[NCTFFI Freelance] Dyre (Chapter 8)

DYRE

Genre  : School Life, Friendship, Love, Comedy, Drama

Main Cast       : [NCT’s] Mark Lee, Johnny Seo, Jung Jaehyun, Jung Hana (OC), Choi Yora (OC), Yoo Raein (OC)

Sub cast          : Other NCT Members, SM Rookies, and others figuran

Rating : Teen

Summary        : Dyre is another word for love

Pertemuan Tak Terduga

.

.

.

Entah kenapa, rasanya hari ini mood Yora sedikit kurang enak.

Yah, bisa dibilang salah satu penyebabnya adalah karena tadi pagi ia batal menyelesaikan ulangan matematika.

Ia terus saja mengumpat dalam hati ditengah semilir angin taman sekolahnya, menyalahkan dirinya yang tak dapat mengontrol volume suaranya saat suasana kelas sedang amat-dan memang harus-tenang.

“Hai, Yora! Choi Yora” Yora yang tadinya duduk termenung disalah satu bangku panang taman sekolahnya, sontak dibuat celingukan mencari asal suara yang memanggil namanya barusan.

“Kak Johnny! Kok bisa disini? Kan masih jam pelajaran, ya emang sih masih istirahat, maksudnya kan belum bel pulang?” pertanyaan bertubi-tubi yang Yora layangkan pada pria berusia 20 tahunan itu malah membuat yang ditanyai hanya tersenyum.

“Coba lihat ini!” seru si pria seraya memperlihatkan secarik kertas yang ia bawa tepat didepan wajah Yora.

Setelah sepasang manik kecoklatan milik Yora membaca dengan seksama isi dari kertas itu “Hah, ini bukan april fool, kan?” mulut Yora dibuat menganga dihadapan Johnny yang sekarang duduk disamping gadis yang masih berseragam rapi itu.

“Yakali aku bisa bikin kaya gitu buat april fool, ah senangnya, aku jadi bisa lihat kamu sepanjang hari kalau kaya gini” ujar Johnny santai menanggapi pertanyaan gadis yang terus mengerjapkan matanya sambil sesekali mengulangi pekerjaan membaca kertas yang masih ada ditangannya seolah tak percaya.

“Lee Sooman-seonsaengim-kepala sekolah-jangan-jangan isi kepalanya kemasukan air laut yang asin karena habis ketemu spongebob deh, masa iya bisa nerima kak Johnny jadi pelatih band sekaligus guru musik sekolah ini?” gumam Yora yang justru mendapat ledakan tawa dari Johnny yang jelas-jelas mendengar gumaman Yora barusan.

Tadinya Yora hendak bangkit dan pamit untuk pergi kekantin, setelah kelaparan karena melewatkan waktu makan siangnya.

Untugnya kantin juga menjual beberapa makanan dan minuman ringan, jadi Yora bisa saja membelinya saat ini sebelum tangan kekar Johnny berhasil menahan langkah gadis mungil itu untuk pergi.

Yora agak kaget barusa karena ohnny sedikit memaksanya untuk kembali duduk.

Kebetulan sekali, seperti pertanyaan spongebob yang bertanya apa dia bisa makan enak hari ini kepada kerang ajaib.

Johnny dengan sumringahnya memasukkan jas yang tadi ia bawa dengan tangannya dan mengeluarkan kotak makan berukuran sedang dari tas ransel yang ia bawa.

Ia memberi kotak itu pada Yora dan mempersilahkan si gadis untuk membukanya sendiri.

Terus apa maksudnya?” aduh, iya-iya, Yora kan melewatkan waktu makan siangnya barusan, makanya otaknya langsung tidak bisa dengan cepat memahami apa maksud Johnny memberikan kotak bekalnya pada Yora.

“Makan aja, buat kamu, aku sih gampang, tinggal minta suapin kamu aja” ujar Johnny sambil mengedipkan salah satu matanya, dan membuat Yora malah bergidik geli melihatya.

Daripada harus memakannya dan dipaksa menyuapi pria gila-menurut Yora-dihadapannya.

Yora buru-buru menolak kotak bekal berisi bibimbap yang barusan Johnny sodorkan untuknya “Ga usah kak, aku bisa tahan sampai nanti pulang, kok, Kakak makan sendiri aja” ujar Yora sambil buru-buru mengembalikan kotak bekal itu kepada empunya.

“Beneran? Kan jam pulang masih lama, aku gak mau loh lihat kamu pulang dari sini tinggal nama” sepersekon setelahnya, Johnny langsung gelagapan dan tak habis pikir kenapa bisa-bisanya mengutarakan hal yang lebih bodoh dari dirinya sendiri barusan.

“Apa? Kakak bilang apa barusan? Mau kusuapi dengan sesendok penuh bibimbap ya?” tanpa menunggu jawaban dari Johnny, Yora refleks melakukan apa yang barusan ia katakan saking kesalnya.

“Aduh iya-iya….maaf…aku kan…gak bermaksud….tapi…nyuapinnya…dikit-dikit saja dong…pipiku…jadi sakit nih…” dengan terbata-bata Johnny mengeluh karena mulutnya penuh dengan makanan yang barusan Yora berikan untuknya.

