[Haechan’s Birthday] Amortentia

Amortentia

Starring

[NCT’s] Haechan

.

AU!, SlightComedy, Absurdirty | Ficlet | General

.

.

“Makanya, kalau balas dendam itu yang pintar, dong.”

.

.

by Rijiyo ©2017

.

.

Santet, pelet, jampi-jampi atau sejenisnya mungkin tidak ada di Hogwarts. Maka dari itu, berbekal buku panduan meramu milik Taeil, Haechan mencoba membuat Amortentia. Sebuah ramuan cinta yang baru akan dipelajari di semester 6, tapi Haechan tetap nekat membuatnya meskipun dirinya masih semester 3 (jangan bilang siapa-siapa karena dua hari lalu Haechan berguru pada Taeil tanpa sepengetahuan Mrs. Mcgonagall).

Cowok itu memasukkan sejumput peppermint kering, kelopak bunga Belladona (ugh, Haechan masih ingat saat ia harus jambak-jambakan dulu dengan Renjun demi mendapatkan benda ini), satu telur Ashwinder, tujuh duri mawar, dan bubuk batu bulan. Tak lupa ia tambahkan vanilla dengan sedikit aroma hujan sebagai pemanis. Semua bahan yang sudah terkumpul di kaleng ia aduk sampai berwarna kebiruan. Kelas ramuan sedang kosong, jadinya Haechan punya kuasa lebih untuk melancarkan aksi balas dendam.

“Awas saja kamu, Mark. Mentang-mentang anak Slytherin, kamu pikir aku enggak berani balas dendam?” Dengusan sebal berulang kali terlontar dari mulutnya kala mengingat kejadian di mana siswa Slytherin bernama Mark menjahilinya dengan memberi Sneezewort (ramuan kejujuran) saat pelajaran Mr. Snape. Haechan pikir itu adalah air putih karena warnanya bening, makanya dengan tanpa dosa ia meneguknya sampai habis.

Hasilnya : Haechan meracau tidak jelas tentang apa yang paling ia benci terkait profesor termisterius di Hogwarts tersebut.

“Kenapa Anda suka menghukum saya? Kenapa rambut ada keriting? Enggak pernah keramas, ya? Oh ya, kenapa, sih, Anda sangat galak? Memangnya enggak bisa, ya, kalau sehari enggak marah-marah? Nanti cepat tua, lho. Mmmm… bukan, bukan. Anda, kan, memang sudah tua, dan—“

“HAECHAN!”

Dan besoknya Haechan dilarang mengikuti pelajaran Ilmu Hitam karena dianggap melecehkan guru. Sebagai gantinya, ia harus menyalin buku sejarah Gilderoy Lockhart setebal 852 halaman dalam seminggu dan tidak ada toleransi lagi ke depannya.

Kini, Haechan merencanakan sebuah dendam dengan diam-diam membuat ramuan cinta untuk Mark.

Glacius balneus ailo segelomenzo Taeyong amora.” Haechan sudah memantrainya dengan menggunakan nama Taeyong, jadinya Mark akan langsung tergila-gila pada Taeyong setelah minum ramuan. Akhirnya jiwa evilnya keluar setelah sekian lama ditahan demi mendapat nilai bagus di Hufflepuff. Nah, sekarang—

“Hai, Haechan. Wah, kamu membuat apa?”

Yang baru dipanggil langsung gelagapan. Apalagi Haechan tahu siapa yang tengah ia hadapi. “Aku lagi membuat ramuan Polyjuice, Mark.”

“Tapi kenapa warnanya biru? Bukankah kamu harus memasukkan sayap Lacewing, bubuk tanduk unicorn, parutan kulit Boomslang, dan—“

“Benarkah? Ah, berarti aku salah….” Haechan terkekeh sambil mengelus tengkuk.

“Lebih baik kamu istirahat saja. Biar aku yang aduk benda itu.”

Haechan tampak ragu. Kalau Mark mengaduknya, itu berarti dia akan mecicipinya, kemudian Amortentia mulai berefek, dan Mark akan langsung mencari kak Taeyong. Lagipula Mark masih semester 3, jadi ia takkan tahu apa itu Amortentia, pikir Haechan optimis.

“Baiklah, tapi bahannya jangan diubah, ya?” Haechan tersenyum dan keluar kelas dengan sumringah.

Di lain sisi, Mark menyeringai sambil terus mengaduk Amortentia yang sudah keunguan, tanda kalau ramuan tersebut siap digunakan. “Aku sudah tahu kalau ini memang bukan Polyjuice.” Ia mengembuskan napas. “Ternyata ada gunanya juga memata-matai kak Taeil dan Haechan.”

Kemudian, hal yang takkan pernah disadari Haechan pun terjadi. Mulut Mark berkomat-kamit merapal mantra. Sebuah rentetan kalimat sihir yang seketika mengubah khasiat ramuan itu. “Glacius balneus ailo segelomenzo Haechan amora.”

Dan akhirnya Mark keluar kelas sambil merasa kalau ia adalah anak paling bahagia sedunia.

