[Taeil’s Birthday] Ghostly Confession

 

Sebuah fanfiction 900 kata untuk ulang tahun Moon Taeil, bias NCT pertama saya dan masih menjadi bias saya sampai saat ini.

Kadang kala kita sulit mengakui rasa cinta kita pada orang lain karena kita takut untuk menyampaikannya. Mulai saat ini, singkirkan rasa takut itu dan berhentilah menunggu. Nyatakan cintamu pada mereka, orang yang kamu cintai sepenuh hati itu.

Selamat membaca!

Sudah satu jam lebih Andante menangis di meja belajarnya sambil memandangi laptop. Ia bahkan tidak peduli akan kehadiran Taeil yang sejak tadi melipat tangan di dada dan menggelengkan kepala karena tingkah laku Andante itu.

“Sudahlah, Andante,” kata Taeil sambil berdecak. “Jangan menangis terus seperti itu.”

Tapi Andante malah semakin menjadi-jadi, menangis sambil tersedu-sedu. Ia memegang layar laptopnya, membelai layar itu dengan penuh perasaan. Ada wajah seorang laki-laki tampan di layar yang menjadi wallpaper desktop Andante.

“Aku masih mencintaimu, Oppa. Kenapa kau tidak mengatakan apa-apa padaku saat kau pergi seperti ini?” Andante berkata pada foto di layar laptopnya, masih sambil menangis.

“Astaga, Andante,” Taeil berdecak-decak. “Sudah satu minggu dan kau masih menangisinya?”

“Diam, Moon Taeil!” Andante berseru. “Kau tidak tahu … tidak tahu … rasanya menunggu, menanti, … mencintai dalam diam, dan … dan …,” Andante terisak sejenak, “… mencintai orang yang bahkan tidak mencintaimu balik!”

“Aku tahu rasanya mencintai seseorang yang tak pernah mencintaiku balik,” jawab Taeil cepat, membuat Andante terdiam.

“Oh, sungguh?”

“Sungguh,” angguk Taeil, dan Andante pun langsung berhenti menangis. “Sama seperti cintamu dengan Kyuhun Oppa, anggota Super Junior yang baru masuk wajib militer itu.”

Mendengar nama idolanya disebut, Andante sudah siap histeris lagi. Matanya sudah berkaca-kaca, mengingat Kyuhyun sedang menjalankan wajib militer dan tidak akan aktif di dunia entertainment selama dua tahun ke depan. Bukan hanya wallpaper desktop Andante yang memajang wajah Kyuhyun. Di kamar Andante, hampir seluruh temboknya dihias poster penyanyi itu.

“Kenapa kau tidak pernah cerita padaku?” Andante tiba-tiba bertanya. “Apa aku kenal perempuan itu?”

“Kenal. Dia cantik, pintar, baik, lucu, dan menyenangkan. Dia cukup … dekat denganku. Bisa dibilang, aku kenal baik dengannya. Aku tahu betul semua hal tentangnya.”

“Apa dia menyukai laki-laki lain?”

“Ada laki-laki yang disukainya. Laki-laki itu juga orang yang bekerja di dunia entertainment. Laki-laki itu anggota boyband. Bagaimana bisa seorang mahasiswa biasa sepertiku mengalahkan seorang penyanyi seperti dia?”

Andante menekuk alisnya dan menatap Taeil dengan pandangan aneh. Jantung Taeil berdetak kencang, takut kalau rahasianya tentang wanita yang ia cintai itu terkuak oleh Andante.

“Rasanya aku mengenal perempuan dengan ciri-ciri seperti itu,” kata Andante akhirnya dengan tatapan penuh curiga. “Boleh aku menebaknya?”

Jantung Taeil ingin lepas rasanya. Ia berusaha tetap tidak goyah dan mengangguk kecil.

“Silahkan saja.”

“Kau bilang, aku mengenalnya,” kata Andante. “Ada laki-laki yang disukainya. Laki-laki itu juga orang yang bekerja di dunia entertainment, anggota boyband,” kata Andante lagi, dan Taeil mengangguk kecil sambil menelan ludah. “Dia cantik, pintar, baik, lucu, dan menyenangkan.”

