[Ficlet] Little Piece of Happiness

 

a Familie ficlet by Joanne Andante

With: Renjun

This fiction is dedicated to my Familie, my little piece of happiness.

 

-=-

“Jun, kenapa kau tidak menjawab Mama, Sayang?”

Renjun tersadar dari lamunan yang menelan segala pikirannya. Ia menoleh pada wanita muda yang berdiri di depan pintu. Wanita muda itu tampaknya tidak terlalu cocok untuk menyebut dirinya Mamanya Renjun. Wanita itu harusnya menjadi Kakaknya Renjun atau Tantenya Renjun.

“Ma, sampai kapan aku harus terus memanggilmu Mama?” Renjun bertanya balik. “Kita sudah tidak di Seoul lagi. Mama bilang, kalau Renjun pindah ke Amsterdam bersama Mama, Renjun tidak perlu memanggilmu Mama lagi. Aku malu, Ma. Semua orang mengira Mama adalah wanita aneh yang tidak menikah tetapi mempunyai anak. Selain itu, orang-orang juga mengatakan bahwa Mama terlalu muda untuk mempunyai anak seusiaku.”

Wanita itu menghela napasnya. Ia masuk ke kamar Renjun dan duduk di atas kasur sambil menatap Renjun yang masih berkutat di samping jendela. Sejak dua jam lalu, Renjun memang hanya bersandar di jendela kamarnya, menatap langit Amsterdam tanpa mengatakan apa-apa. Bahkan, ketika wanita itu mengangkut barang-barang dari lantai satu ke lantai dua, Renjun tidak ikut ambil bagian untuk membantunya.

“Jun,” kata wanita itu pelan. “Bisakah kau memikirkan Mama juga?”

Renjun langsung tutup mulut ketika kata-kata itu keluar dari mulut wanita di depannya. Ia menunduk, lalu kembali buang muka dan memandangi jendela. Langit berwarna biru kelam dengan semburat jingga yang sedikit menghiasnya, menandakan sore telah tiba.

“Maaf, Ma. Maafkan aku,” kata Renjun menyerupai gumaman.

“Tidak, Jun,” kata wanita itu lagi. “Mama yang salah di sini. Harusnya Mama tidak perlu bercerai dengan Daniel dan pindah ke Amsterdam. Seharusnya Mama tidak bertingkah dengan mengubah akta kelahiranmu. Seharusnya kau tetap menjadi adikku, bukan anakku.”

Jawaban panjang wanita itu membuat Renjun berkaca-kaca. Wanita yang selalu dipanggilnya Mama itu sudah melewati banyak hal sulit karena dirinya. Wanita itu membesarkannya, merawatnya, membiayainya, dan menyayanginya sepenuh hati layaknya seorang ibu. Meski faktanya, wanita itu bukan wanita yang melahirkannya.

“Tidak, Ma,” kata Renjun tiba-tiba sambil menangis. “Mama sudah melakukan hal yang hebat dengan menuliskan nama Mama sebagai nama ibuku. Kalau bukan karena itu, aku sudah pasti yatim piatu saat ini. Terima kasih karena Mama lebih memilihku dibanding Daniel,” isak Renjun kemudian.

Renjun berlari memeluk wanita itu erat-erat. Ia menangis sedih sekaligus lega karena meskipun dunia ini menyebutnya sebagai anak aneh karena mempunyai Mama yang lebih pantas menjadi kakaknya, setidaknya Renjun tahu bahwa ia tidak sendirian. Ada Mamanya di sampingnya.

“Mama sayang padamu, Jun.”

Tangis Renjun makin keras sampai akhirnya Mamanya menepuk bahu Renjun berkali-kali. Renjun masih SMA, masih labil, dan masih belum bisa mengerti segalanya. Tapi ada Mamanya yang siap sedia di samping Renjun selalu.

“Aku juga sayang Mama,” jawab Renjun. “Terlebih lagi, bukankah keren memiliki Mama yang masih muda dan bisa menghabiskan banyak waktu dengan kegiatan anak muda bersamaku?” Renjun menutupnya dengan tawa bahagia.

Hidup memang seperti itu. Di setiap waktu, ada saja kesulitan yang membuat seseorang menangis sedih. Kadang, ada saja orang yang mengatakan isu buruk tentang orang lain. Ada pula yang difitnah dengan kejam hingga merasa terasingkan di dunia ini. Kadang kala, orang-orang begitu sok tahu, menganggap mereka tahu segalanya. Tetapi, ketika seseorang berada di dalam kondisi terpuruk, selalu ada keluarga yang mencintainya dan memberikan harapan untuk terus bergerak maju.

Keluarga adalah kepingan kebahagiaan kecil yang membuat seseorang bertahan hidup. Keluarga adalah secarik tawa, goresan tangis, dan lika-liku kehidupan lainnya yang membuat seseorang bahagia, entah itu karena kenyataan atau kenangan.

Seperti Renjun. Dan Mamanya.

-End-

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Little Piece of Happiness

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s