[NCTFFI Freelance] Dyre (Chapter 4)

DYRE

Genre  : School Life, Friendship, Love, Comedy, Drama

Main Cast       : [NCT’s] Mark Lee, Jung Hana (OC), Choi Yora (OC)

Additional Cast          : Mrs.Choi (Yora’s Mom)

Rating : Teen

Summary        : Dyre is another word for love

Lari Pagi

.

.

.

Tidak ada yang lebih menyenangkan selain menghirup udara pagi ditepi sungai Han dihari libur seperti ini.

Bahkan sampai Byun Baekhyun-member grup EXO kesukaan Hana- mengkonfirmasi hubungannya dengan Irene Bae-member grup Red Velvet kesukaan Hana juga-.

Anyway, Hana sekali lagi sangat menikmati momen ini.

Bukan, Ia tidak sedang bersama Mark, pacarnya yang baru jadian sekitar seminggu yang lalu.

“Huh…huh…kamu nih…huh…larinya pelan-pelan dikit dong, huh…capek tau aku nyusul kamu” kata Yora yang masih sibuk mengatur nafasya karena kelelahan berlari.

“Kalo larinya pelan-pelan, namanya bukan lari, tapi jalan” kata Hana sambil terkekeh melihat sahabatnya itu kelelahan padahal baru berlari satu putaran lapangan basket di dekat sungai Han.

“Iya juga sih, abis, udah tau kamu kakinya panjang, pakai ajak aku lari pagi, lagi” protes Yora yang sekarang membenarkan posisi berdirinya setelah membungkuk karena kelelahan.

“Kamu tuh harus olahraga sekali-kali, Ra, liat tuh pipi kamu, nanti kalo kak Johnny makin gemas sama kamu gimana?” ledek Hana yang langsung membuat jarak dengan sedikit berlari dari Yora.

Ia takut kalau sahabatnya itu bakal mencekik lehernya dan membuangnya langsung ke sungai Han.

“Jung Hana! Awas ya kamu kalau ketangkap! Bakal aku jadiin adonan roti terus aku kasih ke mamaku biar dipanggang di oven” fyi, ibu Yora adalah seorang penjual roti.

Hana hampir jatuh karena berlari dengan langkah mundur-karena takut Yora menangkapnya dari belakang-sehingga tidak tahu ada batu dibelakangnya.

Tidak, kok, untungnya pantat mulus Hana belum sempat mencium kasar tanah karena Mark berhasil menangkapnya dari belakang.

Mereka sempat beradu pandang cukup lama, sampai akhirnya kesadaran Hana kembali setelah Mark tersenyum padanya.

Mark membantu gadis Jung-pacanya-itu untuk kembali bangun.

Demi suara merdu Baekhyun saat sedang bernyanyi lagu Rain bersama Soyou SISTAR, jantung Hana rasanya seperti mau meledak.

Mereka memang sudah jadian sejak seminggu yang lalu.

Tapi setiap Mark melempar senyum khas nya pada Hana, setiap itu juga Hana merasa ada kupu-kupu yang hinggap dan membawa jantungnnya terbang.

“Kakak ngapain lari-lari sambil mundur gitu, sih?” tanya Mark pada Hana tak habis pikir melihat ulah kekasihya itu.

“Ah, aku, tadi abis lari dari kejaran Yora” ujar Hana membenarkan posisi berdirinya

Mata nya mengerjap tak lama kemudian karena sadar akan satu hal.

“Loh kamu kok bisa disini?!” pekiknya dengan suara khasnya didepan Mark yang dibuat kaget untuk sesaat mendengarnya.

“Emang gak boleh ya? Aku kan juga mau lari pagi, biar kakiku ini kuat mukul bass drum” ujar Mark dibarengi tertawa kecil nya yang khas.

“Aku baru tau loh lari pagi ada hubungannya sama kuat mukul bass drum” ujar Hana polos dengan suaranya yang kembali terdengar lembut ditelinga Mark setelah tadi Ia berteriak.

“Haha, ada kok, Kak. Ngomong-ngomong kakak bilang tadi ada kak Yora, ya? Mana dia?” tanya Mark yang memicingkan mata sipit milik pemuda berdarah Kanada-Korea itu, melihat ke sekitar.

“Ah, kamu cari dia aja sendiri, aku mau sembunyi dulu” ujar Hana yang baru saja akan kembali berlari, sebelum Mark menahannya.

“Kak, tunggu, aku punya ide, gimana kalau ikut aku sembunyinya? Aku tau tempat yang pas dan nyaman buat sembunyi” ujar Mark yakin.

“Hmm…boleh deh” ujar Hana menatap penuh kepercayaan pada kekasihnya yang terpaut beda usia 2 tahun itu.

“Nah, kalau gitu, ayo ikut aku” Mark semangat sampai tak sadar sudah menarik tangan Hana lumayan keras.

Mereka berdiri di depan toko roti bertuliskan ‘TOKO ROTI MRS.CHOI’ yang bau aroma rotinya bahkan sudah tercium hanya dengan berdiri didepan tokonya saja.

Hana tahu betul siapa pemilik toko roti itu yang tak lain adalah Ibu dari sahabatya sendiri yang tadi sudah seperti zombie yang siap menggigit leher Hana.

Well, rumah Yora hanya berjarak dua blok dari toko rotinya yang berada dijalan utama dekat sungai Han.