*****

Dua jam setelahnya Haechan kembali ke kelas ramuan. Namun, Mark tidak ada di sana, hanya kaleng ramuannya yang kosong. Haechan langsung menarikan lagu Chewing Gum di atas meja setelah mengira kalau Mark telah meminum ramuan itu.

“Pasti Mark sedang mencari kak Taeyong. Pasti seluruh Hogwarts menertawakannya. Dia pikir aku murid bodoh meskipun masih semester 3?” Tak henti-hentinya Haechan mengucapkan syukur atas kesimpulan yang ia buat sendiri.

Kemudian, ia keluar kelas untuk ikut menertawakan Mark. Namun saat itu juga ia melihat si target sedang duduk berdua dengan Jane di depan kelas Biologi.

“Hai, Haechan!” sapa Mark, ceria sekali.

“Lho, kamu….” Haechan kehabisan kata-kata. “Kamu ngapain di sini?”

“Aku lagi belajar. Sebentar lagi, kan, Mr. Snape mengadakan ujian.”

“Lalu… ramuan itu….”

“Oh… ramuan yang kamu buat tadi diminum Jaemin. Aku sudah melarangnya, tapi dia ngotot.”

“….”

“Itu Amortentia, kan? Aku coba-coba merapal mantranya, lho.”

“Terus?”

“Ya aku pakai namamu buat percobaan.”

“PAKAI NAMAKU??!! KAMU MAU MENJUALKU KE JAEMIN??!!”

“Mana kutahu. Lagian siapa suruh bikin ramuan itu? Mr. Snape bisa marah lagi kalau kamu ketahuan—”

“SAYANGKU HAECHAN!!”

Belum selesai Mark bicara, Jaemin sudah berlarian di koridor dengan muka memerah. Haechan bingung apakah ia harus berlari atau menyihir Mark jadi kecoak. Tapi, Haechan tahu kalau ia memang harus berlari. Haechan lari secepat-cepatnya.

“HAECHAN!! AKU KANGEN KAMU, NIH!”

“PERGI KAMU!! PERGI!!”

Anak-anak Hogwarts menatapnya sambil terkikik. Taeil yang merasa bersalah pun memilih pura-pura tidak melihat kejadian. Sedangkan Taeyong selaku taget utama malah ikutan tertawa. Kini Haechan dan Jaemin berlarian di lapangan dan menjadi tontonan gratis ratusan siswa.

“HAECHAN!! SINI CIUM DULU!!”

“ENGGAK MAUUUUUUUUUUUUUU!!”

Lengkap sudah. Beberapa jemang kemudian Haechan dan Jaemin (sebagai korban ramuan) akan mendapat predikat homo, setidaknya bagi siswa Hogwarts. Mulai sekarang Haechan bersumpah takkan percaya lagi pada anak-anak Slytherin, terutama Mark. Masa bodoh dengan balas dendam, yang penting ia berharap agar  Jaemin bisa berhenti mengejarnya dan mematenkan diri sebagai pacar.

Di tengah kejadian dramatis itu, Mark tersenyum penuh makna. Antara bangga dan kasihan—tapi lebih banyak bangganya, sih.

“Makanya, kalau balas dendam itu yang pintar, dong.”

.

.

.

.

.

_Fin_

Advertisements

10 thoughts on “[Haechan’s Birthday] Amortentia

  1. sepot dulu yak jiyo 😀

    ANJAY JAEMIN ANJAY SEJAK KAPAN KAMU BELOK DAN MENINGGALKAN RACHEL DEMI HAECHAN ASAL KAU TAU JAEM HAECHAN MILIKKU /eh/ sumpah makasih jiyo udah bikin daku ngakak jam jam segini wkwk XD btw pibesdey cintaku Haechan ❤

    Liked by 1 person

    • JAEMIN UDAH BOSAN SAMA KAKAK RACHEL, MAKANYA SELINGKUH SAMA HAECHAN //plakk //digantung Lauren di Monas

      Duh makasih banget loh kalo udah ngakak karena ff receh ini. Malah menurutku ini gk lucu sama sekali :’v Makasih banget loh Ren ❤

      Liked by 1 person

      • WAH JAEM WAH PADAHAL HAECHAN NIATNYA MAU NIKUNG JAEMIN XD /yang ini tunggu saja yaaa/
        wah jiyo kurang greget digantung dimonas mahh… enaknya digantung di puncak everest sambil nunggu perasaan yang digantung pun menjadi jelas XD Okeee keep writing yaaa jiyo sayangg ❤

        Like

    • Aaaargh Tita ❤ Udah lama gk ketemu…… //emang pernah ketemuan?? -_-//

      Kamu semakin cinta sama Mark. Aku semakin cinta sama Joshua //pulang ji pulangg//

      Thankseu udah baca sayang ❤

      Like

  2. Udah jambak2an sama Renjun dan berguru sama Taeil, tetep aja gak bisa mengalahkan si Makeu-Makeu ini.. kesian sekali kamu Haechan.
    Udah gitu ditaksir sama Jaemin pula. Hari yang lelah pasti…

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s