[Chaptered] My Lesbian Roommate (Page 15)

mylesbianroommate

|| Cast : Jaehyun, Chaeyeon, Yeri, Cha Eun Woo | Genre : romance, hurt/comfort, college-life | Rating : PG-17 ||

.

.

.

Mungkin Jaehyun sudah berlebihan. Masa hanya karena seorang gadis, pikirannya bisa sampai kacau balau begini? Tapi kalau dipikir-pikir, ini adalah pengalaman pertama baginya. Selain jatuh cinta, ia juga dihantui oleh perasaan bersalah. Berbeda dengan kondisi saat ia menyukai Kim Ye Rim. Dia, kan, gadis polos yang mudah diatur. Proses pendekatan hingga sampai jadian pun tidak memakan waktu lama dan usaha keras. Tahu-tahu saja dapat. Begitulah kira-kira.

Sepertinya pemuda itu memang benar-benar harus berhenti menyiksa dirinya sendiri. Ia pun membuka browser, coba melakukan riset di internet tentang penelitian selanjutnya yang akan ia jalankan bulan depan. Meski tidak sampai rinci, setidaknya ia punya gambaran umumnya. Misi kali ini tidak seberat yang ia lakukan tempo hari—menyamar sebagai wanita sampai membuat hati seseorang terluka. Kali ini ia cuma perlu meneliti tentang proses budidaya ikan lele.

Sebuah notifikasi tiba-tiba muncul dari bilah statusnya.

yerimiiiiii just posted a photo

Jaehyun refleks menyeringai. Saking sibuknya mengurus penelitian—dan sibuk menghabiskan waktu bersama Chaeyeon—dia lupa kalau masih mengaktifkan pemberitahuan kiriman pada akun milik mantan kekasihnya itu.

yerimiiiiii

WhatsApp Image 2017-06-30 at 20.54.57

❤ 743 likes

yerimiiiiii thanks for made my day ~

Jaehyun sedikit banyak tahu tentang pemuda yang ada di sebelah Yerim dalam foto itu. Namanya Jeon Jung Kook. Dia adalah penyebab pertengkaran Yerim dan Jaehyun di hari valentine. Karena saat mengunjungi rumah Yerim pada hari itu, tiba-tiba saja ia menemukan sebuket bunga beserta coklat tergeletak di depan pintu rumahnya. Jaehyun tertawa mengingat kenangan manis itu, meski pada akhirnya ia sadar jika tidak ada gunanya untuk mengingat.

Setidaknya Jaehyun senang apabila Yerim sudah menemukan penggantinya. Dan semoga Jungkook tak menyakiti Yerim seperti apa yang sudah ia lakukan. Langsung ia menekan love pada kiriman itu sebagai bentuk dukungan.

Di sisi lain…

Setelah mengantar Chaeyeon ke apartemen Jaehyun, tiba-tiba ponsel di saku Eunwoo bergetar. Setelah dilihat, ternyata itu adalah panggilan dari Saeron. Ia pun segera mengangkatnya.

“Halo…”

“Oppa sibuk?”

“Hm, enggak juga, sih. Memangnya kenapa?”

“Aku ada di taman depan kantor Oppa. Bisa ketemuan sebentar?”

“Eh? Kau sudah ada di depan, ya? Tapi aku lagi di apartemennya Jaehyun.”

“Enggak apa-apa, aku akan tunggu.”

“Kau pakai jaket, kan?”

“Pakai, kok.”

“Ya sudah… aku segera ke sana.”

“Iya, oppa… hati-hati. Jangan ngebut.”

Dengan kecepatan 70 km/jam, Eunwoo pun akhirnya sampai di parkiran kantornya setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit. Lekas ia berlari-lari kecil menuju tempat janjiannya dengan Saeron agar gadis itu tak menunggu lebih lama lagi.

“Itu, sih, namanya bukan jaket. Tapi kardigan.” celetuk Eunwoo saat ia sampai di taman.