Tanpa curiga-takut-takut Yora sudah berada didalam sana duluan-Hana pun ikut masuk kedalam mengikuti Mark yang sepertinya sudah kelaparan pagi ini.

Mereka memesan dua buah roti dan susu coklat hangat.

Mark memutuskan untuk duduk dimeja dekat jendela toko roti itu untuk menikmati sarapannya bersama Hana sambil melihat orang-orang berlalu lalang diluar.

Sebenarnya Mark juga tidak tahu kenapa ia bisa seberani ini menawari Hana untuk sarapan berdua.

Bagaimana tidak, Ibu Yora bilang kalau toko rotinya baru buka 15 menit yang lalu dan mereka adalah pelanggan pertama pagi ini.

Jadi hanya ada Mark dan Hana berdua, ditoko roti, sepagi ini.

Oh bukan, sekarang sudah jam 7 waktu sekitar, jadi matahari sudah mulai terbit saat Mark dan Hana tengah menikmati sarapan.

“Mark, makannya jangan berantakan dong, tuh liat mulut kamu, ada sisa remahan roti, sini aku bersihin” ujar Hana tanpa ragu membersihkan remahan roti yang menempel di mulut Mark.

“Ah…i-iya kak, aku bakal hati-hati lain kali kalau makan roti”

Apa ini? Kali ini jantung Mark yang sepertinya hancur berantakan seperti puzzle yang sudah susah payah ia susun, kemudian dirusak oleh Haechan-adik Mark-begitu saja.

“Gak Cuma makan roti aja, Mark, kamu kan udah besar, kalau gak ada aku, berarti kamu selalu makan berantakan gini, dong?” tanya Hana yang lagi-lagi suaranya terdengar sangat lembut dirungu Mark.

Hal seperti ini lah yang membuat pemuda itu punya alasan lain kenapa ia sangat menyukai Hana selain saat melihat Hana melukis.

“Tenang aja, kak, aku gak bakal makan berantakan lagi, kok”

Tidak.

Mark berbohong.

Ia suka momen ini dan lebih memilih untuk selalu menyisakan makanannya dimulut saat makan bersama Hana, supaya Ia bisa selalu merasakan tangan lembut Hana menyentuh pipinya saat membersihkan sisa makanan yang sengaja Mark tinggalkan disisi mulutnya.

“Waahh…apaan ini, ada yang mesra-mesraan ditoko roti ibuku sepagi ini rupanya”

Kalimat itu sukses membuat Mark dan Hana sama-sama terkejut karena nadaya terdengar sangat menyebalkan, sama seperti raut wajah orang yang baru saja mengatakannya.

“Kak Yora? Kok tau kita disini? Nyariin Kak Hana ya?” dengan polos Mark malah tersenyum pada Yora, mengesampingkan wajah kekasihnya, Hana yang saat ini tidak tahu mau ditaruh dimana karena malu.

“Eh, ini Mark Lee kan? Anak kelas 1 itu? Ini toko roti Ibuku, tau?!” pekik Yora didepan Mark dan Hana.

“Oh gitu, pantesan. Oh iya, silakan duduk, kak” ujar Mark sambil mendorong kursi kosong disampingnya dan juga Hana.

“Makasih” ujar Yora singkat dan kemudian ikut duduk diantara Mark dan Hana.

Ohiya Yora kan masih ada urusan dengan Hana “Woy, Jung Hana, aku mau ngomong sama kamu nih, kenapa malah sembunyi gitu? Aku gak gigit kok” ujar Yora menendang kaki Hana pelan supaya sahabatnya itu mau memperhatikannya sebentar.

“Selamat pagi, Choi Yora” Hana malah langsung berbicara formal dan sedikit membungkuk pada sahabatnya yang bahkan usia mereka ada ditahun yang sama saking canggung dan bingung mau berbuat apa sekarang.

“Kamu belum minta maaf sama aku soal tadi, malah lari ninggalin aku aja. Dan, kenapa kalian keliatan mesra? Kalian udah jadian, ya?” pertanyaan terakhir dari Yora sukses membuat Mark hampir menyemburkan susu coklat hangat yang baru saja ia minum kewajah Hana sebelum ia berhasil menelannya dengan mata terbelalak karena terkejut.

“Kamu kenapa bisa ngomong gitu, sih, Ra?” tanya Hana pura-pura tidak paham dengan pertanyaan Yora.

“Ngomong apa? Pacarmu nih, yang seminggu lalu minta tolong ke aku buat berani deketin kamu dan akhirnya nyatain perasaannya, pas kita mau masuk kelas melukis bareng” Jelas Yora lagi-lagi dengan suara nyaring nan kerasnya yang khas.

Suaranya bahkan terdegar sampai ke mea kasir toko itu dimana Ibunya sedang berada yang hanya bisa menggeleng keheranan melihat kelakuan putri semata wayangnya itu.

“Hehe, kakak mau aku traktir apa? Itung-itung sebagai ucapan terima kasih, deh” ujar Mark tenang namun malah terlihat seperti canggung dimata kakak kelasnya yang galak dan pernah menghukumnya untuk jadi pemimpin upacara saat MOS karena telat saat itu.

“Gak usah, nikmatin aja waktu mesra kalian berdua, aku juga mau mesra-mesraan sama poster Moon Taeil ku di kamar” ujar Yora yang kemudian dengan langkah cepat menjauh dari Mark dan Hana kemudian keluar dari toko roti itu untuk kembali ke rumahnya.

tbc

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s