[NCTFFI Freelance] Snow Child (Vignette)

[Snow Child]

Cast : Jung Jaehyun, Na Eun Hye (OC)

Genre : Romance, Drama

[Jaehyun Pov]

Pada sebuah musim dingin, saat salju sedang turun tepatnya, aku bermain piano bersama seorang teman kecilku. Mungkin saat itu aku berusia 6 tahun dan dia 5 tahun. Cantik. Aku akui dia gadis tercantik yang pernah aku temui waktu kecil. Terlalu muda untukku mengatakan aku menyukai gadis itu, tapi entah mengapa rasanya seperti bunga sakura mekar di musim dingin.

Mungkin yang memikatku tak hanya kecantikannya, tapi kepandaiannya bermain piano dan menari ballet juga membuatku gila. Segila itu di usiaku yang baru menginjak bangku SD. Ah, Jae… Bodohnya aku jatuh cinta se-dini itu. Bahkan aku mengatakan dengan pasti dengannya

“Aku akan menikahimu! Jadi aku tidak memanggil namamu lagi nanti. Aku akan panggil kamu sayangku!”

Sial. Aku merinding. Konyol sekali Jae.

Ku tatap foto masa kecilku itu yang setia terpajang di meja belajarku. Sebetapa aku cinta akan musim dingin dan gadis itu hingga aku rela bermandikan salju bersamanya demi mendapatkan foto itu. Usiaku kali itu 8 tahun dan dia menjadi juniorku di SD. Hari-hari masa kecilku cukup menggelikan ya.

Cukup, lebih baik aku perhatikan buku soal ujian masuk universitas ini. Terpaku pada masa lalu yang indah tidak akan membuat masa depanku indah bukan? Lagipula, sebulan setelah foto bersalju antara aku dan gadis itu diambil, dia menghilang. Ia pindah ke amerika bersama kedua orang tuanya tanpa kabar apapun. Kedua orang tuaku pun tahu akan kepindahan dari tuan dan nyonya Na yang notabenenya sahabat mereka. Empat tahunku di amerika pun tidak memberiku sedikitpun kabar tentang mereka. Saatnya aku melupakannya.

[Author Pov]

Cahaya di langit sudah teramat pudar. Dingin yang menusuk mulai menerbangkan butiran salju ke segala penjuru. Jaehyun sedang menikmati pemandangan kesukaannya di jendela kamarnya. Entah telinganya tertutup earphone atau pikirannya sedang berkelana entah kemana, ia tak menyadari sang ibu berada di ambang pintu kamar dan memanggil namanya berkali-kali.

“Jaehyun-ah… Jae!”

“Ah, ibu sudah lama disana?” tepat sekali, earphone melekat erat di telinganya sejak tadi.

“Hmm… Ayo ikut ibu, ayah sudah menunggu di ruang tamu”

Hening. Jae mulai menerawang apa alasan rapat keluarga di hari yang dingin ini. Apa karena nilai-nilai rapornya kemarin? Atau berita seorang juniornya yang menangis karena ditolak cintanya oleh Jae telah sampai ke telinga mereka? Yah, banyak yang ia tolak baik-baik. Tapi yang menangis di depan umum baru satu.

“Jae, duduklah” sang ayah baru saja menutup telepon dan mulai membuka pembicaraan.

“Ada apa ayah?”

Hening kembali, ayah sengaja membuat suasana misterius atau memang berat untuk mengatakan hal tersebut, tidak ada yang tahu.

“Ini, minumlah dulu. Aku tahu kau terkejut” ibu menyodorkan segelas air pada tuan Jung. Serius, Jae merasakan tulangnya ikut kedinginan. Ada apa ini?

Usai menenggak air itu, ayah mulai menatap Jaehyun. Dia tampak sedih. Ibu yang nampaknya sudah mengetahui permasalahan mulai meneteskan air mata. Ia membuka ponselnya dan menatap lekat entah apapun itu yang terpampang di layar.

“Jae, kau tau sahabat ayah dan ibu kan? Tuan dan Nyonya Na” Jae terkejut, berarti ini juga kabar mengenai Na Eun Hye, gadis favoritnya di masa kecil.

“Ayah mendapatkan kabar bahwa mereka ternyata tinggal di Kanada selama ini”

“Benarkah…” belum usai Jaehyun bertanya, ibu mengisyaratkan untuk diam. Ada apa?