“Eh, oppa sudah datang.” sambut Saeron tanpa sempat menggubris perkataan Eunwoo. Mengingat angin yang berembus makin kencang, pemuda jangkung itu pun membuka jaketnya dan langsung menyampirkan pakaian tebal itu ke pundak Saeron.

“Aku enggak mau kena omel ibumu kalau sampai kau sakit, Non.” kelakarnya, kemudian mengambil posisi duduk di sebelah Saeron.

“Tumben malam-malam pengin bertemu?” tanya Eunwoo. Sebenarnya ia ingin melanjutkan dengan, padahal lewat telepon, kan, bisa. Namun urung karena takut akan melukai hati Saeron yang sudah bela-belakan menembus dinginnya malam hanya untuk berjumpa dengannya.

“Aku sudah putuskan.” titah Saeron tiba-tiba. Sekon berikutnya ia memutar badannya untuk menghadap Eunwoo. Pemuda yang kini ditatap dengan serius itu pun tertegun, suhu tubuhnya mendadak meningkat.

“Putuskan apa?” tanya Eunwoo ragu.

“Aku minta ketegasan oppa. Maaf, aku mengingkari janjiku untuk terus bersabar dan menunggu. Namun sepertinya kesabaranku sudah mencapai batasnya.”

“Saeron… kenapa tiba-tiba kau…” Eunwoo mengendurkan sebelah alisnya.

“Sudah hampir dua tahun, apa kau masih belum bisa membuang jauh-jauh perasaanmu kepada Jung Jae Hyun?”

Saeron… kenapa kau membahasnya lagi?

.

.

.

23 Januari 2017

“Maaf, Bos… bukannya saya sengaja mangkir atau sengaja menghindar dari tugas. Tapi… tidak bisa kah pekerjaan ini diberikan kepada pegawai lain saja?” tanya Eunwoo dengan nada lirih.

“Eh, tumben?” balas pria berpostur bongsor yang tengah mendudukkan diri di singgasana ternyamannya itu. Ia merasa heran, tak biasanya Eunwoo menolak apabila diberi mandat.

“Eum, waktu itu Jaehyun pernah bilang kalau dia ingin sekali-sekali ambil andil yang banyak untuk skripsi mahasiswa sosiologi. Biar saya yang menyiapkan segala kajian dan menyusun laporan.” Eunwoo beralibi. Apa yang ia katakan tentu saja bohong. Jaehyun sama sekali tidak pernah bilang begitu. Namun tindakan Eunwoo barusan jelas memiliki alasan.

“Oh, ya sudah kalau begitu. Biar aku panggil dia nanti.” Tuan Lee tak ambil pusing dan langsung menyetujui gagasan yang Eunwoo berikan.

“Jangan, Bos!” Eunwoo berseru tertahan dan mengagetkan pria tua di hadapannya. “Maksud saya, biar saya beri dia surat perintah yang sudah bos tanda tangani saja, begitu.” imbuhnya. Bisa mampus kalau sampai ketahuan bahwa Eunwoo lah yang membuatnya dikirim untuk melakukan penelitian.

“Oke, deh.” pungkas Tuan Lee dengan entengnya. Eunwoo diam-diam mengembuskan napas lega.

25 Januari 2017

Eunwoo tidak menyangka kalau proses mengumpulkan data dari objek yang akan membantunya menyelesaikan pekerjaan dapat dengan mudah ia dapatkan. Ia hanya melakukan komunikasi via media sosial dengan seorang teman yang berkuliah di Universitas Deokdoo—kampus yang katanya memiliki banyak mahasiswi lesbian.

Ia pun mendapat informasi bahwa ada seorang mahasiswi lesbian yang tinggal di asrama. Ditambah lagi ia menghuni kamar yang sebenarnya cukup untuk dua orang sendirian. Eunwoo tidak tanya alasannya—toh, tidak penting juga.

Meskipun Jaehyun terus saja mengomel karena terbebani dengan keputusan Tuan Lee yang menyuruhnya melakukan penelitian, ia terus meyakinkan Jaehyun bahkan semuanya akan berjalan lancar. Lagi pula, Eunwoo mengupayakan semua ini demi kebaikan Jaehyun.

