[Jaemin’s Birthday] IT’S TOTALLY YOUR FAULT!

DHCaW3SUIAEoRpr.jpg

— IT’S TOTALLY YOUR FAULT!

©2017, sweetbaebe

.

Starring with

NCT’s Na Jaemin — OC’s Iona Young

.

| AU! Fluff Friendship School Life — Slice Of Life Romance | Ficlet | Teens |

.

Disclaimer

This plot and OC purely mine!

Happy reading 🙂

.

Summary

“Ayo kita kencan malam ini.”

.


Jaemin tengah dirundung rasa gelisah akhir-akhir ini. Bagaimana tidak? Sudah seminggu ia tak bertukar sapa dengan sang pujaan hati, Iona Young. Setiap kali keduanya bersitatap, sang dara lebih cepat memilih untuk membuang muka ketimbang melempar senyum ke arahnya. Entah karena apa, Jaemin pun juga tak mengerti mengapa Iona bersikap seperti itu.

Sialnya, masalah yang harus dihadapinya tak hanya berhenti sampai di situ saja. Kimmie, sepupunya, terus saja menempel di sampingnya layaknya permen karet di balik sepatunya. Ew!

“Berhenti membuntutiku!” sentak Jaemin seraya melepas tautan tangan Kimmie di lengannya.

Kimmie merengut sejenak, lantas kembali melingkarkan tangannya pada Jaemin. Bandel memang!

“Astaga, Jaemin. Aku ‘kan siswi baru di sekolah ini. Apa kau tega membiarkanku tersesat, huh? Bagaimana jika guru bahasa Jepang berkumis tebal itu memangsaku? Bagaimana jika ada zombie yang tiba-tiba muncul dari laboratorium sains akibat percobaan gagal para siswa di sekolah ini? Lantas bagaimana jika peliharaan ular penjaga sekolah menerkamku?—argh, kenapa bisa-bisanya ada pihak yang memeliharanya di lingkup sekolah, sih? Menjijikan!”

Dan ocehan bernada manja lainnya.

Ketenangan hidup Jaemin benar-benar kacau sejak kehadiran sang saudari yang berbeda dua bulan dengannya ini.

Pertama, Iona—mungkin—merajuk karena sikap lengketnya pada pemuda yang akrab disapa Jaem itu.

Kedua, astaga … Jaemin yakin secerewet-cerewetnya Iona saat mengomel padanya, tingkat kecerewetannya pun tak sebanding dengan milik Kimmie. Pokoknya, benar-benar berisik deh.

Jaemin menghentikan langkahnya dan menutup kedua telinganya sebal, tak lupa dengan menghentakkan kedua tungkai kakinya secara bergantian. “Kau benar-benar berisik, Kim! Menyingkirlah dariku sekarang juga!”

“Tapi, Jaem—”

Jaemin sontak mengacungkan jemari telunjuknya ke arah Kimmie seraya menatapnya tajam. “Berhenti di situ!”

Berhasil. Setidaknya Jaemin sukses membuat nenek sihir kecil itu berjarak satu meter dengannya.

Masih dengan tatapan yang sama garangnya, Jaemin kembali melanjutkan. “Jangan coba-coba berpikir untuk mengikutiku lagi. Paham?” perintahnya yang untung saja dibalas dengan anggukan lemah dari sang sepupu.

Jaemin menarik napas lega dan mulai melanjutkan langkahnya ke arah kantin. Ia pikir segelas es jeruk cukup membuat tenggorokannya sejuk sejenak pun dengan perasaannya.

“JAEM!!!”

Namun belum sampai lima langkah yang berhasil tungkainya rajut, Jaemin kembali merasa ada yang memeluknya dari belakang. Tentu saja siapa lagi pelakunya jika bukan Kimmie si ceriwis?

Masih dalam keadaan memeluk, Jaemin dapat menangkap isakan Kimmie walau hanya samar di rungunya.

