[SERIES] ANAK IBU KOST — Edisi: Sebuah Dilema

|   Anak Ibu Kost  |

[ Edisi: Sebuah Dilema ]

|   Johnny  x  Wendy   |

|  Fluff x Slice of Life  |

|   Series   |   Teenagers   |

2017 © Story created by IRISH

thanks for the byuuutiful poster NJXAEM tjintakuh @ Poster Channel {}

‘ Sekarang, Wendy tidak tahu dia harus bersikap seperti apa ‘

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author`s Eyes…

“Bibi Seo, aku membawa—”

Kalimat Wendy terhenti ketika netranya menangkap siluet salah satu anak Bibi Seo tengah duduk memunggunginya di sudut ruangan. Bibir gadis itu baru saja membuka hendak menyebut nama salah satu nama dari dua orang yang ada di rumah tersebut saat si pemuda kemudian berdiri, melemparkan pandang ke arah Wendy dan sontak membuat gadis itu membulatkan mata.

Nando tampak berdiri di sana, dengan sebuah kacamata baca terpasang di wajahnya. Ekspresi Nando tentu saja membuat Wendy makin beringsut menjauh, sebab pemuda itu memasang ekspresi tidak bersahabat yang secara tidak sadar membuat Wendy merasa dirinya tengah diusir.

Tanpa bicara apapun, Wendy akhirnya meletakkan barang bawaannya di lantai, sebelum dia berbalik dan melangkah meninggalkan ruangan tempat Nando berada.

Duh, kenapa dia ada di sana, sih?” Wendy menggerutu, pasalnya Nando adalah orang yang paling ingin ia hindari sekarang. Karena berhadapan dengan Nando akan mengingatkannya pada kejadian tempo hari yang Wendy yakini membuat Nando tidak lagi merasa nyaman pada eksistensinya.

Pelaku pengaduan tempo hari belum ketahuan, omong-omong, dan Wendy sendiri sejujurnya sudah tidak mempermasalahkan sikap Nando tempo hari. Tapi tetap saja, mana bisa dia seenaknya menganggap tidak ada masalah di antara mereka?

“Eh, Wendy? Apa kamu mencari ibu?” Wendy tersentak ketika sebuah suara menyapa. Rupanya gadis itu sudah terlalu sibuk memikirkan masalahnya dengan Nando sampai-sampai dia tidak sadar kalau ada satu orang lagi yang seharusnya dia hindari.

Johnny.

“Iya, tapi Bibi Seo tidak ada.” Wendy menyahut seperlunya. Kalau Wendy tidak mau berhadapan dengan Nando karena masalah tempo hari, ia justru tidak mau berhadapan dengan Johnny karena teringat pada ucapan pemuda itu tempo hari.

Bagaimanapun juga, Wendy terjebak dilema. Di satu sisi, dia tidak bisa terus-terusan bersikap acuh pada si kembar, tapi di satu sisi, dia merasa canggung jika harus membuat dua orang itu merasa tidak nyaman.

“Kamu tidak masuk dulu?” pertanyaan Johnny berikutnya berhasil menghentikan Wendy untuk sejenak menatap paras si pemuda.

Kalau boleh jujur, Wendy ingin sekali menghabiskan waktu di rumah itu. Membantu Bibi Seo mempersiapkan keberangkatannya bersama Paman Seo ke Tokyo, misalnya. Tapi tidak, Wendy terlalu cinta pada harga diri untuk membiarkan dirinya mendapat perlakuan tidak enak dari Nando, atau mungkin mendapatkan perkataan menggores hati dari Johnny.

Jadi, Wendy akhirnya menggeleng.

“Tidak perlu,” ucap gadis itu sebelum dia melangkah ke luar gerbang kediaman keluarga Seo. Tentu saja, dia tahu sikapnya pasti menciptakan tanya di benak Johnny, tapi Wendy tidak peduli.

Toh, Johnny tidak begitu mengenalnya sampai bisa mengambil keputusan sepihak soal sikap yang Wendy ambil, bukan?

