[NCTFFI Freelance] Dyre (Chapter 10)

DYRE

Genre  : School Life, Friendship, Love, Comedy, Drama

Main Cast       : [NCT’s] Mark Lee, Johnny Seo, Jung Jaehyun, Jung Hana (OC), Choi Yora (OC), Yoo Raein (OC)

Sub cast          : Other NCT Members, SM Rookies, and others figuran

Rating : Teen

Summary        : Dyre is another word for love

Ciuman Pertama

.

.

.

Yah, tak terasa waktu berlalu begitu cepat.

Sebulan lagi kelas 3 akan menghadapi ujian kelulusan.

Artinya Yora, Raein, Jaehyun-yang kebetulan ikut bergabung dalam perjalanan pulang-dan Hana harus ekstra belajar.

Seperti sekarang ini, mereka berempat kompak melangkahkan kakinya ke halte dekat sekolah saat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam karena baru selesai ikut kelas tambahan disekolah.

“Wah, kayanya ada yang lagi seneng nih, pulang bareng” ujar salah satu dari mereka untuk, yah, memecah keheningan barangkali.

Hana tahu betul kepada siapa Yora meledek “Rey, Jaehyun, jangan dengerin Yora, anggap saja dia tembok” pungkas Hana untuk meledek balik Yora yamg ia buat manyun seketika.

“Kalau beneran tembok, seram dong, bisa jalan” balas Jaehyun.

“Tau nih, emang kamu mau aku jadi tembok beneran?!” semprot Yora pada Hana yang Cuma terdiam setelahnya.

Hening kembali, sebelum akhirnya terdengar suara seseorang dari kejauhan.

“Kak!”

Suara itu sukses membuat keempat pelajar yang masih memakai seragam rapi kompak menoleh kearah sumber suara.

.

.

.

Mark memang sengaja menunggu Hana pulang hari ini.

Tapi yang ditunggu sepertinya sedang dalam keadaan tidak bersemangat, saat Mark dipersilahkan duduk disamping Hana oleh Yora.

Disisi lain, Raein dan Jaehyun, kompak berdiri agak jauh dari sana.

Untung tak lama kemudian, bis biru yang mereka tunggu akhirnya sampai dihalte tempat kelimanya berada.

.

.

.

Seorang pria sepertinya tengah sibuk mengatur napas setelah-akhirnya-berhasil ikut naik ke bis yang sama.

Raein, Jaehyun, tak elak Hana dan Mark yang duduk dibangku belakang bis kompak dibuat heran karena melihat pria didepan mereka seperti sudah diambang kematian untuk mengatur nafas, padahal Cuma habis mengejar bis saja.

Maklum, itu kan Johnny Seo, bukan dia namanya kalau tidak konyol.

Hana langsung menyentil pelan telinga Yora, yang tengah asik menatap layar ponsel dibangku depannya.

“Hoy, sibuk sekali sama ponselmu, Moon Taeil lagi? Tuh ada Kak, eh masksudya Johnny-ssaem” ujar Hana kemudian menatap Johnny sedikit membungkuk untuk memberi hormat.

“Haha, kalau diluar sekolah, panggil kak Johnny aja, Na” ujar Johnny pada Hana-ikutan membungkuk-yang sudah membantunya mengalihkan atensi Yora agar mau memperhatikannya.

Jaehyun juga ikutan membungkuk pada Johnny “Kakak, baru pulang, ya?” tanyanya pada pria yang sekarang sudah duduk disamping Yora.

“Sebenarya sih sudah sejak sore tadi, aku iseng saja menunggu Yora pulang, supaya bisa pulang sama-sama” pungkas Johnny sambil mengacak-acak surai milik Yora.

Alhasil Yora malah memelototi Johnny karena sudah berani mengganggu ritual-mencari info tentang Moon Taeil-yang saat ini Yora lakukan karena sedang jenuh.

Raein tanpa sengaja melihat momen Yora yang memelototi kakak sepupunya sendiri.

“Rasain tuh! Dipelototi sama macan, lagian centil, sih” ujar Raein dibarengi tertawa renyah milik Jaehyun yang duduk disampingnya.

“Kalau aku macan, kamu apa dong, Rey? Kuda laut?”

Entah darimana pemikiran untuk mengatai Raein ‘kuda laut’ berasal, yang jelas sekarang Yora sedang tidak ingin diganggu karena mau ‘pacaran’ dengan Moon Taeil-idolanya-, maklum fangirl.

Kali ini Mark kompak tertawa bersama Jaehyun yang tak habis fikir bahwa seperti ini toh kalau Raein dan Yora sedang bertemu?

“Udah-udah, Kakak-kakak sekalian, gimana kalau kita main saja ke Sungai Han sebentar? Hitung-hitung melepas stres” semua kompak mengangguk menimpali tawaran Mark.