Iya, demi kebaikan Jaehyun.

Jaehyun yang akhir-akhir ini mulai kehilangan empati pada sang kekasih membuat Eunwoo sedikit prihatin. Dia tahu, menjalin hubungan dengan gadis yang punya sifat kekanakan itu sungguh merepotkan. Tapi, kan, dulunya juga Jaehyun yang meminta Yerim menjadi kekasihnya. Setelah dapat dan bosan, Jaehyun seenaknya mencampakkan gadis itu. Benar-benar gaya lelaki pada umumnya.

Eunwoo tahu benar bagaimana cara seorang homoseksual menjalani kehidupan. Sangat sulit. Eunwoo ingin Jaehyun memahaminya melalui kegiatan penelitian ini. Seperti siklus perasaan manusia kebanyakan; awalnya memang cuma simpati, namun kemudian berubah menjadi empati, dan timbulah cinta.

Maka dari itu, sekali ini saja Eunwoo ingin membuat Jaehyun berkorban demi orang yang ia cinta. Seperti dirinya… terhadap Jaehyun.

Pengorbanan?

Tentu saja apa yang selama ini Eunwoo lakukan adalah sebuah pengorbanan. Ia mati-matian menahan hasratnya untuk memiliki Jaehyun. Karena dia tahu, Jaehyun tak akan pernah bisa ia miliki. Jaehyun normal, tidak sepertinya.

Jenius. Mungkin itu adalah kata paling tepat untuk menggambarkan sosok Cha Eun Woo. Dua tahun ia mengenal Jaehyun, dan selama itu pula ia menyembunyikan rahasia besar itu. Eunwoo menyukai Jaehyun. Eunwoo seorang homoseksual.

Eunwoo bukannya tidak ingin sembuh, bukan pula menutup hati untuk puluhan gadis yang mengharap cintanya—termasuk Saeron. Hanya… dia terlalu nyaman berada di samping Jaehyun, meski lelaki itu cuma menganggapnya rekan kerja.

Pun Jaehyun bukannya bodoh hingga tak menyadari bahwa ada yang salah dengan perhatian yang Eunwoo berikan padanya selama ini. Mungkin saja Jaehyun tahu, namun tak seberapa ambil pusing. Karena Jaehyun pasti tahu bahwa Eunwoo adalah orang yang paling memahaminya. Jaehyun itu normal, dia memiliki reaksi kimia yang bekerja dalam tubuhnya saat melihat wanita cantik. Ia tak mungkin membuka hati untuk kaum sejenisnya.

Hingga sosok Saeron masuk ke dalam hidupnya. Gadis yang tidak pernah menyerah dan menunjukkan kesungguhannya meski Eunwoo telah terang-terangan mengakui orientasi seksualnya. Saeron bagaikan embusan angin di musim seminya. Lembut dan menyejukkan. Meski Eunwoo tak tahu berapa lama lagi waktu yang ia butuhkan untuk membiasakan dirinya mencintai seorang gadis. Namun setidaknya, Saeron telah mampu membuka pintu hatinya.

TBC

haduh kok jadi enggak jelas gini 😦

jangan protes kalo kata asing enggak di-italic, salahin wp-nya yang error!

hyuuuu kugemashh sama JungRi WKWKWK

Advertisements

9 thoughts on “[Chaptered] My Lesbian Roommate (Page 15)

    • sumpah lo kak bagian itu aku ketik sebelum meme ternak lele booming, dan sebelum bapak jaehwan membuka lele jumbo corporationnya huhuhu

      sembuhin kak sembuhiiinnnn

      makasih kak udah mampir :)))