“Tapi kabar ini adalah kabar pertama dan terakhir”

“Mereka meninggal dalam kecelakaan pesawat di Mali bulan lalu”

Seakan jantungnya mulai malas memompa darah, Jae lemas. “Aa…apa… apakah jasadnya ditemukan?”

“Hanya jasad tuan dan nyonya Na yang teridentifikasi. Kabarnya warga Kanada yang ikut tidak ada remaja. Ibu masih mencari kabar Eun Hye” ibu membuka suara dan menyeka air matanya.

[Jaehyun]

Hari ini aku mulai masuk sekolah lagi. Kali ini bunga sakura benar-benar mekar. Tapi, kabar Eun Hye tetap tidak ada. Cobaan apa ini. Sebelumnya bahkan aku tidak pernah segalau ini. Lebih baik dia tidak memberi kabar daripada aku justru khawatir dan semakin merindukannya. Sialnya bahkan aku tidak tahu wajahnya saat sudah remaja. Apa banyak laki-laki mendekatinya?

Aku menatap arloji di lengan kiri. Ku lihat tanggalan kecil di pojokan. Sudah februari dan Eun Hye telah membuatku memikirkannya selama 3 bulan setiap aku berada di depan meja belajar. Huh… Saatnya turun dari bis. Sebentar lagi aku lulus SMA. Aku benar-benar akan melupakanmu jika kamu tidak memberiku kabar hingga aku masuk kuliah Eun Hye!

Ah, ini 14 Februari. Gadis-gadis akan menumpuk mejaku dengan kado dan coklat. Aku tidak siap menolak antrian itu. Dua tahun sudah aku menerima pernyataan cinta dengan kedok kado ulang tahun dan valentine day. Padahal ada satu dua dari mereka yang popular, tapi entah kenapa aku tetap menolak.

“Hei Jae… Siap tolak-menolak lagi?” Seokmin menepuk pundakku. Biasanya lawakannya lucu, tapi kali ini sedikit membuatku merinding.

“Aish… Diamlah” dia cekikikan lagi. Ingin ku pecat saja dia dari list temanku.

Dan yang ku perkirakan sedikit meleset. Tidak ada antrian didepan mejaku kali ini meskipun mejaku tetap dipenuhi coklat, amplop, dan kotak-kotak pink. Sedikit lega. Ah, benar. Mereka sibuk karena hari ini ada liga basket putri antar sekolah. Aku bahkan melupakan hal itu dan membawa buku-buku tebal ke sekolah padahal tidak ada pelajaran hari ini.

Aku dan Seokmin serta teman temanku di tim basket duduk di tribun paling atas. Ya, karena tribun sudah penuh. Banyak sekali yang ingin melihat gadis-gadis cantik keren yang main basket hari ini.

“Jae… Lihatlah itu, Chaeyeon main hari ini. Dia cocok denganmu loh. Cobalah lirik gadis-gadis sedikit” Seokmin kali ini mengarahkan wajahku ke lapangan basket. Tepat disana tim sekolahku sedang latihan dan gadis yang dimaksud ada disitu.

“Bagaimana?”

“Hmm… Cantik sih” dia memang menarik, tapi belum benar benar berhasil memikatku.

Tiba-tiba ada seorang gadis yang menghampiri kami. Siapa diantara barisan pria tampan ini yang akan dihampiri olehnya? Ya ampun dia kearahku.

“Jaehyun sunbaenim, ini ada titipan dari Chayeon unnie” dia segera berlalu setelah menyerahkan kotak pink kepadaku.

“Buka! Buka! Buka!” sialan teman satu timku ribut seperti sarang tawon!

Aku membukanya, ada jersey Chicago Bulls didalamnya. Nampaknya original. Ada surat juga.

‘Selamat ulang tahun Jaehyun-ssi dan selamat Valentine –Chaeyeon’

“Jae, jangan dekati Chaeyeon, aku berubak pikiran” Seokmin menarik-narik swaterku.

“Kenapa lagi… Bukankah ini yang kamu mau”

“Junior yang tadi mengirimkan kotak ini padamu adalah penggemarmu. Tega sekali Chaeyeon menyuruhnya mengantarkan itu padamu” kutatap Seokmin dan menatap Chaeyeon yang tersenyum di lapangan. Apa lagi ini…

“Sudahlah aku juga tidak tertarik padanya” kututup kotak itu dan aku letakkan di lantai. Seokmin mengacungkan jempol padaku.

