[NCTFFI Freelance] Dyre (Chapter 3)

Genre  : School Life, Friendship, Love, Comedy, Drama

Main Cast       : [NCT’s] Mark Lee, Johnny Seo, Jung Jaehyun, Jung Hana (OC), Choi Yora (OC), Yoo Raein (OC)

Sub cast          : Other NCT Members, SM Rookies, and others figuran

Rating : Teen

Theme Song : NCT-Paradise

Summary        : Dyre is another word for love

 [3.0 Yoo Raein’s Story]

Tragedi Tabrakan

.

.

.

Makan siang adalah waktu yang paling pas selain pulang sekolah atau hari libur untuk ketiga dari mereka bertemu.

Termasuk siang ini di sekolah, Yora, Hana dan Raein-atau Rey, begitu ia di panggil-dengan lahap dan tenang menyantap makan siang mereka, sebelum akhirnya ketenangan itu berubah menjadi kegaduhan yang di akibatkan oleh satu orang di antara mereka yang tak lain adalah Yora.

“Eh Rey, itu Jaehyun kan? Yang kamu kemarin bilang ke aku kalau…” untungya Raein sukses menyuapi Yora dengan potongan besar sosis digarpunya sebelum Yora menyelesaikan pembicaraannya dan membuat Jaehyun yang baru saja duduk dimeja makan dekat mereka mendengarnya.

“Jangan keras-keras dong, mau mati ya kamu?” tanya Raein mengangkat garpu yang tadi ia gunakan untuk menyuapi Yora seolah ingin cepat melemparkannya ke mata Yora.

“Sabar teman-teman, mari kita habiskan dulu makan siang ini dengan damai, atau…mau buat aku saja?” tanya Hana mencairkan suasana yang lebih terdengar seperti temannya yang satu itu masih saja kelaparan bahkan setelah menghabiskan seporsi besar makan siang, ditelinga Yora.

Yora hanya memutar bola matanya malas dan berkata “Ambil aja, Na. Udah tinggal dikit nih punyaku, aku udah kenyang banget”

“Trus gimana seminggu ini duduk bareng Jaehyun? Udah tukeran nomor? Udah kamu ajakin nge date belum?” tanya Yora pada Raein berikutnya.

Raein sekonyong-konyong langsung menyemburkan makanan yang baru saja ia makan.

Tepat didepan wajah Yora yang duduk didepannya “Jangan gila deh Ra, mana mungkin aku ajakin cowok kalem gitu nge date” ujarnya sembari bangun membawa piring kotornya ketempat semestinya.

Meniggalkan Yora yang baru saja disembur makanan dan Hana yang Cuma bisa tertawa melihat temannya itu mengomel tidak jelas sambil mengelap wajahya yang terkena makanan dengan tisu yang Hana berikan.

Demi para hokage yang memimpin desa Konoha, Raein sama sekali tidak pernah berpikir untuk menawari Jaehyun, apa itu, nge-date?

Bahkan sampai ia bisa mengalahkan tinggi badan kak Johnny, atau Naruto mau berbaik hati memberi tahunya bagaimana cara memiliki jurus seribu bayangan, tidak pernah.

Raein tidak pernah mau bertanya soal hal konyol seperti itu pada lelaki berotak cerdas yang ia suka itu.

Jauh sebelum ia bisa duduk sebangku dengan Jaehyun berkat ide Ji Hansol seonsaengnim-wali kelasnya-untuk merubah teman sebangku murid-muridnya dikelas beberapa hari lalu.

Raein sudah menyukai Jaehyun saat pertama kali masuk sekolah ini.

Dimana Raein ada dalam satu kelompok dengan Jaehyun saat MOS dan ternyata malah 1 kelas selama 3 tahun, sampai ditahun akhir mereka di SMA ini.

BUK! “Duh maaf ya, aku terlalu deket ngantri nya…loh Raein kan? Yoo Raein?” tanya lelaki bersuara berat pada seseorang yang Ia yakin adalah Raein

Mulut gadis Yoo itu sekarang menganga karena terkejut melihat baju seragamya kotor ketumpahan sisa makanan yang dibawa seseorang yang baru saja menabraknya saat hendak kembali ke meja makannya

“Eh? Jaehyun…” bodoh, Raein kali ini malah terlihat culun.