“Jaem, kenapa sekolahmu begitu menjijikan, huh? Aku benci kecoak terbang. Hiks … sialan!”

Entah mengapa tubuh Jaemin seketika menegang. Bukan, bukan … tentu saja bukan karena Kimmie yang memeluknya, bahkan kali ini lebih horor dari segala kemungkinan yang terjadi pada pemuda Na itu. Jika Jaemin memiliki kekuatan super layaknya superhero, Jaemin ingin menghilang dari muka bumi sekarang juga, karena—

—tatapan dingin milik Iona berhasil menusuk ulu hatinya.

Oh ayolah … bisa-bisanya ia muncul di saat seperti ini?

***

Sejak insiden itu, beban di hati Jaemin seakan bertambah satu kuintal dari sebelumnya. Bukannya ingin melebih-lebihkan, hanya saja tatapan Iona kala tak sengaja beradu pandang dengan sang kedua manik coklatnya benar-benar terasa menyiksa batin.

Begitu menyiksa dan menusuk.

Jaemin sudah berusaha untuk mencoba mendekati gadis Young itu di kala ada kesempatan, tetapi sepertinya reaksi sang belahan jiwa terlampau cepat dan berakhir dengan menghindarinya.

Namun Jaemin pikir ini bukanlah sebuah akhir untuknya, karena ia yakin masih akan ada seribu satu kesempatan lain yang bersedia menjadi kawannya.

Pelajaran pertama hari ini adalah pelajaran olahraga. Kebetulan jadwal kelasnya dengan kelas Iona sama, yang tak pelak akan membuat keduanya bersitatap untuk kesekian kalinya dan materi hari ini adalah volly, yang di mana setiap siswa diberi kebebasan untuk memilih pasangan guna melatih skill passing.

Iona yang seakan mengerti arti tatapan Jaemin yang tak sengaja ditangkapnya, lantas kembali melempar pandang ke arah lain. “Nessa, kau denganku ‘kan?”

Namun sayangnya jawaban yang diberikan oleh rekan yang ia panggil dengan nama Nessa tersebut tak sebanding dengan harapannya.

“Maaf, Ai. Aku sudah berjanji akan berpasangan dengan Yena tadi pagi.”

Iona menghembuskan napas kasar. “Oke,” sahutnya pasrah.

Jaemin yang telah menguping sebelumnya, lantas mengukir senyum kemenangan. “Butuh partner, Nona? Kupikir aku bisa membantumu.”

Cih!” decih Iona sembari menguntai kakinya meninggalkan Jaemin.

Namun bukan Jaemin namanya jika menyerah begitu saja, karena kalimat yang ia ucapkan selanjutnya cukup membuat Iona berpikir ulang.

“Kau tidak akan menemukan siapapun di sana, Ai. Hanya kau dan aku yang tersisa. Jadi tunggu apa lagi?”

***

Ya seperti yang kita duga sebelumnya, pada akhirnya Iona pun pasrah menerima tawaran Jaemin. Dirinya pun berpasangan dengan kekasihnya selama latihan passing berlangsung. Well … entah itu karena dongkol di hati yang masih terasa atau bagaimana, Iona seakan tak punya daya untuk latihan hari ini.

“Kenapa lemas seperti itu, Ai? Apa perlu aku menciummu sekarang guna meningkatkan semangatmu kembali?” goda Jaemin untuk kesekian kalinya, yang selalu dibalas dengan death-glare khas Iona Young.

Entah mengapa emosi yang sebelumnya telah tercipta kini sontak mendidih tepat di ubun-ubun. Mungkin karena faktor itu pula yang menyebabkan kekuatan Iona berubah drastis—

“JAEM, AWAS!!!”

—yang sialnya malah menciptakan satu malapetaka baru.

Iona seketika panik dan berlari menghampiri Jaemin, juga guru dan teman-temannya yang sontak mengelilingi mereka.