“Wah, SNU benar-benar ikut tahun ini. Apa mereka ada pemain bagus?” Seokmin berkicau lagi. Ah, benar juga. Seoul National University High School tidak ikut liga tahun kemarin. Sekolah yang melahirkan banyak proffesor. Aku penasaran dengan gadis-gadis basket disana. Dan, ini laga final! Di tahun pertama partisipasi, persiapan mereka pasti matang sekali setelah setahun tidak ikut liga.

“Pertandingan akan segera dimulai! Mana suaranya pendukung SOPA?!” Aku ikut berteriak, sialnya karena Seokmin mencubitku.

“Mana teriakannya SNU?!” Tribun mereka terlihat penuh. Tidak ku sangka mereka cukup antusias dengan basket. Aku? Tentu aku diwajibkan hadir sebagai kapten tim putra. Kapten tim putri cukup kejam untuk tidak aku patuhi.

Permainan berlangsung cukup sengit. SNU selalu memimpin skor meskipun tim sekolahku selalu mengejar hingga 6-8 poin dibawah mereka.

“Kapten SNU kini mulai memegang bola, dikembalikan pada Ji Min, Hye Kyeong, kembali ke kapten Eun Hye, peluang ditutup rapat oleh pemain SOPA kali ini. Apa yang terjadi? Sebuah three poin bung! Kapten kita menutup pertandingan dengan skor 67-52!”

“Wah gila tim kita kalah!” Junhoe, rekan tim ku mulai heboh. Dia mengidolakan kapten tim putri setahuku. Memang konyol anak satu ini.

Ah sesi akhir mulai dibuka.

“Kali ini kita berbicara dengan kapten kedua tim. Silahkan perkenalkan diri kalian”

“Halo, nama saya Kim Ji Hyo dari kelas 12-B. Kapten dari tim basket putri SOPA” dia sok manis didepan sana, padahal dia cukup menyebalkan.

“Halo, nama saya Na Eun Hye dari kelas 12-A. Kapten dari tim basket putri SNU”

Sebentar… EUN HYE? NA EUN HYE?

Aku langsung berdiri dan menatap layar lebar di tengah lapangan. Gadis tinggi dengan rambut panjang dikuncir dan seragam basket SNU nomor punggung 11. Apa dia Na Eun Hye yang aku cari? Dia nampak tinggi, Ji Hyo hanya sepantar dengan dagunya saja.

“Woah, kaptennya cantik Jae! Style-ku banget seperti model!” aku tak menjawab ocehan Seokmin dan hanya memperhatikan layar.

“Bagaimana perasaan anda sebagai seorang kapten saat berhasil membawa SNU menjadi jawara tahun ini? Apa persiapannya sangat panjang?”

“Sejujurnya saya baru ikut latihan bulan ini karena saya murid pindahan. Saya juga tidak menyangka dipilih sebagai kapten. Tapi saya bersyukur bisa membawa tim ke final”

“Benarkah? Pindahan dari mana Eun Hye-ssi?”

“Saya pindahan dari Vancouver, Kanada”

“Benar-benar pemain basket pro ya disana”

“Hahaha tidak juga…”

“Baik terima kasih Eun Hye-ssi bisa kembali ke tim, Kita beralih ke kapten tim SOPA. Bagaimana…”

Aku segera berlari ke bawah tribun. Tidak peduli apa yang dilihat teman-temanku bahkan juniorku. Aku hanya berlari ke arah bangku SNU. Tak peduli apa lariku terlihat keren atau tidak, aku hanya menuju kapten tim SNU. Na Eun Hye.

Aku menarik lengannya.

“Na Eun Hye-ssi…”

Ia tampak terkejut dan mencoba mengenali wajahku. Tak mungkin ia mengenalku. Tapi, akan ku jelaskan secepatnya.

“…” Ia tetap diam, sekelilingku mulai menatapku aneh. Tapi aku menunggu ia berbicara.

Baik, aku akan coba menjelaskan apa yang terjadi. “Maaf, Eun Hye-ssi. Namamu seperti orang yang aku cari. Apa kau mengenal…”

“Jaehyun-ah!” matanya berbinar, tampaknya ia meneteskan air mata. Dan… ia memelukku. Sangat erat.

