[NCTFFI Freelance] Dyre (Chapter 7)

DYRE

Genre  : School Life, Friendship, Love, Comedy, Drama

Main Cast       : [NCT’s] Mark Lee, Johnny Seo, Jung Jaehyun, Jung Hana (OC), Choi Yora (OC), Yoo Raein (OC)

Sub cast          : Lee Taeyong, Winwin Dong

Summary        : Dyre is another word for love

#2

Makan Siang

.

.

.

Suasana kelas pagi ini mendadak jadi hening saat Lee Taeyong-guru matematika-mengumumkan akan ada ulangan mendadak.

Yang benar saja?! Apa gak ada kalimat lain yang lebih seram seperti hari ini ada Moon Taeil yang akan datang ke sekolah? Begitu pikir Yora saat Lee Taeyong segera menyuruh Winwin-si ketua kelas- membagikan kertas soal pada setiap murid yang hadir.

“Heh kau Jung Hana, kemarin kenapa gak datang ke toko buku? Aku jadi terjebak disana sama kak Johnny tau” bisik Yora, membuat orang yang diajak bicara menghentikan sejenak pekerjaan mengisi jawaban ulangan miliknya.

“Hehe aku emang udah rencanain itu sama Mark, lagian Mark juga bilang kalau mau balas budi sama kamu karena udah berhasil nembak aku” ujar Hana yang ikutan berbisik takut kalau Taeyong-ssaem mendengar pembicaraan mereka.

“Benarkan dugaanku, jadi ini ulah kamu sama Mark?!” suara Yora yang kaget dengan jawaban Hana nyaring terdengar ke seantero ruang kelas, tak terkecuali dirungu Taeyong-ssaem yang mengawasi anak muridnya di depan kelas.

“Siapa itu yang ribut-ribut?” dengan tegas Taeyong-ssaem menilik satu per satu anak muridnya, coba mencari tahu dari siapa sumber suara yang membuat telinga pria tirus itu tuli sejenak.

“Pak! Jung Hana dan Choi Yora sedari tadi saya dengar sedang berdiskusi” Persetan, lelaki kelahiran Cina yang mejabatan sebagai ketua kelas itu, membuat Yora dan Hana langsung menyorot tajam wajah Winwin.

Tentu saja, mereka batal mengerjakan soal sampai selesai karena Taeyong-ssaem menghukum Hana dan Yora keluar dari kelasnya.

Bukannya sedih atau apa, Hana malah diam-diam tersenyum dan menyeret sahabatnya-yang meratapi nasibnya karena batal ikut ulangan sambil terus mengumpat kearah Winwin-untuk ikut dengannya kesuatu tempat.

Hana ingat, kemarin Mark bilang padanya kalau hari ini ia ada latihan band perdana.

Yup, sekolah mengadakan audisi anggota baru band-ekskul andalan sekolah-beberapa waktu lalu, dan terpilihlah Mark.

Disana juga ada Jaehyun sudah lebih dulu bergabung saat seusia Mark-dalam band-ekskul yang paling banyak penggemar perempuannya- disekolah.

“Yah gini deh kalau diajak sahabat nyamperin pacarnya, jadi obat nyamuk dah” gerutu Yora saat ditinggal Hana yang langsung berlari menghampiri Mark yang-kebetulan-sedang istirahat saat latihan.

Mark Cuma bisa melongo saat gadisnya mengerlingkan mata sipitnya malu-malu kearah Mark saat sudah sampai diambang pintu studio musik sekolah “Kakak kesini? Ini kan masih 5 menit lagi sebelum bel istirahat”

“Ah, panjang deh ceritanya, terus gimana latihannya? Capek gak? Mau kubelikan minum?” tanya Hana sambil memijit-mijit pundak Mark yang tadi baru saja mengajak Hana masuk dan duduk disudut studio.

“Anu, Na, aku ke toilet dulu yah, kebelet” ujar Yora sambil memamerkan cengiran khasnya yang langsung membuat gigi gingsulnya semakin terekspose.

“Loh, kak Yora, kok malah kabur, gimana kemarin nge date sama ka Johnny nya?” Mark itu polos, Bung, sebelum Hana sukses menyikut lengan pacarnya itu, Yora sudah lebih dulu menatap sinis manik kedua sejoli itu dengan perasaan ingin sekali menjadikan mereka berdua menu makan siangnya hari ini.

“Mark, kamu mau tahu gak apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Hana pada Mark saat Yora sudah benar-benar keluar dari ruangan itu.

“Apa kak?” mata Mark dbuat membulat, haduh, entah kenapa bukannya langsung bercerita, Hana malah terlihat semakin gemas melihat Mark memasang wajah seperti itu.

