[Ficlet-Mix] At The Time

ddbhgvbuaaauxov

At The Time

Written by AirlyAeri © 20170630

Starring by Kim Doyoung [NCT’s] – Emerald Lee [OC]

Genre : Romance, Fluff, Hurt/Comfort | Rating : General | Length : Ficlet-Mix (4 ficlet)

Previous : Unexpected Question

***

Ini akan segera berakhir seindah apapun waktunya.

.

[1] Morning Jumpy

‘Boleh tidak aku merindukanmu?’

Tiba-tiba saja pertanyaan sepatah milik Kim Doyoung kemarin terngiang jelas di telinga milik Emma, ketika gadis itu sedang mengikat rambutnya tinggi seperti ekor kuda di depan cermin. Membuat gadis itu segera menyelesaikan ikat rambutnya dan merenung.

Gadis itu memejamkan kedua matanya sebentar sebelum menghelakan napas panjang. Ia berharap jawaban yang ia ambil tidak salah. Lalu ia mendadak teringat tentang aktivitas chatting dengan Doyoung semalam.

Young :

Bagaimana, Em?

Kalau kau menolak pergi denganku besok juga tidak masalah kok.

Yang penting aku bisa meminta izin bila aku rindu padamu.

Emma :

Oke, aku mau pergi denganmu.

Pukul berapa?

Young :

Pukul 9 pagi.

Aku akan menunggumu di halte bus.

Sekarang sudah memasukin pukul 08.43.

Emma segera memfokuskan diri dengan menatap penampilannya melalui pantulan cermin. Kaus ukuran besar berlengan tiga perempat warna kuning mustard, dengan bagian depannya dimasukkan ke dalam celana denim selututnya, membuat Emma begitu sederhana. Mau bagaimana lagi, ini ‘kan bukan kencan, lagi pula Emma sedang tidak ingin tampil aneh-aneh—maksudnya memakai dress atau rok.

Lalu diambilnya tas selempang berukuran sedang yang telah dimasukkan berbagai barang penting bersamaan dengan detak jantungnya yang berdebar-debar. Otak dan hati Emma sedang berusaha ditenangkan dengan halus. Tenang, ini bukan kencan. Hanya jalan-jalan biasa. Ya, pasti begitu.

Emma melirik arlojinya lagi dan terperanjat saat tahu saat ini menunjukkan pukul 08.56. Jadi, segera ia meninggikan kecepatan memakai sepatu sneakers putih dan berpamitan secara kilat pada orang rumah, kemudian berlari cepat menuju halte bus.

“Kau datang, Em?”

Napas terengah-engah Emma kala langkahnya sampai di halte tergantikan dengan suara khas Doyoung yang terdengar lega. Membuat gadis itu refleks memasang wajah bingung.

“Ya, memang harusnya begitu ‘kan?” tanya Emma.

Doyoung hanya menggaruk tengkuknya sambil tertawa kikuk. “Aku pikir kau tiba-tiba saja berubah pikiran.”

“Kau tahu betul aku tidak mudah berubah pikiran terhadap suatu hal, Young,” balas Emma sambil melihat jalan raya yang begitu sepi dari kejauhan.

Diam-diam ia berdoa agar detak jantungnya yang menggema keras-keras ini tak terdengar oleh Doyoung.

Kini terdengar kekehan pelan milik Doyoung, jadi Emma menoleh dan mendapati Doyoung sudah berdiri di sampingnya dan memandangnya sambil tersenyum.

“Kau tahu kita mau ke mana?”

“Kau tidak mengatakan tujuannya padaku,” balas Emma sambil kembali berpaling ke arah jalan raya.

Hening sejenak.

“Aku merindukanmu, Em.”

Emma buru-buru menoleh ke arah Doyoung lantaran gadis itu merasa lelaki di sampingnya berkata sesuatu, namun suara terdengar samar karena deru mobil yang melaju kencang. “Kau bilang apa?”

Tiba-tiba tanpa mereka sadari bus telah datang, membuat Doyoung kontan menggamit tangan Emma sambil mengulas senyum pada Emma. “Ayo naik.”

***

[2] Daylight Smile

“Kau tahu kenapa aku sekarang mencoba lebih blak-blakan mengenai perasaanku, Em?”

Saat ini langkah kaki Doyoung dan Emma sedang berada di jalanan Hongdae sambil membawa segelas minuman segar di tangan masing-masing. Emma yang mendapat pertanyaan random milik Doyoung hanya bisa menggeleng setelah mencoba berpikir sebentar.

“Karena mencoba jujur pada diri sendiri terasa lebih melegakan, Em. Ketika kau mengakui kejujuranmu pada hatimu, maka hatimu akan seperti sehat tanpa luka. Hebat ‘kan?” ceriwis Doyoung.

