Langkahnya refleks terhenti, matanya pun membeliak lebar. Jantung Jaehyun langsung berdebam hebat. Siapa orang yang mengetahui nama aslinya di sekitar sini?

“Kayaknya ada yang memanggilmu.” celetuk Chaeyeon lantas mengedarkan pandangnya ke seluruh penjuru. Jaehyun yang kakinya telah berhasil dibuat bergetar pun membalikkan badannya, jelas sekali suara itu berasal dari belakang.

Untuk kedua kalinya Jaehyun membelalakkan mata. Sumpah demi apa pun ini adalah situasi paling menegangkan yang pernah ia alami selama lebih dari dua dekade hidup di dunia ini. Kisar sepuluh meter dari tempatnya berdiri sekarang, terdapat sesosok gadis bertubuh mungil tengah berdiri sambil menyedekapkan kedua tangan. Pandangannya lurus menyoroti Jaehyun dengan mata yang mengerjap-ngerjap.

Jaehyun merutuk dalam hati, bagaimana bisa dia sampai di sini? Bagaimana ia bisa tahu keberadaannya?

Selang beberapa waktu kemudian, gadis itu pun mengambil langkah seribu untuk menghampiri Jaehyun. Detakan jantung pemuda itu makin dibuat tak beraturan, semakin lama semakin kencang, merasa sesuatu yang buruk akan terjadi setelah ini.

Chaeyeon yang masih tak tahu apa-apa cuma bisa menatap gadis yang makin mendekat itu dengan raut penasaran.

“Jaehyun opp—” Jaehyun refleks membekap mulut gadis itu dengan telapak tangan. Masa bodoh dengan Chaeyeon yang mungkin sudah mendengar nama aslinya dipenggalkan oleh Yerim. Namun setidaknya Chaeyeon tak boleh tahu bahwa Yerim memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’.

“Wah, Chae… sepertinya aku kedatangan tamu, hehehe. Kau masuk saja dulu, ya, aku ada perlu dengannya.” kata Jaehyun dan langsung meraih lengan Yerim untuk dirangkul. Ia bawa gadis itu ke tempat yang agak jauh secara paksa.

Chaeyeon pun kebingungan dengan sikap Jaehyun yang mendadak aneh. Pun dengan paras dan postur tubuh gadis itu. Chaeyeon nampak tak asing dengannya.

Oppa, wae?!” decak Yerim. Untungnya suara gadis itu sedikit lirih daripada barusan sehingga ia tak perlu repot-repot membekap mulutnya lagi.

“Kenapa kau berdandan seperti ini?!” tanya Yerim setelah Jaehyun melepaskan rangkulannya dan membuat posisinya berhadapan dengan Jaehyun. Bagaimana mungkin ia tak heran. Ia baru tahu Jaehyun memanjangkan rambut dan mewarnainya menjadi pirang—bahkan memodel poninya hingga menutupi kening, menguncir sebelah sisinya menyerupai karakter anime shoujo. Ditambah dengan sepasang anting berbentuk lingkaran yang menghiasi kedua telinganya. Oh, jangan pula lupakan celana ketat, kardigan pastel, dan sepatu merah muda yang tengah ia kenakan. Jaehyun secara sempurna terlihat menyerupai seorang gadis—gadis yang sangat cantik dengan gaya trend masa kini. Cuma posturnya saja yang sedikit lebih bongsor dari gadis pada umumnya.

Yang diberi pertanyaan pun hanya membungkam. Ia kelewat malu saat tertangkap basah oleh Yerim dalam keadaan seperti itu.

“Jangan bilang… kau menyamar menjadi perempuan?” tukas Yerim penuh selidik.

“Tuntutan profesi.” tandas Jaehyun singkat. Mendengar itu, Yerim pun langsung tertegun.

“Kau sudah gila, ya?!” tukas Yerim sambil memekik. Jaehyun seakan tak ingin ambil pusing pun cuma balas mengendikkan bahu dan memasang raut tak acuh.

“Kudengar seluruh proses penelitiannya sudah selesai, tapi kenapa kau tak kunjung pergi dari sini?” celetuk Yerim. Serius, Jaehyun benar-benar tidak ingin beradu dalam konversasi penuh emosi dengan mantan kekasihnya itu. Namun Yerim terus saja mendesaknya dengan pertanyaan-pertanyaan yang enggan ia eksplanasikan alasannya. Karena sejatinya pun Jaehyun tak tahu alasan mengapa ia betah berlama-lama menyamar menjadi wanita dan bertempat tinggal di asrama putri. Padahal tak seorang pun mahasiswi Universitas Deokdoo yang memenuhi kriteria idamannya.

“Ada beberapa hal yang masih harus kupastikan.” tandas Jaehyun enteng.

“Tapi sampai kapan?” pertanyaan Yerim kembali Jaehyun balas dengan endikan bahu. Membuat gadis itu berdecak kesal dan makin tak tahan dengan sikap Jaehyun.

“Sabar saja, nanti juga selesai.”

“Aku lelah menunggumu.”

“Memangnya siapa yang menyuruhmu menunggu?”

“Mudahnya kau bicara seperti itu? Tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan tidak mau menemuiku. Kau bahkan tak pernah membalas pesanku dan mengabaikan panggilanku. Kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini, Tuan Jung!”

“Bukankah sikapku yang seperti sudah menjelaskan semuanya?”

Yerim tertegun mendengar frasa terakhir yang Jaehyun ucapkan. Bahkan pria itu tak butuh kata berbelit-belit untuk membuat hatinya terasa tersayat sembiri. Kristal bening mulai berancang-ancang lolos dari pelupuknya.

“Apakah aku enggak pernah ada artinya untukmu?” ucapnya sambil terisak.

