[NCTFFI Freelance] Dyre (Chapter 6)

DYRE

Genre  : School Life, Friendship, Love, Comedy, Drama

Main Cast       : [NCT’s] Johnny Seo, Jung Jaehyun, Yoo Raein

Rating : Teen

Summary        : Dyre is another word for love

Hafalan

.

.

.

Benar yang dibilang orang-orang, hari libur itu rasanya cepat sekali berlalu.

Demi kerang ajaib milik spongebob yang dapat berbicara dan mejawab semua pertanyaan, Raein sangat menyetujui peryataan itu karena rasanya baru pukul 9 tadi-saat kak Johnny sukses membangunkan si putri tidur itu-bangun.

Sekarang pukul 4 sore waktu sekitar, dan Kak Johnny juga belum kunjung menampakan batang hidungnya kembali di apartemen minimalis tempat Raein dan Johnny tinggal.

“Hi, aku boleh ga kerumah kamu?” pertanyaan lewat pesan singkat yang muncul dilayar ponsel kawak Raein, membuat sang empunya mendadak gelagapan.

Bagaimana tidakㅡ“Ah…kamu mau ngapain ke rumahku, lagian aku gak tinggal dirumah, aku tinggal diapartemen”

ㅡitukan pesan singkat dari Jaehyun.

Jari-jari lentik si gadis tomboy itu akhirnya berhasil mengetik beberapa kalimat setelah sebelumnya butuh 5 10 menit untuknya menentukan kalimat apa yang cocok untuk menjawab pesan singkat Jaehyun.

“Yah, sayang banget, padahal aku udah didepan apartemen kamu”

Demi Tuhan! Rasanya seperti ada ribuan ninja hokage didalam perut Raein yang baru saja menanacapkan senjata mereka tepat dijantung gadis bermarga Yoo itu saat dirinya membaca pesan singkat Jaehyun berikutnya.

Ia menengok keluar lewat jendela kamarnya yang berhadapan langsung dengan lobi utama apartemen tempat tinggalnyaㅡ“J-Jaehyun…”

ㅡuntuk memastikan bahwa lelaki dengan lesung pipi yang terlihat saat tersenyum itu memang sudah ada didepan apartemen  Raein sesuai perkataan Jaehyun.

“Hehe, kamu turun juga akhirnya, padahal aku udah mau pulang” ujar Jaehyun sambil terkekeh dan membenarkan posisi tas punggung yang saat ini sedang ia bawa saat Raein dengan kikuknya berdiri dihadapan Jaehyun yang ternyata diam-diam sudah menunggu dibawah kurang lebih 15 menit.

Raein dibuat semakin kikuk karena sekarang Cuma ada dirinya dan Jaehyun.

Lagi-lagi Kak Johnny belum pulang setelah pamit pergi dari pagi tadi.

Well, untuk mencairkan suasana, Raein memutuskan untuk buka mulut dan bicara apapun yang bisa Ia utarakan pada Jaehyun termasuk bertanya apa tujuan lelaki yang menyandang jabatan ketua kelas di sekolah itu datang ke tempat tinggal Raein.

Jantungnya serasa berhenti berdegup seketika.

Bagaimana tidak, Jaehyun berkali-kali melempar senyum kepada Raein, si gadis berambut sebahu yang tak ingat apa Ia sudah mandi atau belum hari ini karena sepanjang hari ini kerjanya Cuma berbaring dikasur saja.

Oh iya Raein ingat, baju seragam yang si lelaki bermarga Jung itu pinjamkan kemarin, mungkin itu alasan kenapa Jaehyun datang ke apartemen Raein.

“Kan aku bilang, santai aja, lagian aku kesini bukan buat itu, Rey…” ah geli sekali rasanya telinga Raein mendengar suara lembut Jaehyun memanggil nama panggilan Raein.

“Terus…?” Raein berkali-kali mengatur nafasnya, walaupun sekarang rasanya semakin sesak, bak sedang berada diluar angkasa tanpa alat bantu untuk bernapas.

“Besok, kan ada hapalan rumus kimia kamu gak ingat? Nah aku kesini mau belajar bareng sama kamu, kamu kan cerdas” kali ini perkataan Jaehyun sungguh membuat perut Raein yang gantian merasa geli.