Mendengar itu, Emma hanya tersenyum pada Doyoung. “Apa itu sebabnya kemarin kau bertanya padaku mengenai rasa rindumu?”

Doyoung mengangguk. “Aku hanya ingin jujur pada diriku sendiri dan pada dirimu. Kau juga bisa melakukannya, itupun jika kau mau.”

Emma terkekeh sebentar, lalu berkata dengan tanpa beban pada Doyoung, “Sejatinya aku juga merindukanmu, Young.”

“Benarkah?”

Kali ini, Doyoung benar-benar menghentikan langkahnya dan menatap lamat-lamat Emma. Sementara yang ditatap malah buru-buru mengambil sedotan dari gelasnya dan menyipratkan air minuman yang tersisa di sedotannya pada wajah Doyoung. “Tidak ada reka ulang, Young,” ucapnya sambil berlalu.

Padahal rasanya wajah Emma memanas seperti sinar matahari di langit musim panas ini.

Doyoung masih saja mematung sebelum langkahnya segera menyusul Emma diikuti sahutannya. “Tapi tadi aku dengar dengan jelas, Em!”

***

[3] Evening Softly

“Young, di hidungmu ada es krim!”

“Tolong bantu aku bersihkan es krimnya, Em!”

Aish!”

Sambil bersungut-sungut, Emma mencari tisu di dalam tasnya. Sementara Doyoung hanya berdiri dalam diam di sampingnya dengan tangan yang membawa dua cup es krim. Ketika Emma telah menemukan tisunya, segera Doyoung menunduk demi menyetarakan tingginya dengan Emma yang hanya sampai setelinga lelaki itu.

“Apa-apaan ini? Hidungmu juga makan es krim, hah?” gerutu Emma di sela tangannya membersihkan noda es krim.

“Tadi juga di sekitar bibirmu ada banyak saus tteopokki dan aku tidak mengeluh waktu membantu membersihkannya dengan tisu,” balas Doyoung.

“Ya aku ‘kan wajar habis makan tteopokki pasti begitu—ada noda di bibir. Tapi kau—kau belum makan es krim saja sudah meninggalkan noda, di hidung pula.”

“Itu karena sekarang sudah mulai malam, Em.”

“Kau dari dulu pintar untuk beralasan ya, Young.”

Doyoung mau tak mau harus mengulas senyum kala mendengar seretetan omelan Emma yang ternyata mampu menghangatkan hatinya. Kenyataan bahwa ia rindu dengan saat-saat seperti ini sudah tak bisa ditampik lagi.

Langit malam kini telah mewarnai kota Seoul diikuti dengan jarum jam yang menunjukkan pukul 21.00. Sejak siang, mereka sibuk berkeliling memakan aneka jajanan pinggir jalan, lalu makan siang di restoran ramen Jepang yang segar, dan setelah itu bermain kejar-kejaran di sepanjang jalanan Hongdae sebelum kembali memakan jajanan pinggir jalan lagi.

“Eh, matamu bagus, Em.” Doyoung mencetuskan isi pikirannya kala maniknya menatap manik mata Emma yang begitu gelap dengan warna cokelat tuanya.

“Oh ya?” tanya Emma begitu selesai membersihkan hidung Doyoung.

“Kau bisa berkaca di mataku kalau kau mau lihat,” jawab Doyoung, membuat Emma kontan melihat pantulan dirinya dari mata Doyoung.

“Tidak kelihatan,” keluh Emma kemudian. Sedetik kemudian, Emma tersadar bahwa ia merasa sedang dipermainkan oleh Doyoung. “Young, kau mau main-main ya!”

“Aku serius!” seru Doyoung dengan nada yakin. “Ayo lihat mataku!”

“Tidak mau, berikan es krimku,” tolak Emma.

“Ayo lihat mataku dulu baru aku bisa memberikan es krimmu, Em,” rengek Doyoung seperti anak kecil. Membuat Emma makin kesal dan menyerah.

“Iya, iya, sini.”

Ketika manik mata Doyoung dan Emma sudah sejajar, Doyoung dapat melihat pantulan dirinya dari manik gelap Emma begitupun dengan gadis itu. Selang beberapa puluh detik berlalu, tiba-tiba Doyoung mengecup dagu Emma dan bergumam, “Aku merindukanmu sungguhan.”

“Young!”

Buru-buru Doyoung kabur dari amukan Emma sambil tertawa puas. Sekarang hatinya terasa begitu lega dan luas, seluas langit Seoul yang penuh dengan bintang-bintang cerah.

Sementara Emma, jantungnya masih saja dalam kondisi berdebar-debar. Lalu ia segera memegang pipinya sendiri yang terasa panas. Sekarang ia sadar, ia memang rindu sungguhan pada Kim Doyoung.

