[SERIES] ANAK IBU KOST — Edisi: Perang Saudara

|   Anak Ibu Kost  |

[ Edisi: Perang Saudara ]

|   Johnny  x  Wendy   |

|  Fluff x Slice of Life  |

|   Series   |   Teenagers   |

2017 © Story created by IRISH

‘ Kalau saja Nando boleh jujur, begitu banyak perubahan terjadi pada Johnny ‘

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author`s Eyes…

“Kamu sungguh keterlaluan.”

Nando mendengus cukup keras saat mendengar vokal Johnny menyapa, saudara kembarnya itu tengah berdiri di ujung pintu kamarnya dengan kedua tangan terlipat di depan dada, masih mengenakan pakaian yang sama seperti tadi.

“Pergilah, jangan menggangguku.” Nando berkata.

“Apa maksudmu menyudutkan Wendy seperti itu? Tindakanmu sangat konyol, Fernandio.” Johnny berucap.

“Jangan menasehatiku, kamu tahu kamu tidak pantas untuk menasehatiku seperti itu.”

“Aku kakakmu, aku berhak untuk memberimu nasehat kalau kamu bertingkah di luar batas.” Johnny berkata dengan nada cukup tegas.

“Jangan melucu. Kamu bukan Ayah, bukan juga Ibu.”

“Aku tidak bercanda. Apa kamu tidak ingat perkataan Ibu tentang Wendy? Ibu sudah menganggap Wendy seperti anaknya sendiri, jadi perlakukan dia layaknya saudaramu juga, Fernandio.” lagi-lagi Johnny memberi nasehat.

Well, bukan nasehat dari Johnny yang kini membuat Nando berdecak kesal. Tapi Johnny sudah menyebut nama panjangnya dua kali, dan bagi Nando, itu sebuah penghinaan, sebuah tantangan untuk berduel, untuknya.

“Apa urusannya sikapku dengan kamu? Aku bukannya menyudutkan Wendy, tapi aku mempertanyakan sikap bodoh gadis itu.”

“Nando!”

“Apa?! Kamu pikir aku tidak berani melawanmu, huh?” Nando berbalik, melangkah panjang mendekati Johnny dengan pandang menantang sementara Johnny masih menatapnya dengan ekspresi dingin yang sama.

“Aku bisa menghajarmu tanpa Ibu tahu, kamu dan aku sama-sama tahu aku bisa melakukannya.” Johnny mengancam dengan nada serius. Memang, Nando tidak tahu kakaknya ini sudah berubah menjadi seorang seperti apa.

Kalau saja Nando boleh jujur, begitu banyak perubahan terjadi pada Johnny jika dibandingkan dengan Johnny yang dulu. Dalam ingatan Nando dulu, Johnny adalah seorang yang begitu lemah dan mudah tersudut, meskipun memang, Johnny pandai bersilat lidah.

Tapi Johnny berubah, Nando yakin itu. Entah apa yang sudah terjadi saat Johnny hidup menyendiri, tapi Nando bahkan tidak bisa menemukan keraguan dalam suara Johnny yang sekarang mengancamnya.

“Aku tidak mau berurusan denganmu, bagaimanapun kamu saudaraku.” Nando berucap, menyerah juga dia karena tahu benar perdebatan ini tidak bisa dimenangkannya.

“Kamu takut.” Johnny berkata dengan nada mengejek.

Nando akhirnya berbalik, memilih untuk mengabaikan Johnny daripada meneruskan perdebatan tidak berguna yang akan berujung pada keributan, Nando tak ingin membuat keributan karena perkara sepele.

“Keluarlah, Johnny. Aku lelah.” ucap Nando akhirnya.

“Minta maaflah pada Wendy karena sikapmu tadi padanya.” Johnny berpesan.

“Akan kupikirkan.”

“Apa?”

Nando lagi-lagi berbalik, ditatapnya Johnny yang sekarang menegang di tempatnya. Seolah perdebatan mereka tadi tidak mencapai konklusi karena Nando enggan untuk mengucap maaf pada Wendy yang tadi sudah dibuatnya meringkuk ketakutan.

“Jangan berusaha mengatur apa yang harus kuperbuat. Lagipula, apa pedulimu pada Wendy sampai ketakutannya menjadi tanggung jawabmu? Kamu tertarik padanya?” Nando menyudutkan saudaranya dengan sebuah pertanyaan pelik.

“Apa maksudmu dengan tertarik? Sudah aku bilang, Ibu menganggapnya sebagai bagian dari keluarga kita, Nando, kita tentu harus bersikap baik padanya.”