Rasanya Ia ingin langsung tertawa kencang tepat didepan wajah Jaehyun mendegar pujian lelaki itu.

“Oh iya-ya, aku bahkan belum sempat lihat buku sama sekali”

Dasar Raein, Ia terlihat seperti orang payah sekarang karena bicaranya yang gemetaran padahal tidak sedang bicara dengan seorang profesor, itu Cuma Jaehyun, bung!

“Nah, kalau begitu, ayo kita belajar sama-sama sekarang, kan kalau sama-sama bisa lebih cepat selesai, siapa tahu bisa bertukar tips cara menghapal yang cepat juga” ujar Jaehyun sambil tersenyum.

Hal itu membuat Raein ingin memukul wajahnya sendiri dengan buku paket kimia tebal yang Jaehyun bawa, karena rasanya wajah Raein mulai panas berkat ulah Jaehyun.

“Kamu kok bisa tahu aku tinggal disini?” tanya Raein lagi.

Sepertinya Yoo Raein yang biasanya paling kalem diantara Hana dan Yora, sahabatnya sekarang malah berubah jadi gadis bawel didepan lelaki yang Ia suka.

“Kamu lupa ya? Kan kemarin kita pulang bareng, 1 bis, pas habis makan eskrim, ah kamu payah, melupakan momen indah bareng cowok ganteng kaya aku begitu aja” ujar Jaehyun yang malah mendapat senyum sinis dari Raein.

Tak habis pikir, ternyata Jaehyun yang selama ini Raein kenal kalem, bisa berkata sekonyol itu juga.

Jangan-jangan Jaehyun diam-diam belajar melucu dengan Kak Johnny? Konyol sekali.

“Ah, iya-ya…”

Anyway, mungkin kalau Raein itu bidak yang dipakainya bermain catur bersama kak Johnny kala senggang, saat ini ia sudah skak mat.

Tepatnya sekarang Raein bingung harus berkata apalagi didepan Jaehyun yang selalu pandai menjawab pertanyaan Raein.

Sesuai dugaan Raein, Jaehyun itu pandai dalam urusan tanya jawab.

“Raein, aku mau tanya dong, caranya supaya cepat hapal sama unsur golongan ini gimana?” tanya Jaehyun sambil menyodorkan salah satu halaman dibuku paketnya yang bergambar unsur-unsur golongan dalam pelajaran kimia.

“Ah ini sih gampang, kamu tinggal buat kalimat dari huruf-hurufnya aja, misal untuk golongan 1A, jadiin kalimat ’Hari Libur Nanti Kita Rebut Celana Si Ferry’ gitu” jawab Raein yang malah mendapat respon pandangan Jaehyun yang menatap dalam wajah imut gadis yang sepertinya mulai ingat kalau hari ini ia memang belum mandi.

Siapa yang sangka, bahwa obrolan mereka kini semakin hangat.

Yup, tak ada lagi kecanggungan yang Raein.

Buktinya, sekarang mereka malah saling tertawa, saat Jaehyun membuat lelucon sederhana untuk Raein yang sepertinya matanya sudah hampir juling karena kepusingan melihat rumus-rumus kimia dihadapannya.

Dan tak butuh waktu lama bagi Jaehyun untuk mengakui bahwa ia mulai menyukai Raein.

Mereka saling tertawa renyah sampai tak sadar bahwa ada seseorang yang memperhatikan mereka dari daun pintu sejak 5 menit yang lalu.

Raein lah yang lebih dulu sadar, bahwa pria berpawakan besar dengan tinggi bak menara Namsan-seperti yang Yora katakan padanya-sedang menatap geli kelakuan adik sepupunya itu.

Johnny bahkan bergidik saat lewat didepan mereka seolah meledek.

Jaehyun bangun dan segera membungkuk dihadapan Johnny, sementara yang diberi hormat hanya mengangkat salah satu tangannya segan untuk menjawab salam dari lelaki yang ia ketahui adalah pacar Raein.

Fyi, Raein belum pernah dapat tamu pria, kalaupun ada, palingan itu kak Yuta-teman bermain game kak Johnny yang datang sebulan sekali.

