[SERIES] ANAK IBU KOST — Edisi: Cheese Cake? Kode?

|   Anak Ibu Kost  |

[ Edisi: Cheese Cake? Kode? ]

|   Johnny  x  Wendy   |

|  Fluff x Slice of Life  |

|   Series   |   Teenagers   |

2017 © Story created by IRISH

‘ kenapa tiba-tiba membelikanku cheese cake segala? ‘

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author`s Eyes…

“Pacarnya Nando cantik ya, Bibi Seo.”

“Hm? Oh… Hanna? Iya, menurut Bibi memang Hanna cantik, sih. Tapi Nando itu aneh juga, baru awal bulan kemarin ngajak perempuan cantik lain ke rumah, eh ternyata sudah ada yang baru lagi.”

Oh—Wendy tidak pernah tahu tentang ini.

“Benarkah? Berarti Hanna ini pacar yang baru ya?” Wendy lagi-lagi memancing pembicaraan, sementara dirinya tengah mengistirahatkan punggung yang serasa akan patah pasca membantu Bibi Seo menata tanaman di depan rumah.

“Iya, Nando memang begitu, suka ganti-ganti pacar, untung saja mereka pacaran dengan sehat, tidak suka aneh-aneh seperti ke club malam atau sejenisnya itu.” Bibi Seo berkelakar. Melihat adanya kesempatan untuk sedikit menanyakan tentang Johnny, Wendy tentu tidak bisa diam saja, bukan?

Hey, bukan Wendy namanya kalau dia menyerah begitu saja atas Johnny hanya karena pemuda itu sudah punya kekasih. Mereka masih muda, mau berapa lama pula hubungan dua sejoli itu akan awet?

“Kalau Johnny bagaimana? Apa seperti Nando juga?” tanya Wendy.

Umm, tidak sepertinya. Dibanding Nando, Johnny itu lebih setia. Dari dua tahun lalu, dia selalu mengajak Nancy di acara-acara keluarga. Sepertinya Johnny serius menjalin hubungan dengan Nancy.”

Sial. Pupus sudah harapan Wendy untuk meneruskan keinginannya untuk menaruh hati pada Johnny. Apa yang dikatakan Bibi Seo saja sudah lebih dari cukup untuk membuat Wendy tahu, dia tidak punya harapan untuk mendapatkan hati Johnny.

KREEETTT!

Terdengar deritan gerbang tua milik kediaman keluarga Seo berbunyi.

“Ah, itu Johnny. Wendy bisa minta tolong bantu Johnny membuka gerbangnya? Dia belum terbiasa dengan gerbang tua itu.” Bibi Seo berucap.

“Hmm, tentu saja,” Wendy berkata, dia segera tinggalkan ponsel yang sedari tadi pura-pura sibuk dimainkannya sebelum dia kemudian melangkah ke ruang depan rumah Bibi Seo.

Bisa Wendy lihat bagaimana Johnny berdiri di depan gerbang dengan atribut lengkap favoritnya—pakaian serba hitam serta tas gunung di punggung—sepeda motor pria yang digunakannya bahkan juga berwarna hitam. Wendy sekarang yakin benar kalau Johnny senang warna gelap.

“Biar kubantu,” Wendy berkata saat melihat Johnny bergerak melepaskan sarung tangan hitamnya—mungkin dia tidak bisa menggeser gerbang besar rumahnya dengan sarung tangan yang terpasang.

Thanks,” gumaman Johnny terdengar dari balik helm teropong yang ia kenakan.

Setelah gerbang terbuka separuhnya, Johnny segera menaiki motornya dan mengendarai benda itu ke teras rumah, sementara Wendy menunggu dan akhirnya menutup gerbang rumah lagi saat Johnny sudah masuk.

“Kamu sudah dari tadi bersama Ibu?” tanya Johnny membuat Wendy berbalik, menatap pemuda yang sekarang tengah melepaskan sepatunya di rak sepatu, sementara helmnya sudah terlepas entah sejak kapan.

“Iya, tadi Bibi Seo minta ditemani menata tanaman di depan,” Wendy menyahut, sedikit merasa canggung juga untuk bicara santai pada Johnny karena sekarang gadis itu tahu kalau Johnny sudah punya—

“Ini, tadi kubelikan cheese cake di perjalanan pulang. Kata Ibu kamu suka cheese cake.” tiba-tiba saja Johnny mengulurkan bungkusan berbentuk kotak yang sedari tadi dibawanya di tangan.

“Eh? Kenapa tiba-tiba membelikanku cheese cake segala?” tanya Wendy tidak mengerti, tapi belum-belum berusaha memahami maksud di balik tindakan Johnny sekarang, jantung Wendy sudah terjebak euforia.