Ini parah, Jaemin mimisan!

“Jaem, kau tidak apa-apa?” panik Iona sambil beranjak berniat ingin mengambil tisu di tasnya. “Astaga, maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf,” lanjutnya bahkan ia hampir menangis saking paniknya.

Namun anehnya, Jaemin malah terkekeh geli yang tentu saja hal itu membuat semuanya mengerutkan dahi bingung.

“Kenapa kau malah tertawa, Jaem?” tanya guru olahraganya.

“Tidak apa-apa,” jawab Jaemin masih diiringi kekehan gelinya. “Apa kau benar-benar panik, Ai?

“Tentu saja, Bodoh!” sahut Iona seraya mengusap air matanya kasar. “Ini semua salahku. Kau terluka karenaku. Maafkan aku. Kumohon jangan marah.”

Jaemin menarik sang gadis di dalam pelukannya. “Sstt … berhenti menangis, hm. Enak saja memaafkanmu begitu saja. Kau tahu sendiri bukan jika ini sangatlah sakit?”

Iona mengangguk lemah.

Jaemin mengulas senyumnya. “Jadi bukankah seharusnya kau bertanggung jawab atas semuanya ‘kan, Ai?

“Cepat katakan saja apa maumu!” balas Iona sebal, tak dapat menahan tangisnya.

Jackpot!

Inilah yang Jaemin harapkan. Entah sejak kapan pikiran jahil itu bersarang di benaknya yang membuatnya tak sanggup untuk menahan tawa kecilnya.

“Mauku?” tanya Jaemin sengaja mengulur waktu yang sontak dibalas cubitan kecil di perutnya. Ia sempat mengaduh sejenak, sebelum akhirnya kembali berbisik tepat di depan telinga Iona. “Traktir aku secangkir latte, oke? Ayo kita kencan malam ini. Setuju?”

FIN

Bebe’s Notes :

DHCaVPHVYAA-Vwl.jpg

HAPPY 18TH BIRTHDAY, URI NANA!!!

KYAAAA … FINALLY SM UPLOAD FOTO KAMU JUGA AKHIRNYA!!! HUAAA … I’M CRYING :’))

Well … aku gak tahu harus kasih pengantar apa kali ini. Pokoknya God bless you-lah buat uri Nana, cepetan ikutan kambek, aku udah lumutan nungguin kamu 😥 dan makasih banyak bagi yang udah sempetin mampir di fiksi ini.

Maaf kalo kata-katanya rada kaku, maklum udah lama gak berjumpa dengan pacar kesayangan—re: my honey bunny leppy, dan ini buatnya ngebut banget, jadi ya … gitu lah. But I still hope you like it 🙂

Pai pai ~

Warm Regards,

—sweetbaebe

Advertisements

3 thoughts on “[Jaemin’s Birthday] IT’S TOTALLY YOUR FAULT!

  1. Ini baca ini bkin kangen sama dede Jaem yet cute couple ini sekaligus hahahaha… Yak saya si ga heran Yona bisa cemburuan tp bbrp saat kemudian khawatir aneudh wkwkwkw mood swings in 0.000001 second

    Nice fic be 😄 keep writing ya~

    Like

    • Jaemin emang ngangenin tapi PHP huhuhu 😭😭😭 /korban penantian kambek Jaemin tiada tara/
      Sepertinya karakter Iona tanpa sadar udah berubah drastis dari rencana wkwkwk, kebanyakan bergaul sama Nessa mungkin 😂😂😂

      Thanks kak udah mampir, kace juga keep writing yap 💪💪💪

      Liked by 1 person

  2. Jaem!! Ya ampun, gak cuma Iona doang yang kangen sama kamuu.. Aku juga. Kita juga.

    Pesan buat Iona dari Aku,
    “Cepet balikan lagi yaa sama Kang Nana~”🎶🎶

    Kecup mesra dari kaka gemess 🙌

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s