“Kayanya tante harus tahu deh, anak perempuannya udah berani centil sama cowo” ledek Johnny di ambang pintu kamarnya.

Sambil mengeluarkan ponselnya, Johnny bermaksud mengancam adiknya yang sedang duduk disatu sofa dengan Jaehyun.

“Apa sih kak! Ini Cuma temanku tahu! Nih lihat, buku paket tebal, kakak mau aku lempar pakai ini?!” pungkas Raein yang mukanya makin memerah sambil mengangkat buku paket tebal dan memelototkan matanya kearah kakak sepupunya sendiri.

“Rey, jangan begitu sama kakak kamu” ujar Jaehyun coba sedikit mencairkan suasana.

“Tuh dengar, kayanya kamu emang harus punya pacar deh Rey, biar sedikit jadi feminim dan gak bentak-bentak aku terus” tambah Johnny yang menutup wajanya dengan kedua tangannya seolah sedang menangis.

“Kak, mending kakak mandi deh, bau tahu, apalagi pas lewat disamping kami, aku tahu kok kakak habis nge date sama Yora, ya kan? Sampai lupa waktu dan baru pulang pukul 7 malam begini, apa mau aku bilangin paman Seo biar disuruh balik ke Chicago?” kali ini Raein yang gantian mengancam Johnny.

“Aduh, udah-udah kalian jadi berantem ya gara-gara aku, kalau gitu aku pulang saja, deh, aku lanjut belajarnya dirumah, kau juga jangan lupa lanjut menghapal ya Raein” Jaehyun menginterupsi perkelahian antar saudara sepupu itu yang sepertinya memang sudah sering mereka lakukan sejak kecil.

“Hati-hati dijalan, kalau kamu jatuh nanti Raein bisa nangis semalaman” ledek Johnny yang hanya direspon cengiran garing Jaehyun sementara Raein sudah tidak tahan untuk menjambak rambut Johnny sampai botak.

“Biar aku antar ke luar kalau begitu” ujar Raein yang lebih memilih untuk sabar mengahadapi keusilan kakaknya malam ini.

Yah, Ia takut kalau nanti Jaehyun malah jadi ikut takut melihat Raein yang kalau sudah marah bisa seperti Hitler, menyeramkan bukan?

“Kamu memangnya gak tinggal sama orang tua kamu? Tanya Jaehyun pada Raein yang saat ini sedang bersamanya dihalte bis dekat apartemen.

“Ahh, enggak, orang tuaku tinggal di Jepang karena mereka kerjanya disana, tadinya aku mau disuruh sekolah disana, Cuma kayanya kok gak bisa pergi gitu aja ninggali Korea, tempat lahirku”

“Apalagi di Korea lebih banyak cowok keren, kaya aku ini, ya gak?” dengan percaya dirinya Jaehyun memuji dirinya sendiri didepan Raein yang memutar bola matanya malas sambil menahan tertawa karena  geli sekali rasanya mendengar perkataan Jaehyun itu.

“Ya-ya.. terserah kamu saja, haha”

Fyi, Raein itu bukan Hana atau Yora yang bisa berbohong soal penampilan keren lelaki yang mereka suka, dia terlalu jujur bukan? Ah tepatnya ia-dengan mudahnya-setuju dengan teori pujian diri sendiri milik Jaehyun barusan.

“Yaudah, Rey bis nya udah mau sampai tuh” pungkas Jaehyun  bersiap untuk naik bis merah yang sudah mulai mendekati halte tempat Jaehyun menunggu bis.

“Hati-hati ya, Jae” ujar Raein saat melihat Jaehyun mulai naik kedalam bis.

“Oh, ya Rey!” Jaehyun berbalik badan buru-buru, menghampiri Raein yang berdiri beberapa senti dari bus dan mengecup kening Raeinㅡ

“Tidur nyenyak, ya”

ㅡmembuat empunya merasa seperti jadi roket percobaan Ji Hansol sensaengnim-guru fisika-yang baru saja berhasil melesat ke langit.

Sementara yang tadi berani mencium Raein, malah tertawa meninggalkan Raein yang wajahnya memerah dan masuk ke dalam bis.

tbc

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s