“Aku pikir kamu mungkin suka, toko tempatku membelinya adalah milik temanku, dan tokonya baru buka. Tadi aku mampir di sana, dan aku lihat ada cheese cake di etalase kuenya, tiba-tiba saja terpikir olehku untuk membelikanmu. Ya, untungnya kamu ada di rumah saat aku pulang.” Johnny berkelakar sambil melangkah masuk ke dalam rumah, sedangkan Wendy mengekori dengan setia di belakangnya.

Diam-diam jantung Wendy bertalu, tidak habis pikir dia mengapa Johnny membelikannya cheese cake, padahal bisa saja dia membelikan Nancy saja, bukan? Lagipula, Wendy tidak akan tahu kalau Johnny punya teman yang punya toko kue.

“Terima kasih, Johnny…” dengan tulus kata itu meluncur dari bibir Wendy, dadanya tiba-tiba saja berdesir, seluruh tubuhnya menghangat saat menyadari bahwa Johnny membelikan kue itu semata-mata karena dia tahu Wendy suka.

Johnny bahkan tidak menduga kalau Wendy ada di rumahnya, bukan?

Mendengar kalimat Wendy barusan, Johnny akhirnya berbalik. Diperhatikannya Wendy dari atas sampai bawah sebelum dia kemudian mengulum senyum.

“Iya, sama-sama. Kalau kuenya enak, bilang saja, nanti kapan-kapan aku belikan lagi, okay?” Johnny berucap, sementara Wendy sendiri masih larut dalam euforia.

Bukan, dia bukannya senang berlebihan karena tiba-tiba mendapat cheese cake. Tapi dia kepalang senang karena tahu Johnny mengenal dan mengingat ‘sedikit’ tentang Wendy. Itu saja.

“Oh iya, Wen, aku baru ingat. Kalau memang diajak Ibu seharian di rumah, kamu boleh pinjam pakaianku untuk berganti pakaian, kok. Daripada memakai baju yang sama lagi setelah mandi. Rasanya pasti tidak nyaman.” Johnny berucap sebelum tubuhnya tenggelam di balik tembok.

Wendy sendiri berdiri mematung. Kalimat macam apa yang baru saja Johnny utarakan padanya? Wendy boleh meminjam pakaian Johnny kalau gadis itu mandi di rumah keluarga Seo? Ya Tuhan, Wendy pasti sudah benar-benar gila sekarang.

Sebenarnya, cheese cake yang dibelikan Johnny memang sekedar kebetulan saja, atau kode lainnya pada Wendy agar gadis itu tidak menjauh dari Johnny?

Terus, apa maksudnya dengan ‘boleh meminjam pakaian’ yang baru saja Johnny ucapkan?

FIN

IRISH’s Fingernotes:

CIEH, MASJOHN KODE CIEH. KODE ATAU PHP SIH SEBENERNYA KAMU MAS, JANGAN MAININ HATI DEDEK WENDY COBA, KASIAN DIA SPORT JANTUNG MULU GEGARA ENTE MAS.

Ah, besok Mbak Wendy bakal diapain lagi ini sama Mas John ceritanya, wkwk.

Anyway, mumpung malem takbiran jadi sekalian aja deh ini ngepost ceritanya mereka sambil saling berbagi maaf. Untuk yang muslim dan merayakan hari raya—Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Irish mewakili keluarga mohon maaf lahir dan batin apabila selama ini pernah mengucapkan kata-kata yang kurang berkenan baik disengaja maupun enggak disengaja.

Semoga kita bisa ketemu lagi di 1 Syawal tahun berikutnya, dan berikutnya lagi.

Selamat bermalam takbiran!

Contact Me  ]

instagram wattpad wordpress

Advertisements

9 thoughts on “[SERIES] ANAK IBU KOST — Edisi: Cheese Cake? Kode?

  1. Ahhh kak irish beneran update semalem ya walaupun aku baru baca sekarang tapi seneng banget….

    Heh kamu johnny jangan php sama wendy ya nanti dia udah seneng-seneng kamu hempasin lagi..

    Tapi kenapa sih ah gemes banget wendy-nya pengen uyel-uyel jadinya…

    Suka banget sama mereka berdua…

    Ngomong-ngomong selamat lebaran juga to kak irish dan keluarga mohon maaf lahir dan batin yaa 💜💜💜

    Like

    • Iya dong XD aku kan udah bilang kalo mau posting lagi XD wkwkwkw bahkan sekarang aku posting satu lagi loh saking demennya sama si Johnny akhir-akhir ini XD iya ~ mohon maaf lahir batin juga yaaa []

      Like

  2. OH MY GIRL OH MY GOD MALAM TAKBIRAN LAGI JEDAG-JEDUG, BACA INI MAKIN JEDAG-JEDUG SAMPE KE ULU HATI. BHAK

    Dasar kamu mas john doyan ngegombalin anak orang, untung udah ga puasa. Bisa batal ini dududu…

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s