Ia bingung harus bertindak seperti apa sekarang didepan teman sebangkunya sendiri yang sudah tidak sengaja menabraknya dan menumpahkan sisa makanan dipiring kotornya ke baju seragam Raein

“Duh, maaf ya bajumu jadi kotor…loh mana dia?” Jaehyun celingukan setelah menaruh piring kotornya di meja tumpukan piring kotor karena yang diajak bicara malah kabur duluan.

“Kamu ngapain lari-lari gitu, Rey?” tanya Yora

“Loh, kenapa seragam kamu?” lanjut Hana

“Raein, aku kan belum selesai ngomong, maaf ya soal baju kamu, sebagai gantinya, ayo ikut aku kekelas” ujar Jaehyun setelah berhasil menyusul Raein dan sekarang menariknya untuk ikut kekelas bersama

“Wah, mereka mau ngapain tuh dikelas berdua, jam istirahat begini?” tanya Yora yang sepertinya mulai berpikiran macam-macam tentang apa yang akan terjadi dengan Raein dan Jaehyun nanti dikelas

“Kamu jangan macem-macem, Ra, emang ga ada anak lain dikelas pas jam istirahat? Ayo kita susul aja mending” ujar Hana mendahului Yora yang baru bangun dan berlari kecil untuk menyamakan langkah dengan Hana menuju kelas Raein dan Jaehyun

Didalam kelas “Nih, kebetulan aku simpan baju seragam di loker, pakai aja, daripada kamu belajar pakai baju seragam kotor gitu” ujar Jaehyun sambil memperhatikan baju seragam Raein yang kotor.

Ia melanjutkan kalau “Nanti gampang kamu kembaliin aja besok atau kapan-kapan juga gak apa-apa. Kelas kan masih sampai nanti sore” sambil membuka lokernya dan memberikan baju seragamnya pada Raein.

“Ga usah, Jaehyun, ini bisa di lap pakai tisu dibasahi, kok, ga perlu repot” ujar Raein yang malah menolak tawaran Jaehyun dan hendak menuju toilet untuk membersihkan pakaiannya.

Jaehyun dengan cepat menahan tangan Raein, membuat kedua sahabat Raein yang mengintip dari luar membulatkan mata sipit mereka masing-masing.

Apalagi Yora yang sekarang malah melongo melihat momen itu.

Saking gemasnya, ia sampai meremas-remas ujung rok Hana yang berdiri dibelakangnya, membuat sang empunya tepaksa harus menjambak rambut Yora untuk mengalihkan fokus sahabatnya itu.

Canggung, Jaehyun yang selama ini Raein kenal sebagai pribadi yang tertutup.

Menurut Raein, Jaehyun sama sekali tidak mau lama-lama beradu pandang dengan teman-temanya bahkan perempuan sekalipun, dan lebih memilih memandang buku-buku rumus kimia tebal yang selalu Jaehyun bawa.

Dan sekarang, Jaehyun malah terlihat memandang dalam-dalam mata Raein seolah memohon pada Raein untuk menerima tawarannya.

Well, sebenarnya Raein juga tak yakin baju seragamnya akan bersih begitu saja hanya dengan dibersihkan dengan tisu yang dibasahi.

Jaehyun benar, jam pelajaran masih panjang, dan akhirnya Raein memutuskan untuk menerima tawaran Jaehyun untuk meminjamkan baju seragamnya.

Ada guratan senyum dari bibir Jaehyun setelahnya, dan tanpa sadar Raein membalasnya dengan senyuman manis.