      Like

  1. Mbalel, plis kali ini komenku jangan di-trash ya tolong. Aku mau bercuap-cuap ria dengan chapter ini xD

    WHAI KENAPA EUNWOO BEGINI??? KENAPA MBALEL KENAPA??? KUPIKIR OTAKKU YANG SALAH AMBIL KESIMPULAN, LAH TERNYATA EMANG BENER KALAU EUNWOO MENGIDAP HORMON PELANGI /? PADAHAL DARI DUNIA NYATA HINGGA DUNIA FF PUN AKU BERHARAP MEREKA BISA MENJADI SAHABAT SEJATI SECARA OFFICIAL. TAPI KENAPA DIKAU MERUNTUHKAN KEINGINAN LAHIR-BATINKU MBALEL? DAN YANG BIKIN LEBIH GREGET TUH KENAPA MBAK CHAEYEON GK MUNCUL??? //BILANG AJA SENENG SOALNYA GK ADA JAE-CHAE MOMENT//GAK GITU -_-

    Ini tolong ya daripada kepslokku eror lagi, mending dah itu perbaiki dulu penyakit mengerikannya Eunwoo mbalel :’v Kenapa hati ini ikut sakit, ya? Padahal kemarin-kemarin aku selalu dibuat kesemsem sama perhatian & pengertiannya Wonwoo , eh salah, Eunwoo pada Jaehyun. Tapi ternyata segala sifat baiknya sama Jaehyun selama ini cuma mitos belaka (drama banget lu ji -_-) Serius mbalel, aku gk pernah kepikiran sama sekali Eunwoo bakal jadi kayak gini. Plis ya, mas Nunu (?), kamu itu kesayangan aku loh meskipun yang kesekian //disepak// Terus kenapa harus bawa-bawa ternak lele? Ini lele siapa yg dimaksud? Ikan Lele atau Lele Chenle? -_-

    Eh anjir itu foto Jungkook & Yeri kenapa bikin cenat-cenut ya? Beneran tuh cuma editan? Kok berasa real? :’)

    Liked by 1 person

    • ndak, ndak ke-trash kok wkwkwk
      BIAR SURPRISE EUNWOO JADI HOMO HAHAHA
      aduhhh mau kebalesin panjang tapi bahkan untuk nulis komen pun aku tidak ada ide
      KARENA AKU MENDUKUNG YERI UNTUK TIDAK BERSAMA JAEHYUN, BHAY!!! jadi jungkook x yeri harus dijadikan terlihat real bagaimana pun caranya.
      makasih ya udah baca ^^

      Like

  2. Kaklel whaaii harus ternak lele whaaaiii😂😂😂😂😂

    Chapter yang ini masih kerasa nylekit” gitu sih, apalagi ketauan kalo Eunwoo-nya…. erghh gatau wis mau ngomong apaan:””)))

    Keep writing❤

    Liked by 1 person

  3. PART INI…
    Asdfghjkl. YA ALLAH, NGGAK NYANGKA KALAU EUNWOO JUGA GAY? Kenapa kak lel kau nistakan Eunwoo juga???
    Berharap kalau EunJae sebatas friendship, eh yg satu ini juga nyimpang hormonseksualnya.
    Hidupnya Jae dikelilingi kaum pelangi XD Semoga Eunwoo dan Chaeyeon cepet sembuh ya. Keep Writing Kak Lel dan ditunggu chapter selanjutnya ❤

    Like

  4. halo ^^ maaf lel ngutang komennya luamaaaaa bener
    hal pertama yg ingin kukomentari adalah
    CHAENU HOMO?! Wtf
    ya udh deh terserah lu lel capek gue *yah pake lu gue
    seperti biasa rangkaian kalimatnya enak tapi chap ini kok berasa agak lompat2 ya, misalnya ada kalimat yg mbahas enu jenius terus nyambung ke enu yg homo, rasanya agak hilang gitu mata rantainya. terus yg dari ngomongin jaehyun kurang empati ke kehidupan homo juga kyk ada yg kurang nyambung gitu
    perasaan saya aja kali ya tapi saya tetep baca juga sampe selesai
    btw ini bukannya sudah end? tapi kok aku gak nemu chapter endnya ya?
    keep writing lel!

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s