“Iya, benar. Kau pasti tidak bisa menebaknya.”

“Bisa!”

“Siapa?”

Hening menyeruak di antara mereka. Andante yang berusaha membaca pikiran Taeil itu nampak memandang Taeil dalam-dalam. Sementara Taeil yang takut rahasianya terbongkar pun berusaha mengeraskan rahang agar tidak goyah karena tatapan Andante.

“Dia pasti … Taeyeon Girls’ Generation, ‘kan?!”

Helaan napas lega langsung terdengar dari mulut Taeil. Laki-laki itu bisa melihat wajah ceria Andante dihias tawa keras karena mengira berhasil menebak perempuan yang dicintai Taeil. Andante tidak tahu bahwa Taeil sudah hampir pingsan karena mengira clue-clue yang diberikannya terlalu transparan. Ternyata, Andante tidak sepeka itu untuk mengetahui orang yang dicintai Taeil.

“Benar,” kata Taeil cepat. “Sudah kuduga, kau memang sangat mengenalku,” bohong Taeil akhirnya, tidak bisa mengatakan siapa orang yang benar-benar dia cintai. “By the way, ini sudah siang. Aku harus kembali ke rumahku,” kata Taeil sambil tersenyum. “Jangan terlalu lama memandangi wajah Kyuhyun Oppa seperti itu. Kau hanya membuang waktu.”

Andante tertawa mendengar ucapan Taeil itu dan mengangguk kecil. Ia melambai pada Taeil sebelum laki-laki itu menghilang di balik pintu.

-=-

Taeil memandang pintu kamar Andante yang ditutupnya rapat. Ada suara lagu-lagu Kyuhyun terdengar dari kamar Andante. Kyuhyun adalah penyanyi favorit Andante sejak perempuan itu SMP. Dan Andante adalah seseorang yang Taeil kenal sejak Taeil SD.

“Seandainya kau tahu perasaanku yang sebenarnya, Andante,” kata Taeil pelan pada pintu kamar Andante. “Aku cinta padamu meski kau tidak pernah menganggapku lebih dari teman. Aku hanya akan menjadi orang yang menghapus air matamu meski kau menangis karena laki-laki lain, laki-laki yang kau cintai. Mungkin bukan Kyuhyun Oppa, idolamu itu. Dia terlalu jauh dan fana. Tapi pasti nanti kau akan menangis karena laki-laki lain.”

Taeil tidak pulang seperti kata-katanya. Ia duduk di lantai, di dekat tembok kamar Andante dan ikut mendengarkan lagu yang mengalun merdu dari kamar Andante.

누군가를 기다리는 아픔은

누구보다 잘 아니까

‘Lebih dari siapapun, aku paham benar rasanya menanti seseorang.’

-=-

Sementara di kamarnya, Andante memasang lagu Kyuhyun keras-keras agar Taeil tidak tahu bahwa ia menangis. Andante tidak menangis karena Kyuhyun masuk wajib militer. Ia sudah cukup dewasa untuk menyadari bahwa anggota boyband itu hanyalah idolanya. Yang ia tangisi adalah cintanya pada Taeil yang tidak berani ia ungkapkan.

“Seandainya tadi aku menebak bahwa akulah yang kau cintai, apa kau akan mengakuinya, Moon Taeil?” Andante berkata pelan. “Aku menunggu kau jujur. Aku menunggu keberanianku untuk melangkah lebih jauh bersamamu. Aku hanya menunggu dalam kebodohan dan cintaku. Kenapa aku hanya menunggu seperti ini?” Andante terisak.

Dari kamarnya, lagu One Confession terus mengalun merdu, menemani tangis pelan Andante yang ia sembunyikan dari Taeil.

너를 보며 눈을 맞추고

시시한 말에 웃고 사랑을 말하는 꿈

너란 꿈을 꿀 수 있어서

내 가슴 한 켠에 있어줘서

고마워

‘Bermimpi bersamamu, menatap matamu, tertawa karena hal lucu, berbicara tentang mimpi cinta, dan terus bermimpi. Mimpi itu adalah kamu. Untuk selalu ada dalam hatiku, terima kasih.’

-End-

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s