“Eh, kabur nanti Raein liat kita, cepetan” ujar Hana pada Yora dan menarik tangan temannya itu agar segera menjauh dari sana sebelum Raein tahu dan jadi sangat malu

Setelah berganti pakaian dan kelas berikutnya dimulai “Jaehyun makasih ya bajunya, aku balikin 2 hari lagi” bisik gadis berambut sebahu itu pada rekan sebangkunya

“Kan harus aku cuci sama setrika sampe rapi kaya awal kamu pinjemin ke aku” tambah Raein pada Jaehyun ditengah pelajaran Biologi yang membuat beberapa murid dikelas mengantuk

“Santai aja, Raein, balikin aja kapanpun kamu mau, aku masih ada seragam lain, kok tapi maaf ya kalo kebesaran dibadan kamu” Jaehyun membalas pernyataan Raein sambil tersenyum.

Hal itu tentu membuat Jaehyun semakin tampan dengan lesung pipi yang muncul seiring seyuman pemuda Jung itu.

“Makasih sekali lagi, aku pikir kamu orangnya tertutup dan ga mau gaul, ternyata aku salah, maafin aku ya” ujar Raein sambil menulis apa yang diinstruksikan Lee Taeyong Seonsaengnim didepan kelas.

“Gak apa-apa, ngomong-ngomong, pulang sekolah nanti mau makan eskrim bareng yang dijual ditoko seberang sekolah, gak?” tanya Jaehyun yang diam-diam menatap wajah Raein.

Biar tomboy begitu, ternyata Raein punya wajah yang sangat manis, pikir Jaehyun.

Apalagi kalau sedang fokus kepapan tulis dan buku nya untuk mencatat.

“Hmm…setuju deh, aku yang traktir ya!” ujar Raein menghentikan sejenak pekerjaan menyalin tulisan Lee Taeyong seonsaengnim dipapan tulis depan dan membalas tatapan Jaehyun.

Pemuda Jung itu lantas buru-buru mengalihkan pandangannya takut kalau Raein tahu diam-diam Jaehyun mulai menyukai Raein.

“Well, kalau kamu maksa…haha” tawa Jaehyun, seiring berakhirnya obrolan singkat mereka karena sekarang Jaehyun juga harus mencatat pelajaran yang diberikan Lee Taeyong seonsaengim.

Sepulang sekolah “Raein mana?” tanya Yora pada Hana yang hanya menggidikkan pundaknya sebagai jawaban tidak tahu.

Sementara itu ditoko eskrim depan sekolah setelah membeli eskrim “Makasih ya udah mau traktir aku eskrim, padahal tadi kan aku yang ajak kamu beli eskrim” ujar Jaehyun.

“Santai aja, Jaehyun, anggap aja ini sebagai tanda kalau kita udah mulai akrab sebagai teman sekelas, dan sebangku” kata Raein yang ikut menikmati juga eskrim coklat milikya

Jaehyun yang berjalan dibelakang Raein, tak luput ikut menikmati eskrim miliknya juga.

“Gimana kalau suatu saat aku suka sama kamu dan pengen kita gak Cuma temenan?” pertanyaan Jaehyun barusan sukses membuat Raein menghentikan langkahnya, dan membuat jantung gadis Yoo itu rasanya ingin meledak.

Sekon berikutnya Raein memandang pemuda Jung itu dengan tatapan polos.

Raein seolah tidak mendengar hal bodoh apa yang baru saja diutarakan Jaehyun dan bertanya “Kamu ngomong apa barusan? Maaf aku gak dengar” padahal jelas-jelas rungu Raein belum tuli.

“Haha, enggak kok, lupain aja, eh tuh bis nya udah datang, ayo naik” kata Jaehyun yang tidak mau membuat suasana sore yang menyenangkan itu jadi rumit kalau sampai Raein tahu pertanyaan bodoh macam apa yang barusan lelaki itu tanyakan padanya.

Sementara itu diam-diam dari kejauhan “Tuhkan, apa aku bilang, kayanya diem-diem Raein sama Jaehyun udah jadian deh, ya gak sih, Na?” tanya Yora gusar, pada sahabatnya yang terlihat terkejut mendengar pertanyaan Yora padanya barusan.

“Jadian diam-diam?” gumam Hana, seperti mengingat sebuah kejadian yang konteksnya sama dengan pertanyaan Yora, yang sama-sama ia sebutkan sepersekon tadi.

tbc

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s