Yora buru-buru menaruh kotak bekal itu dipangkuan Johnny setelah sadar bahwa dengan lancangnya sudah menyuapi pria yang duduk disampingnya saat ini “Ih nyebelin tau, gak?!” bukannnya pergi atau apa.

Yora malah bergeming dan membelakangi tubuh Johnny sambil cemberut dengan tangan yang ia lipat didadannya.

“Hey, kamu beneran marah ya?” Yora lantas dibuat kaget mendengar Johnny bertanya dengan nada selembut itu, yah walaupun tidak selembut Moon Taeil saat bernyanyi.

“Habis kakak nyebelin, sih!” ujar Yora lantang seraya menengadahkan wajahnya dan menatap Johnny masih sambil cemberut, membuat yang ditatap malah ingin langsung mencubit bibir yang mengatup itu saking gemasnya.

“Yasudah aku minta maaf tapi kamu makan dong, nih aku suapin yah, aaa” ujar Johnny yang sekarang seperti sedang menyuapi adiknya sendiri, oh bukan, Raein mana mau diperlakukan seperti ini.

Akhirnya setelah Johnny merengek sambil menghentak-hentakkan kakinya ketanah, Yora mau membuka mulutnya sedikit enggan, menerima suapan yang Johnny berikan.

Sebenarnya bukan enggan, sih, Yora hampir tertawa melihat tingkah Johnny, makanya ia lebih memilih menerima suapan yang Johnny berikan saja agar ia mau berhenti melakukan hal konyol seperti tadi.

Dua manik itu tak elak saling bertemu saat Yora coba curi-curi pandang dengan milik Johnny saat selesai meyunapi Yora.

Johnny hanya ternseyum saat tahu sedang diperhatikan, sementara yang menatap bergeming langsung memalingkan pandangannya takut kalau Johnny tahu wajah Yora dibuat memerah karena salah tingkah.

Ditengah kekesalannya, Yora iseng berpikir tentang sifat Johnny hari ini.

Maksudnya, biasanya dia meyebalkan karena selalu menggoda Yora.

Tapi, lihatlah, hari ini, Johnny juga ternyata bisa jadi pria yang hangat.

Mau sebegitunya membujuk Yora agar mau makan dan melempar senyum yang tanpa disadari membuat Yora merasa air terjun Niagara sekarang berada jantungnya, ah damainya.

“Kak…” panggil si pemilik suara cempreng itu pelan-pelan pada pria yang barusan membereskan kotak bekal miliknya yang isinya sudah hampir habis.

“Iya, ada apa?” jawab Johnny setelah selesai melakukan pekerjaan beres-beres kotak bekal barusan.

“Engga, aku Cuma mau bilang, makasih, ya” ragu-ragu, gadis itu berbicara sambil sedikit membungkukkan kepalanya masih dalam posisi duduk.

“Santai aja” singkat Johnny sambil iseng meperhatikan murid-murid lain bersenda gurau saat jam istirahat seperti ini.

“Gak nyangka Kakak bisa seperti ini juga” puji Yora.

“Haha aku emang berbakat dibidang musik, sih, makanya keterima adi pelatih band sekaligus guru musik disini” lanjut Johnny seakan ingin ikut memui dirinya sendiri.

“Bukan itu…ah lupakan pokoknya makasih deh” ujar Yora masih ragu-ragu tanpa berani lagi menatap manik lawan bicaranya itu.

“Haha, iya sama-sama. Ohya kamu gak sama Hana, atau Raeni?” tanya Johnny.

“Enggak, Kak, Hana lagi berudaan sama Mark, Raein aku lihat sibuk main basket, lagipula aku lagi pengen sendiri” ujar Yora yang raut mukanya berubah jadi sedikit teduh.

“Hmm gitu, yasudah kalau begitu, aku mau bertemu Raein dulu yah, sekalian pamit pulang, belajar yang rajin, ya” ujar Johnny seraya bangkit setelah mengacak-acak surai lembut milik Yora.

Sementara itu dipinggiran lapangan basket yang tak jauh dari taman “Hoy, Yoo Raein!” panggil seorang pria berkemeja putih dengan dasi hitam dan celana bahan dengan warna senada.

“Hey, John! gimana? Keterima?” Raein lantas menghentikan sejenak aktivitas bermain bola basketnya dan bertanya pada Kakakya yang malah menjitaknya asal karena seenak jidat memanggil kakak sepupunya sendiri Cuma dengan nama.

“Awas nanti kalau aku sudah kerja disini, kalau kamu berani panggil aku seperti itu, bakal aku skors 3 hari” ancam Johnny dengan bola basket yang sekarang ia pegang seolah ingin benar-benar melemparnya tepat diwajah adik sepupunya itu.

“Haha maaf deh, yasudah pulang gih sana, apartemen kita nanti dibawa orang loh” ledek Raein yang sekarang tengah men-dribble bola basket yang barusan ia rebut dari Johnny.

“Yasudah, jadi anak yang baik ya, nak. Papa pulang dulu, nanti Papa jemput saat pulang sekolah” ujar Johnny lekas meninggalkan Raein yang Cuma bisa menggeleng sambil berdoa dalam hati supaya kakaknya itu bisa sedikit lebih normal seperti pria lain seumurannya.

tbc

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s