Ya ampun, kenapa situasinya jadi makin runyam begini? Jaehyun mengacak surainya frustasi. Biasanya kalau Yerim sudah bersedih dan menangis, ia akan menyeka air matanya, kemudian menenangkan gadis itu sambil memeluknya. Tapi, ayolah… ia baru saja menyakiti hati Yerim dengan perkataan tajamnya. Jadi, apakah masih layak untuk Jaehyun melakukan hal itu? Tentu saja tidak.

“Maaf, tapi aku sudah benar-benar lelah dengan semuanya. Mari kita menyudahi hubungan ini.” kata Jaehyun yang sama sekali tidak tepat untuk diucapkan dalam situasi seperti ini. Katai saja dia bodoh dan tidak bisa menjaga perasaan seorang gadis yang sedang rapuh hatinya. Tapi lebih baik mengatakannya sekarang, kan, daripada menunggu hari esok dan terus digandrungi ketidakpastian? Toh kini hati Jaehyun sudah sepenuhnya berubah. Lupakan saja tentang janji-janji manis untuk mencintai Yerim selamanya yang dulu sempat terlontar, bahkan rayuan gombal mengenai kehidupan rumah tangga yang akan mereka bina kelak. Semunya hanya omong kosong Pemuda Jung itu.

PLAK!

Sebuah tamparan keras menyatroni pipi bulat Jaehyun. Sebenarnya itu tak ada apa-apanya bagi pria itu. Karena ia memang merasa layak mendapatkannya. Tangan yang barusan Yeirm gunakan untuk menampar bergetar dengan hebat. Kini warnanya berubah menjadi kemerah-merahan karena gadis itu telah mengerahkan seluruh tenaganya untuk memberi Jaehyun tamparan paling kuat yang bisa ia lakukan.

“Aku menyesal pernah mengenalmu!” hardik Yerim dengan suara yang telah parau. Bahkan jelas sekali terdengar jika napasnya tercekat. Gadis itu berbalik dan melangkahkan tungkainya dengan tergesa. Pokoknya ia ingin segera enyah dari area asrama berlalu dari hadapan mantan kekasihnya yang menyerupai bajingan itu.

Jaehyun cuma bisa menatap nanar punggung Yerim yang mulai lenyap dari korneanya. Ia merasa menjadi seorang pengecut karena membiarkan Yerim pergi tanpa melakukan apa-apa. Tapi memangnya tindakan apa yang harus ia perbuat? Mencegah kepergian Yerim dan tetap tinggal sejenak? Meyakinkannya bahwa semua yang terjadi hanyalah perkara waktu? Tidak, untuk kali ini Jaehyun tak ingin menjadi pribadi yang palsu.

 

“Jadi selama ini… aku cuma jadi objek penelitianmu, ya?” sebuah suara bergetar menginterupsi koklea pria yang tengah tertegun itu. Sontak matanya membeliak. Ia pun memutar tubuhnya untuk mengetahui siapa yang barusan bicara—bukannya ia tak tahu itu siapa, namun Jaehyun hanya berharap kalau tebakannya akan salah.

Semoga itu bukan Chaeyeon. Kumohon, Ya Tuhan…

ღ TBC ღ

makasih buat yang sudah menunggu, jangan lupa komen ya ;)))
sama kalo ada yang suka kang daniel, bisa lah mampir ke ff ku hihi

Struggle『kang daniel』 by undefined
Read 
Advertisements

17 thoughts on “[Chaptered] My Lesbian Roommate (Page 10,5)

  1. Wew… makin asik aja nih cerita nyaa…..
    Maaf, 3 chapter kemarin sempet nyider, komennya di jamak aja yaa ? :v
    Aaah, Giliran udah bak-baik aja ma Chaeyeon, malah ketahuan sama Yerim… U.U Sedihnya jadi Yerim… Jadi penasaran ntar klo Cheyeon tau, Jaehyun jawab apa :v
    Ku tunggu nextchap nyaa…. Keep Writing ^^

    Liked by 1 person

  2. AAAAAAAAAARRGH AKUTU PALING SENSITIF KALAU MENYINGGUNG PUNCAK MASALAH GINI :’) DAN KENAPA JAEHYUN PIKIRANNYA LURUS BANGET YA TENTANG HUBUNGANNYA SAMA YERI??? DIA KAYAK UDAH KEHABISAN ALASAN BUAT MENGHINDAR, MAKANYA PAKE ALASAN MAINSTREAM ALA KADARNYA TAPI BIKIN MPUS. APAAN JUGA YERI MAIN TAMPAR AJA. DUH KESEL AKU -.,-

    SEBENARNYA MULAI AWAL AKU UDAH NUNGGU GIMANA REAKSI CHAEYEON KALO JAEHYUN ITU COWOK. DAN PAS ADEGAN ITU MUNCUL, MALAH UDAH TBC. JADI AKU BERKALI-KALI KZL -.-

    Dan menurutku mbalel, kan biasanya bahasamu santai & gk aneh-aneh. Jadi aku gk nyaman baca kalimat kayak “… beradu dalam konversasi penuh emosi… ” dan “… yang enggan ia eksplanasikan alasannya” => Menurutku ini agak… em… berlebihan 😀 Bukannya aku banyak maunya atau mau membatasi bakat menulisnya mbalel. Tapi ini CUMA pendapatku aja sebagai reader. Jangan tersinggung yet ^^ ❤ ❤ ❤

    Liked by 1 person

    • aku jarang sih dikomenin masalah gaya bahasa HAHAHA
      ya maklumin aja itu nulis pas lagi belajar kemampuan verbal juga jadinya bahasa KBBI ngga disaring langsung tulis
      makasih sarannya, makasih juga udah baca yaaaa

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s