[Ficlet] Melamar

marry-me

—Melamar—

Written by iamsayaaa © 2017

Starring by [NCT] Mark and [OC] You

Genre : Fluff / Rating : General / Lenght : Ficlet

∗∗∗

aku kan juga jadi kepengin dilamar …

 “Kenapa sih, cewek suka dilamar pakai cara yang ribet,” gerutunya sambil memegangi buket mawar merah sejumlah seratus tangkai.

“Aku nggak, tuh,” kataku, menggaruk ujung hidung yang sedikit gatal.

Mark hanya diam, maniknya menebar pandang pada sekeliling. Sekali pun baru jam delapan malam, taman sudah sunyi senyap. Udaranya terlalu dingin bahkan untuk menyembul dari balik selimut.

Lalu, tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang aneh. Yeah, kadang aku hanya geleng-geleng sendiri, kapan sih otakku tidak melenceng kalau berhadapan dengan Mark? Maksudku dengan situasi ini, aku kan juga jadi kepengin dilamar. Nah lho, kok tiba-tiba aku bicara lamaran? O, mungkinkah aku baru saja terpengaruh karena kakak Mark yang sama sekali tak mirip dengannya itu kini hendak melamar pujaan hatinya.

Kuakui, aku memang ingin dilamar dengan cara yang lebih layak. Maksudku, bukannya kata-kata sederhana dan ketulusan itu tidak cukup. Hanya saja, kupikir wanita mana sih yang tidak ingin dilamar secara romantis seperti dihadiahi buket mawar berjumlah ratusan. Meskipun baunya saja sudah bikin mabok, belum harganya yang ampun-ampunan. Dan juga, aku lebih suka bunga matahari, omong-omong.

Mark menggigil dari balik coat biru miliknya, buket mawarnya sudah diabaikan di atas kursi panjang, sementara kedua tangannya disembunyikan di dalam saku. Kakak Mark belum kembali sejak lima belas menit lalu, katanya sedang menjemput kekasihnya. Sementara aku dan Mark menunggu di taman, merangkai string lights menjadi kalimat Marry Me , menata bunga dan menjaganya sampai sang tokoh utama datang.

“Jangan begitu, dong. Dingin tahu,” omelku karena Mark bergeser begitu kudekatkan diriku padanya.

“Malu dilihat orang,” bisiknya sebal, wajahnya bertambah merah.

“Orang apa? Kau tidak lihat kita sendirian di sini,” tukasku tak peduli.

Aku mendengus, tapi tetap berkeras. Kulingkarkan lenganku dengan lengannya sementara kepalaku bersender di bahunya. Mark tidak menolak, kupikir dia begitu kedinginan. Padahal, aku selalu ingin tinggal di Kutub atau Alaska. Tapi, Mark tidak suka dingin, dia bisa marah-marah kalau kedinginan. Seperti sekarang ini, kalau bukan untuk kakaknya, kurasa dia bahkan tak sudi bangkit dari kasur.

“Haruskah kutelepon sekarang?”

“Dia pasti segera kembali. Bersabarlah.”

“Aku sudah nyaris beku, nih.” Dia merengek seperti bayi.

“Memangnya aku tidak. Kurasa aku bahkan bisa memotek jari kakiku dengan begitu mudah seperti di Pirates of Caribbean*.”

Aku bergidik, membayangkan jemariku putus seperti kue kering yang sangat rapuh hanya karena satu usaha ringan. Lagipula, aku tidak habis pikir kenapa kakak Mark memilih waktu dan tempat yang kurang tepat untuk urusan begini. O, kuharap dia tidak tersesat dan segera kembali. Lebih parah, jangan sampai dia justru mengadakan lamaran di tempat lain.

“Aku rasa dia buru-buru menikah karena kau,” kataku dengan mata masih memandang hamparan rumput di depan sana. String lights yang kami tata berpendar seperti bintang, dan bunga-bunga tambahan di sekeliling membuat awal musim dingin ini tampak seperti semi.