Tapi kemudian Emma kembali bersedih, karena ini akan segera berakhir seindah apapun waktunya.

***

[4] Goodbye Night

“Sana pulanglah dengan selamat, Young.”

“Masih marah, Em?”

“Tidak akan ada yang ingin marah sekarang, Young. Pulanglah.”

Doyoung mengangguk paham. Kini Emma dan Doyoung sudah sampai di depan rumah Emma, membuat gadis itu kontan mengusirnya secara halus. Bukan apa-apa, kalau tidak begitu ia malah akan kembali berharap, dan itu akan menjadi masalah baru dalam hidup Emma.

“Oh, kau belum menjawab pertanyaanku kemarin.”

“Yang mana?”

Tampak Doyoung sok berpikir lalu berkata, “Yang mengenai boleh tidaknya aku merindukanmu.”

“Itu sudah kujawab.”

“Apa?”

“Boleh.”

“Boleh mengajakmu pergi lain kali?”

“Boleh.”

“Perlu tidak minta izin dengan Kun juga?”

Kali ini Emma terdiam sebentar lalu menjawab, “Perlu.”

“Memang dia siapamu?”

“Sekarang kau sudah berani melayangkan sisa kecemburuanmu dulu ya?”

Doyoung terkekeh sebentar sebelum mengangguk. “Aku ‘kan sudah bilang padamu, aku mencoba untuk jujur pada diriku sendiri. Kalau tidak begitu, aku sendiri yang akan terluka, Em.”

“Lalu membiarkan orang lain terluka?”

Hening sejenak. Suasana canggung secara tiba-tiba segera menyeruak.

“Sebenarnya itu hakmu,” ucap Emma kemudian. “Kau bebas melakukan apapun, tidak akan ada yang melarangmu, Young.”

“Aku malah jadi sedih karena kau tidak melarangku lagi, Em,” balas Doyoung.

Emma tidak bisa berkata apapun selain tersenyum memaklumi. “Yang penting rasa rindumu tersampaikan dengan baik ‘kan?”

“Aku akan tetap merindukanmu,” jawab Doyoung sambil menunduk dan menatap Emma, “dan akan selalu merindukanmu.”

“Pulanglah.”

“Baik.”

Doyoung mulai berbalik meninggalkan kediaman​ keluaraga Lee, namun baru beberapa langkah menjauh lelaki itu langsung berlari menghampiri Emma dan memeluknya. Membuat tubuh Emma mendadak menegang lantaran terkejut.

“Sampai jumpa,” gumam Doyoung tepat di telinga Emma.

“Tidak perlu mendramatisir begini, Young.”

“Tapi memang aku ingin memelukmu.”

Emma diam lalu menepuk punggung Doyoung dengan lembut. “Sana pulang sudah malam.”

Doyoung melepaskan pelukannya kemudian berbalik pergi seraya melambaikan tangannya pada Emma. “Cepatlah masuk.”

Emma mengangguk. Kemudian maniknya menatap punggung Doyoung yang semakin menjauh. Semuanya sudah berakhir dan kembali ke semula. Tetapi bagi Emma dan Doyoung, perasaan rindu yang terpendam dalam diri mereka diam-diam tersampaikan dengan baik.

Entah kapan lagi waktu seperti ini akan terjadi lagi, dan Emma tidak ingin berharap banyak.

-fin.


hamdallah kelar kawan, hhh. aku kena baper. oke makasih. selamat baca dan semoga suka. review selalu dinanti. wehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehehe.

-Airly.

Advertisements

14 thoughts on “[Ficlet-Mix] At The Time

  1. KakAi, kok begini ya? Tolong hentikan aku yang gk bisa berhenti senyum miris baca ini tolong hentikan aku KakAi, bikos aku sudah gk kuat ikutan menampung cintanya Doyoung //disepak// Di sini kesannya Doyoung patuh banget sama Emma, iya Mas iya kalau kamu cinta iya percaya kok aku -_- Yang “Evening Softly” paling manis menurutku ehe ❤ ❤ ❤ Btw aku juga gemes sama Doyoung (atau authornya?) soalnya…. ya mbok jangan bawa-bawa Kun pas kalian lagi merangkai moment //lah katanya tadi suruh munculin Kun?//enggak munculin woy, cuma nyempilin nama doang. Sensi amat mentang-mentang lagi kesemsem sama Doyoung//Big no. Ji masih tetep sayang sama Jaehyun//