Aku mengajaknya keliling sekolah. Nampak aneh, namun aku menikmati waktu bersamanya. Ternyata perasaanku tidak sedikitpun berubah.

“Eun Hye, bagaimana kamu bisa sampai ke korea lagi? Ibuku bahkan mencarimu” ia tidak begitu ceria, namun dia tetap tersenyum seperti saat dia diwawancarai di lapangan tadi.

“Ooh… Sekretaris ayahku yang mengurus semuanya. Aku kembali ke korea untuk mengurus perusahaan”

“Maaf jika keluargaku tidak memberi kabar sama sekali, aku juga tidak tau alasannya”

Aku menatap wajahnya. Aku tidak tahu ini waktu yang tepat atau tidak. “Mmm… Aku turut berduka cita atas meninggalnya kedua orangtuamu”

Ia hanya tersenyum dan mengangguk. Kini kami berdua diam, apa yang harus aku katakan…

“Eh…”

“Eh…”

“Hmm kamu duluan Jae”

“Baiklah… Mampirlah ke rumahku. Ibu dan Ayah pasti sangat ingin bertemu denganmu”

“Iya…” dia mulai diam lagi… Aduh apa yang harus aku katakan.

“Jae, selamat ulang tahun ya. Mmm… nanti kapan kapan ketemuan lagi kalau kamu ada waktu” ya ampun aku kaget. Diajak ketemuan sama cewek yang aku suka. Ya ampun.

“… I… Iya pasti”

[Author’s Pov]

Siang yang tidak terik, cukup sejuk bagi mahasiswa yang bosan kuliah atau kelaparan untuk duduk di taman dan bercengkrama. Sebagai universitas peringkat atas dunia, Seoul National University punya segala macam mahasiswa. Salah satunya adalah jenis mahasiswa kasmaran.

“Hei, kau benar benar bekerja di kafe? Perusahaan orang tuamu kan masih bisa meghidupimu”

“Ish, aku bukan anak kecil… Lagipula tugas maket ini sedikit membuatku bosan”

“Hei! Kau bilang bosan? Itu jurusan impianku waktu kecil tau?!”

“Bersyukurlah kamu benar-benar kerja dan terkenal sekarang…”

“Ya tapi arsitektur tetap jadi impianku…”

“Diamlah, dengan posisimu begitu apa penggemarmu tidak akan marah?”

“Tenanglah, siapa juga yang akan melaporkan aku rebahan di pangkuanmu jika aku bilang kita sahabat?”

“Apa? Sahabat? Wah, begitu ya ternyata kelakuanmu di hadapan gadis-gadis. Awas saja kau!”

Sebuah jitakan tepat di kepala dirasakan Jaehyun. Na Eun Hye tidak pernah berubah. Gadis kuat yang tetaplah seorang gadis salju di mata Jae.

end

Advertisements

3 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Snow Child (Vignette)

  1. Ceritanya lucu dan sempet senyum2 sendiri juga. Jaehyun disini kayak agak alay ya… //dibalang Jaehyun-stan // Aku sempet ngira kalau si cewek bakal meninggal loh tapi ternyata happy ending 😄 Ada mbak Chaeyeon juga nyempil 😂 Penjelasan ceritanya udah bagus tapi ada kesalahan ejaan kayak amerika harusnya kan Amerika karena nama daerah sama penggunaan tanda baca yg kurang.

    Tapi overall aku suka ceritanya. Berawal dari masa kecil dan masa kecilnya Jaehyun gemesin banget udah tau aja mana cewek cantik 😂 Keep Writing kak and Hwaiting! ❤✊😊

    Like

    • Aih thank you feedbacknya ☺️🙏🏻 Maafkan aku buat kekurangan di penulisan soalnya idenya muncul sekilas dan aku ketik semalaman langsung kirim 😂 Maafkan juga kalo diksi yg aku pake bikin jaehyun keliatan alay hahaha Makasih udah bacaa 😉🙏🏻

      Liked by 1 person

      • Semaleman? Wah, buat yg ditulis semaleman termasuk bagus kali. Nggak apa2 kok ceritamu bagus cuma nanti untuk penulisan tinggal dirapiin lagi aja ^^ Ditunggu karya yg lain ya 😊

        Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s