Cih, kamu bahkan tidak bersikap cukup baik padaku. Kenapa harus peduli pada Wendy?” Nando berucap, seolah perkataan Johnny barusan hanya bagian dari permainan kata yang sudah begitu Johnny kuasai.

“Bagaimana pandanganmu pada Wendy, bukan dalam artian dia yang dianggap keluarga oleh Ibu, tapi dia sebagai seorang wanita?” tanya Nando kemudian.

Johnny, terdiam sejenak, tampak berpikir, sebelum sekon kemudian dia membuka mulut.

“Dia cantik, dan sepertinya dia pintar juga, Wendy gadis yang cukup menarik. Tapi tidak sebegitu menariknya sampai harus membuatku merasa tertarik padanya,” Johnny berkomentar sambil mengangkat bahu acuh, “Yang jelas, kamu berhutang maaf padanya, dan aku tidak akan lelah menagih hutang itu setiap pagi, Fernandio Seo.”

Setelah berucap begitu, Johnny melangkah keluar dari kamar Nando, sementara Nando masih berdiri di tempat yang sama, menggeleng pelan sebelum dia menghembuskan nafas panjang.

“Wendy, Wendy, sayang sekali cintamu itu bertepuk sebelah tangan.”

FIN

IRISH’s Fingernotes:

HIH, kenapa kzl sekali rasanya pas ngetik bagian ini… kenapa… kenapa… apa karena di sini MasJohn bikin kzl? Apa karena di sini Wendy enggak muncul? Apa… karena hubungan Johnny-Wendy udah jelas ujungnya? LOLOLOLOL.

Ah, ingetlah Mas Johnny itu pinter bermain kata, EH TAPI BISA AJA SIH EMANG DIA ENGGAK DEMEN SAMA WENDY /kemudian epepnya bubar aja kalo udah gini/ LOLOLOLOL. Ya enggak lah, perjuangannya Wendy masih panjang, karena rasa suka/tertarik/jatuh cinta itu enggak harus muncul begitu cepet, kan? Pasti ada proses yang harus dijalanin dulu gitu /kemudian ketularan Johnny yang jadi tukang ngasih nasehat/.

Anyway, karena storyline series ini udah aku buat cukup banyak, dan karena udah balik dari mudik panjang ke desa tanpa teknologi (ya soalnya enggak boleh bawa laptop ke sana, huhu) jadi kepengennya series ini bisa up tiap hari /kemudian ketularan php juga kayak Mas Johnny/ ya semoga aja bisa begitu, amin.

Contact Me  ]

instagram wattpad wordpress

Advertisements

6 thoughts on “[SERIES] ANAK IBU KOST — Edisi: Perang Saudara

  1. Huhuhu iyaaaaaa kenapa aku juga jadi ikutan kesel sih kak !1!1!!1!1

    Satu karena johnny yang nyebelin,

    Dua karena wendy gak muncul wkkwkw

    Dan..

    Semoga aja ada titik terang, sedikit aja buat hubungan Mereka kedepannya.

    Gak papa kak, tiap hari aku seneng

    Dari kemarin aku nunggu2 rajin bukain wp hanya untuk cek kakak update apa enggak heheheh

    Like

  2. Lah ini kenapa si kembar debatnya serem amat, macem debat capres Ahok vs Raja Salman /GAK.

    Fighting buat Wendy meskipun (kata Nando) cintanya bertepuk sebelah tangan. Yah siapa tau ntar Johnny berubah pikiran :v Lumayan loh sekarang Johnny tambah gateng :)))))

    //ngacir bareng Nando//

    Like

  3. nando keknya lebih sayang wendy drpda johnny. cuman dia kesel aja ketauan selingkuh. johnny semcam cuma bersikap sopan doang sma wendy #tibatibangeshinanwen #soalnyajohnnyphp

    Like

  4. Ini saudara kembar kalau udah berantem serasa mau pecah perang dunia 3 ya? 😀 😀
    Serem juga untung belum sampai adu fisik bisa2 rumah keluarga Seo kaya kapal pecah dah. Sampai sekarang masih penasaran siapa sih biang keroknya yg ngaduin Nando ke ibunya sama pacarnya? Untuk mba Wen yg katanya Nando cintanya bertepuk sebelah tangan ttp semangat ya, pasti lama2 si Johnny juga bakal kesemsem tuh tinggal nunggu tanggal mainnya aja 😉
    Keep Writing Kak Irish dan ditunggu kelanjutan seriesnya 🙂 (y) ❤

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s