    Oke maafkan komen gk niat ini KakAi. Masih spisles soalnya :'v

    Liked by 1 person

    • Aku baru buka komen huhuhu so sorryyyyy yhaaaa

      Kenapa kenapa? Jangan senyum miris dong, aku butuhnya solusi masalah mereka 😦 /plak/ sejatinya aku sebagai author juga sedih kenapa begini padahal di sini doyoung cinta banget sama emma 😦 /gelinding/

      Katanya kun kudu muncul, itu udah aku munculin juga masih salah 😦 /ditabokmassa/ wkwkwkwk

      Makasih ya jiyo udah mampir hehehehehehehehehehe 😀

      Like

  2. :”””””” kenapa ini kenapa?! Kenapa Emma bilang kl cepat atau lambat bakalan berakhir :” Kak Ai tanggung jawab aku baper! Hahahahahahahahahahah Doyoung gamungkin banget ada di kehidupan nyata. Cowo pasti gengsi ngomong kayak gitu kecuali dia player /curhat/ gemesinn bangettt Doyoungnyaaaaaaa ya ampun.. Tadinya cuma jatuh cinta sama Mark sama Jae ehhh kok skrg jadi kecantol sama Young juga ya :” apa ini apa?! My bias list semakin full

    Kak Ai semangat buat cerita yang lainnyaa yaaa!! Aku selalu menunggu kok 😉 ❤

    Much love, Euri

    Liked by 1 person

    • Halo euri so sorryy aku baru buka komen huhuhu 😦

      Kenapa emang kenapa? Emma harus sadar sama realita jadi dia harus bilang gitu 😦 (((“maaf ya buat kamu baper karena kenyataan kadang pahit” — emma))) /plak/

      Kalo doyoung… Dia adalah lelaki yang kadang udah ga peduli malu jadi dia blak-blakan wehehehehehehehe hayoloh tiati kecantol sama pesonanya mas duyung wehehehehehehe :3

      Makasih ya euri udah mampir hehehehehehehehehehehe 🙂

      Liked by 1 person

  3. Aduh kenapa kalau ini couple keluar mesti baper… Gemes deh sama couple ini 🙂 Kak Airly sukses bikin aku senyum2 sendiri dari ficlet pertama sampai yg terakhir tapi akhirnya agak nyesek gitu ya baru inget kalau mereka udah putus TT Kalau masalah tulisan, kak airly tulisannya udah enak banget ceritanya, mengalir aja kaya air ^^
    Keep writing kak and fighting! ❤

    Liked by 1 person

    • So sorry aku baru buka komen huhuhuhu

      Jadi, bukan couple emma-doyoung namanya kalo mesti bikin baper karena yang bikin juga baper 😦 /plak/

      Jangan kebanyakan senyum yak, tar ga sengaja diliat orang dikira….. /plak/ditabok/ hehehehehehe makasih ya buat pujiannya aku tersipu unch /gelinding/

      Makasih ya udah mampir hehehehehehehehehehehe 😀

      Like

  4. “KALO KAK EMMA GAK BILANG KE BANG KUN, NANTI KENZIE YANG LAPORIN KE BANG KUN KALO KAK EMMA SAMA BANG DOYOUNG TADI KETEMUAN TERUS RINDU-RINDUAN DI BELAKANG BANG KUN!” -Mackenzie Lee yang tengah sirik.

    TQ.

    Liked by 1 person

  5. Sejatinya aku ga ngerti perasaan apa yg tetiba muncul waktu baca ini…..

    SIYAL
    SIYAL
    SIYAL
    SIYAL
    SIYAL
    SIYAL

    baper waktu baca ini bukan berarti aku jones kan mbak tamie? :’)

    Emang demen dahh si duyung itu duh gustiiiii GAUSAH BILANG KANGEN KANGENAN WOY UDAH SANA BALIKAN GAUSAH KODE KODEAN ANJIR KZL MANA SI EMMA UDH DI TAG SAMA KUN, NAYOLO DUYUNG KALO MAU BILANG KANGEN KUDU IZIN KE KUN DULU SEHARUSNYA HUFFTTT :((

    NICE STORY MBAK TAMIE Q :* jangan bilang ini pengalaman pribadi /GA/
    Keep writing ya unchhh semoga bisa ketemu mz duyung di jiexpo nanti HEHEHEEHE

    Liked by 1 person

    • YA ALLAH DON BARU KEBACA BUSET SELAMA APA AKU GA BUKA WORDPRESS YA TOLONG 🙂

      baper tidak salah, yang salah hanyalah cowok 🙂 /plak

      maapin mas duyung gitu orangnya soalnya emang gagal muvon kali dari emma /plak

      GA IH BUKAN PENGALAMANKU, AKU BELUM PERNAH YAAA /mencak-mencak ga jelas/dibuang/

      MAKASIH YA DON UDAH NYEMPETIN BACA YA ALLAH HEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHE

      Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s