Wendy hanya tak ingin bermain api di tempat yang salah, itu saja.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Jadi Wendy, Bibi titipkan Johnny dan Fernandio padamu, ya. Mereka mungkin sudah besar, tapi mereka mungkin akan kesulitan kalau hanya berdua.”

Masih terngiang di telinga Wendy, pesan dari Bibi Seo sore tadi sebelum dia dan Paman Seo menaiki taksi menuju bandara. Si kembar keluar rumah, Wendy tidak yakin kemana, tapi yang jelas sekarang Wendy dibebani tanggung jawab atas keduanya.

Aduh, bicara pada mereka saja Wendy masih merasa enggan, sekarang dia justru dipercaya oleh Bibi Seo untuk menjaga keduanya. Bagaimana mungkin Wendy bisa menyanggupinya? Tapi, kenapa juga tadi dia tidak menolak? Duh, sekarang semuanya menjadi masalah.

“Kamu kenapa?” tanya Joy melihat kediaman Wendy sedari tadi.

“Tidak, Bibi Seo menitipkan Johnny dan Nando padaku.” tuturnya pada sang sahabat. Hal yang kemudian membuat Joy terkekeh geli.

“Wah, baguslah, kamu jadi bisa dekat dengan mereka, bukan? Siapa tahu salah satunya bisa berjodoh denganmu.” goda Joy, menyenggol lengan Wendy pelan seolah menyinggung rasa tertarik Wendy pada si kembar.

Duh, jangan bicara sembarangan, aku ‘kan setia pada Johnny saja.” Wendy berucap, mana mungkin dia mau menaruh hati pada Nando, membayangkan kelakuan Nando saja dia sudah jengah duluan.

“Nah, terus? Bukannya bagus kalau Bibi Seo menitipkan mereka padamu?” tanya Joy.

Akhirnya, Wendy hanya menggeleng pelan, menenggelamkan wajahnya di antara kedua telapak tangan sebelum dia menghela nafas panjang.

“Bukan itu masalahnya, Joy, aku bahkan tidak punya keberanian untuk bicara pada salah satu dari mereka sekarang.”

“Oh ya? Memangnya ada masalah apa?” tanya Joy terkejut, dia tentu tidak tahu tentang apa yang terjadi di antara Wendy dan dua orang itu, bukan?

Wendy akhirnya mendongak, berniat untuk memberitahukan apa yang terjadi pada Joy tapi kemudian gadis itu mengurungkan niatnya. Daripada menghabiskan satu jam untuk berkelakar dengan Joy, Wendy pikir menyiapkan makan malam untuk si kembar akan jadi pilihan yang lebih baik.

“Lupakan saja. Aku pergi dulu, sebaiknya aku tidak sering-sering ke rumah mereka kalau Bibi Seo tidak ada, takut ada yang bicara aneh-aneh tentangku.”

Dan saat itu rupanya Wendy tidak tahu kalau Joy sudah melemparkan pandangan aneh ke arahnya.

FIN

IRISH’s Fingernotes:

Akhirnya, setelah beberapa hari kehilangan mood buat ngetik cerita tentang si kembar dadakan ini, mood dan ide muncul juga :’D meskipun gajelas gini sih ujungnya. Tapi enggak apa, asalkan cerita mereka berlanjut mah enggak apa, LOLOLOL.

Contact Me  ]

instagram wattpad wordpress

 

Advertisements

4 thoughts on “[SERIES] ANAK IBU KOST — Edisi: Sebuah Dilema

  1. Akhirny rilis juga hihihi>< aku selalu tungguin notif dr ka irish hihi,waduh wendy dititipin ama bibi seo buat jaga nando ama johnny🤗 semangat wen!!wkwk joy kenapa mandang aneh ke bias gue wey:((

    Like

  2. Ahhhh akhirnyaaa setelah sekian lama menunggu2 huhuhu

    Kenapa enak banget wendy di titipin dua cogan yaaa walaupun nando lagi ngeselin gitu wkwkkw

    Kak irishhhhh semangat ya nulis cerita mereka aku sangat sukaaaaa 💕💕💕

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s