[SERIES] ANAK IBU KOST — Edisi: Direct Insta

|   Anak Ibu Kost   |

[ Edisi: Direct Insta ]

|   Johnny  x  Wendy   |

|  Fluff  |

|   Series   |   Teenagers   |

2017 © Story created by IRISH

‘ punya hobi nge-stalk pujaan hati, itulah hobi Wendy sekarang ‘

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author`s Eyes…

Ceritanya, Wendy itu disebut-sebut sebagai murid tahun ke-dua paling cantik di angkatannya. Sayang, si cantik Wendy itu ternyata belum pernah berpacaran. Yah, pupus sudah bayangan tentang kecantikan Wendy yang sempurna. Karena mahasiswa lain di universitas mereka mayoritas menyukai gadis-gadis berpengalaman dalam hubungan.

Kalau sudah begitu, Wendy bisa apa? Dia juga cuma sekedar ingin menimba ilmu saja di universitas. Tidak ingin jatuh cinta, apalagi pacaran, takut kalau hubungannya beranjak jadi hal nyeleneh yang kemudian merugikannya sendiri.

Eits, itu sih harapan Wendy dulunya. Dulu, sebelum dia bertemu dengan Johnny, anak ibu kos yang sejak dua bulan ini tinggal bersama dengannya. Pft, diam-diam Wendy tertawa sendiri membayangkan dirinya yang tinggal ‘bersama’ dengan Johnny itu, padahal mereka kan sekedar tinggal di bawah satu atap yang sama.

“Pagi Wendy,”

“Ah, ya—pagi John,” aw—Wendy ingin sekali membenturkan kepalanya ke tembok, pasalnya dia merasa kalau memanggil Johnny dengan sebutan ‘John’ itu terdengar sangat keren di telinga, dan sangat manis di lidah.

Apalagi senyum yang diberikan Johnny sebagai respon. Lengkap sudah alasan Wendy untuk tergila-gila pada pemuda Seo itu sekarang.

Dan well, bukannya Johnny itu selama ini tidak ada di rumah. Karena terlampau manly, Johnny tidak pernah sempat ada di rumah. Hobinya travelling, naik-turun gunung, dan ikut latihan bela diri di sana sini.

Ah… sekarang Wendy jadi membayangkan bagaimana Johnny kalau sedang latihan boxing, mengingat kalau mereka tadi saling menyapa saat Johnny turun dari kamarnya di lantai dua dengan mengalungkan sepasang sarung tangan tinju.

“Kamu pulang malam lagi, John? Ibu kan tidak suka kalau kamu pulang larut malam.” aih, bahasa ‘ibu’ yang Wendy gunakan sekarang kenapa jadi terdengar rancu? Seolah mereka sedang membicarakan ibu yang sama—ehem, sebenarnya, Wendy ingin memanggil Nyonya Seo dengan sebutan ibu saja, sih. Siapa tahu dia benar-benar jadi anak menantu Nyonya Seo.

Astaga! Sadar Wendy! Segera, Wendy mencubit dirinya sendiri, menghapus bayangan kurang mengenakkan yang melibatkan Johnny juga ibunya itu.

“Paling malam jam sebelas, telepon saja aku kalau jam sebelas aku belum pulang. Sudah ya, aku berangkat dulu!” Johnny melambai pada Wendy, segera tubuh pria jangkung itu tenggelam di balik tembok yang jadi pembatas antara ruang tengah tempat Wendy berada dan ruang tamu yang ada di depan.

Selama beberapa sekon, Wendy terdiam. Ucapan Johnny barusan membuat gadis Son itu merasa kalau Johnny sedang meminta Wendy untuk menghubungi ponselnya. Tapi hey—bagaimana Wendy bisa menghubungi pemuda itu?

“Nomor teleponnya saja aku tidak punya, bagaimana mau menelepon?” Wendy menggerutu, ia keluarkan ponselnya dari saku, membuka kunci layar ponsel tersebut sebelum ibu jarinya mengetuk salah satu aplikasi.

Ah, instagr*m, Wendy sudah dua minggu ini secara diam-diam sering melirik ke profil seseorang. Sayang, profil itu diprivate dan Wendy tidak pernah punya keberanian untuk mengetuk ‘follow’ di profil yang diperhatikannya itu.

Mengingat kalau Johnny beberapa hari lagi akan pergi ke Tokyo, Wendy diam-diam jadi merasa khawatir. Bagaimana kalau Johnny tidak kembali lagi? Atau… saat kembali, pemuda itu tiba-tiba sudah punya pacar? Dari hasil menguntit Johnny—hal memalukan yang Wendy lakukan dengan percaya diri—dia tahu kalau saat ini Johnny masih single.

Follow, tidak ya? Dia tidak akan merasa curiga kalau aku tiba-tiba memfollownya kan?” hati Wendy jadi bimbang. Tapi akhirnya, ibu jarinya tidak jua bisa berbohong. Wendy tekan option biru bertuliskan ‘follow’ yang sejenak kemudian berubah menjadi ‘requested’ dan—

KLUNG!

—diikuti bunyi cukup lantang yang membuat Wendy mematung. Tidak salah lagi, dia yakin suara itu adalah bunyi notifikasi ponsel. Tapi, punya siapa?

KLUNG! KLUNG!

Ponsel Wendy berbunyi. Sebuah notifikasi masuk.

john_seo95 started following you. 3s.

john_seo95 liked your post. 2s.

Ya ampun! Aku harus bagaimana? Dia memfollowku! Duh, tidak bisa Wendy berkata-kata, jantungnya sekarang berdegup tidak karuan, ada rasa canggung juga takut yang diam-diam melingkupi hatinya.

Bagaimana tidak, sekarang Wendy bisa melihat jelas profil Johnny! Tapi tunggu dulu, seingat Wendy, Johnny mengendarai sepeda motor ke universitas. Kalau Johnny bisa aktif di sosial media saat ini, itu artinya bunyi notifikasi yang tadi Wendy dengar pasti—

Hey Wendy, direct saja aku dari insta kalau belum punya nomor teleponku!”

—berasal dari ponsel Johnny. Satu seruan mengejutkan Wendy, menyadarkannya kalau sedari tadi dia menggerutu dengan satu pendengar setia di depan sana.

Johnny masih ada di rumah!

FIN

IRISH’s Fingernotes:

BERHATI-HATILAH SAMA INSTA, KAWAN. Sesungguhnya, selain ketauan ngefollow itu, ngelike foto secara enggak sengaja juga bisa jadi sumber rasa malu berlebih yang berhari-hari bisa ditanggung dan kadang bisa berakhir depresi.

Btw, adakah di sini yang hobi ngestalk ig-nya gebetan atau bahkan mantan? :v ayo ngaku, apalagi yang sering engga sengaja ngasih love di post-an gebetan/mantan, wkwk.

Contact Me  ]

instagram wattpad wordpress

 

Advertisements

13 thoughts on “[SERIES] ANAK IBU KOST — Edisi: Direct Insta

  1. MATI SAJA KAU MBAK WENDY
    anyway knp harus pake foto mas jon yg itu sih bikin anak perawan gak santai aja
    Ini ceritanya kyk fangirling trselubungnya irish ke Johnny ya, deskripsinya Johnny di mata mbak Wendy gereget banget hahaha
    Keep writing!

    Liked by 1 person

  2. AKU !!!!!!
    Bisanya aku suka ngelove gak sengaja duhhh malu dan berujung mengomeli diri sendiri.

    Padahal tadi lagi gak mood, eh kelar baca ff iris jadi happy gini

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s