.

.

.

Sesampainya di Sungai Hanㅡ

“Kak? Dari tadi diam saja? Ada apa?”

ㅡMark bertanya pada Hana dengan menarik tangan Hana untuk berjalan dibelakang bersamanya saat yang lain kompak berjalan-ke supermarket untuk beli camilan-didepan.

“Gak, kok, aku Cuma capek” jawab Hana singkat tanpa mau melihat wajah pacarnya itu.

“Mau duduk sebentar?” tanya Mark sekali lagi.

Setelah mendapat jawaban iya, pemuda Lee itu langsung mengajak Hana yang-katanya-lelah untuk duduk disalah satu bangku taman yang tak jauh dari supermarket.

Mark juga meminta ijin pada yang lain untuk mencari tempat duluan.

Ada yang berbeda, Mark tahu.

Hana tak seperti biasa, hari ini ia terlihat benar-benar lesu.

Dipersilahkannya Hana untuk menyandarkan kepalanya kepundak Mark, atau kalau mau tiduran diatas paha pun, Mark tidak akan menolak.

Mark beropini bahwa Hana sangat membutuhkan sebuah sandaran sekarang.

Ia bertanya kenapa sekali lagi, untuk memastikan apa yang terjadi.

Tapi, Hana lagi-lagi menjawab kalau ia hanya sedang lelah.

Sampai akhirnya Hana tanpa sadar mulai terpejam dipundak Mark.

Tapi tak lama kemudian, Hana kembali bangun.

Ia membenarkan posisi duduk pun rambutnya yang agak berantakan.

Mark seketika coba menatap wajah Hana, yang masih tertunduk lesu sambil terus menyeka air matanya.

Mark mulai khawatir dengan hal itu, Ia buru-buru ikut menyeka air mata Hana dan memeluk gadisnya erat agar Hana mau berhenti menangis.

“Mark” akhirnya rungu Mark mendengar sebuah suara yang sangat lirih baginya.

“Ada apa, Kak? Kakak kenapa malah nangis?” tanya Mark lembut dan sedikit mengangkat dagu Hana supaya ia bisa melihat wajah gadisnya yang tetap terlihat cantik bahkan saat sedang sedih seperti ini.

“Aku kangen sama kamu, maafin aku akhir-akhir ini sibuk banget, sampai gak ada waktu buat ketemuan” suara Hana terdengar semakin lirih ditelinga Mark.

“Sayang” panggilan lembut Mark barusan sukses membuat Hana langsung menengadahkan kepalanya dan memperhatikan Mark yang tersenyum kepada Hana.

“M-Mark…” Hana dibuat semakin gelagapan, perasaannya tidak karuan, apalagi sekarang Mark dengan berani mencium pipi tembam Hana.

“Maaf kalau aku lancang, aku Cuma gak mau Kakak sedih lagi, aku juga kangen sama Kakak, tapi aku paham, kok, sebentar lagi Kakak ujian kelulusan, jadi harus menghabiskan waktu dengan belajar” jelas Mark, membuat Hana menangis kembali.

“Huaa…Mark Lee…” yup, tangisannya kini semakin kencang.

Mark jadi dibuat takut mendengarnya.

“Kak, aduh, udah dong kok malah makin kencang?”

“Maaf, Mark, aku nangis soalnya terharu, kamu kok bisa bilang kaya barusan?”

Iya, Hana tidak percaya, bisa-bisanya bocah seperti Mark malam ini malah membuatnya terharu, apa Mark sudah mulai dewasa sekarang?

“Hehe, gak tau deh, yaudah, yang penting Kakak jangan sedih lagi, ya, kalau Kakak kangen sama aku, Kakak tinggal telpon aku aja, aku bakal datang, kok” ujar Mark meyakinkan Hana.

“Iya aku gak akan sedih lagi, makasih sayang” kali ini Hana yang agaknya sudah berani untuk gantian mencium pipi Mark.

Mark tak elak jadi dibuat seperti melayang sesaatㅡ

“Kak Hana…”

ㅡsuaranya bahkan terdengar begitu bergetar dirungu Hana.

“Itu balasan, soalnya kamu udah berani cium pipi aku duluan” ledek Hana.

Mark tersenyum dan berkata “Kak, tahu, gak? Aku senang sekali malam ini” seraya menyandarkan kepalanya ke pundak Hana.

.

.

.

Sementara itu dari kejauhan.

“Ya ampun, barusan mereka ciuman-yang dari jauh kelihatan seperti ciuman bibir-ditempat umum?”

pekik Yora yang barusan keluar dari supermarket duluan untuk mencari angin-katanya, sih-

tbc

Advertisements

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s