“Yora malah marah-marah sama aku soal nge date sama kak Johnny, akhirnya kita dihukum karena suara Yra melengking banget pas marah tadi padahal lagi ulangan, yaudah aku mutusin buat ajak dia buat liat kamu aja, eh malah kabur tuh anaknya” tawa Hana akhirnya memuncah seiring penjelasannya kepada Mark

Jaaehyun yang mulai risih dengan tingkah adik kelas dan pacarnya didalam studio akhirnya ikut buka suara “Hoy anak baru, kalau mau kencan jangan disini, sana di menara Namsan”

“Ah, maaf kak Jaehyun, kalau gitu kita ke kantin saja yuk kak, kebetulan bel istirahat udah bunyi juga, siapa tahu kak Yora juga lagi nungguin kita disana” ujar Mark membungkuk sesaat pada Jaehyun diikuti Hana yang menatap sekilas wajah Jaehyun yang kembali fokus menatap layar ponselnya.

Well, Mark dan Hana bahkan sudah mengitari kantin yang luasnya setengah lapangan bola itu, sampai harus berpencar.

Tapi mereka tak menemukan Yora-bahkan didekat wifi corner tempat kesukaan Yora-, sama sekali tak ada. Yah, daripada itu, Mark memutuskan untuk makan siang saja bersama Hana karena sudah tak tahan menahan lapar setelah berlatih band.

            Sebenarnya ini kali kedua untuk Hana dan Mark makan berdua seperti ini. Tapi entah kenapa, setiap ia menatap Mark yang lahap menghabiskan makan siangnya, jantungnya serasa rontok sampai ke perut kemudian dicerna oleh usus.

Manik obsidiannya juga tak henti menatap Mark yang sampai tertunduk-tunduk saking lahapnya saat makan.

Hana bahkan tak sadar kalau sekarang ia benar-benar tersenyum menatap wajah Mark sampai bengong.

Tak sadar yang ditatap malah menatap balik dan coba menyadarkan lamunan kekasihnya dengan jentikan jari tepat didepan wajah Hana.

Mark lagi-lagi Cuma bisa tersenyum melihat ulah Hana, sementara Hana sukses dibuat malu didepan pacarnya sendiri.

“Aku tahu kok kalau aku ganteng” ujar Mark membuka pembicaraan setelah hening beberapa saat disalah satu meja kantin yang padahal sekitarnya cukup ramai pelajar lain bersenda gurau.

Mark sukses membuat Hana yang sudah malu, sekarang malah tersedak saat menyeruput kuah sup kimchi “Hah, kamu kenapa bisa bicara seperti itu?” tanya Hana saat tersedaknya mulai hilang setelah Mark memberinya minum.

“Buktinya kakak liatin aku sampai bengong gitu” ledek Mark yang terseyum sambil menatap wajah berseri, oh bukan wajah Hana sekarang bak kepiting rebus yang baru diangkat, sangat merah.

“Apaan, sih, Mark, aku tuh lagi awasin kamu, kamu kan kalau makan suka berantakan” Mark hanya mengangguk pura-pura paham supaya kekasihnya itu terlihat senang.

“Yaudah deh kalau kakak gak mau ngaku, tuh makan dong jatah makan siangnya, apa mau aku yang suapi?” tanpa meminta jawaban dari Hana, sekarang Mark sudah menyendokkan nasi dengan toping daging sapi panggang diatasnya untuk Hana.

“Makasih Mark, sayang” ujar Hana malu-malu dan dengan suara lembut yang akhirnya ia keluarkan.

“A-apa kak? Kakak panggil aku sayang?” Mark menghentikan aktivitas menyuapi Hana dan lagi-lagi membelalakkan matanya.

“Loh kenapa? Kita kan pacaran, kamu juga tuh, kan udah aku kasih tahu, panggil aku sayang, jangan kak terus dong” omel Hana didepan Mark yang sudah siap melayangkan cubitan gemasnya di pipi Hana.

“Iyadeh. Tapi jujur ya kak, menurutku gak perlu tuh panggilan sayang atau apa, karena perasaan sayang itu untuk dirasakan bukan Cuma diutarakan” Yaampun, ini benar Mark?

Maksudnya lihatlah lelaki yang tahun ini baru menginjak usia 19 tahun itu, membuat Hana semakin menyukai Mark saat lelaki seusianya berbicara bijak soal perasaan yang bahkan Hana sendiripun tak begitu paham oleh apa yang diutarakan Mark.

“Yasudah kalau kamu memang nyamannya panggil aku kak, asal kamu sayang sama aku. Sekarang cepat habiskan makan siangmu, sebentar lagi kan bel masuk” ujar Hana sambil menilik jam tangan bermotif bunga-bunga yang ia kenakan.

“Siap kak Hana sayang” Mark segera menjawab seraya menunjukkan dua buah bulan sabit yang ia miliki pada Hana.

“Ah pacarku makin menggemaskan sekali” ujar Hana sambil mengacak-acak rambut hitam pekat Mark gemas karena mendengar kata sayang-yang akhirnya-keluar dari bibir pacarnya sendiri.

“Ah kak, rambutku jadi berantakan, cepat rapikan” rengek Mark yang sebenarnya sedang mdus supaya ia bisa merasakan sekali lagi kelembutan tangan Hana menyentuh kepalanya.

“Aduh maaf deh, sini aku rapihkan” dengan senang hati Hana merapikan rambut Mark sambil terus mengulum senyum diam-diam supaya Mark tak tahu kalau Hana benar-benar merasakan panas di pipinya karena gemas dengan Mark.

tbc

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s