“Dia memang benci kalah dariku.”

Kami berdua terkikik, mengingat masa kanak-kanak yang rasanya belum lama berlalu. Aku dan Mark masih siswa baru di sekolah dasar dan kakaknya sudah uring-uringan karena nilai sekolah Mark lebih tinggi darinya. Si Sulung tidak pernah mau kalah, dan Si Bungsu terlalu brilian untuk diabaikan. Kakak Mark adalah pria yang baik, menurutku. Dia sangat romantis. Hanya saja, dia begitu haus perhatian. Sementara Mark, dia adalah kebalikan dari Sang Kakak.

“Untukmu.” Mark tiba-tiba mengulurkan setangkai mawar merah di depan wajahku.

“Mark, itu namanya mencuri.” Bibirku mengerucut, tahu betul mawar itu adalah salah satu dari seratus mawar yang tergeletak di sebelahnya.

“Kakakku juga tidak bakal menghitungnya lagi.” Mark mengedikkan bahunya, manik jelaganya memandangku dengan jenaka.

“Makasih.” Aku tersenyum, lantas mengambil mawar dari genggamannya.

Malam ini benar-benar dingin dan aneh. Lebih aneh lagi, aku bahkan berharap kakak Mark tidak kembali ke taman ini. Yeah, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan. Kupikir seharusnya dia tersesat saja, atau melamar di tempat lain saja. Jangan kembali, Kak. Kumohon.

“Lihat. Kakakku kembali,” seru Mark tiba-tiba.

O, sial. Kakak ipar malah datang.

Fin


 

Author note :

  1. *Di film Pirates of Caribbean ada adegan bajak lautnya pergi ke daerah kayak kutub gitu. Salah seorang awak kapalnya yang lagi garuk2 kakinya tiba2 jempolnya putus karena beku.
  2. Ya ampun, setelah menghilang selama ramadhan dan lebaran, dan kemungkinan belum akan kembali seaktif biasanya, aku merasa sangat bahagia #jogetkayangalacherrybomb
  3. Cuma mau mengucapkan mohon maaf lahir dan batin bagi yg muslim terutama buat staff nctffi. Teruntuk budir tercintahhhhh, kanjel, kaber, kadon, kaklel, kakai, mbay, kakike, lala, kaktas, kaklat, kakulang, kakbin, kak siapa lagi aku tidak bisa menyebutkan satu persatu. Maaf kalo ada yg kelewat ya, khilaf, hehehe Miss you ❤
  4. Jadi, setelah hiatus #sok, pengin nulis fluff. Tapi kayaknya gatot, cause aku kan penuh kekripian. Ya ampun, mpe inget, ff freelance yg pertama kali kukirim ke nctffi juga genrenya kreepy ya, wkwkwkw #mngingatmasalalu
  5. Ya udah, ini butuh direview biar asoy kak. Dadahhhh 😀

 

 

 

Advertisements

7 thoughts on “[Ficlet] Melamar

  1. Tau gk Mel, aku bayangin ceweknya tuh si Airin loh //DISEPAK AMEL// Jujur ya, ini enggak fluff, tapi mungkin lebih ke cute kali ya ih gemes sama Mark xD Narasinya di ending juga bikin gemes ihik ❤ ❤ ❤ Btw aku juga mau donks dikasih mawar sama Mark :') //mimisan//GAK

    Cieee yg habis hiatus. Itu bukan hiatus Mel, tapi libur demi menjaga kemaslahatan //digetok//

    bubyee ~

    Liked by 1 person

    • Mau dibayangin itu diri sendiri ya boleh, wkwkwkwk
      lha emang aku juga nyadar gak bakat nge-fluff. Padahal ya ampun, markeu kan muka2 fluff banget, eh akunya kripy, wkwkwkwk

      Ya, bukan hiatus tapi menghindari perbuatan dosyaaaaaa krn terus memikirkan mark, hehehe

      Thanks for reading and comment kakji XD

      Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s