[Pick Your “C”] Chae Ri, You’re Sweet

Chae Ri, You’re Sweet
A Ficlet by Graenita

Jung Jaehyun & (OC) Park Chae Ri
Romance | PG-15
Theme : Cosmic – 2

*
==========================================

“It’s not me who’s everywhere, but you who’s always be wherever I stand”

Untuk yang kesekian kalinya ….

Ya, untuk yang kesekian kalinya Jaehyun menemukan dirinya berdiri di seberang jalan, tepatnya di samping lampu lalu lintas yang baru saja menunjukkan warna hijau. Entahlah, ia tidak bisa lagi menghitung sudah berapa kali ia memilih tempat ini sebagai tempatnya menyeberang jalan mengingat masih ada zebra cross lainnya, yang jauh lebih dekat dengan tempatnya bekerja paruh waktu.

Jaehyun tersenyum kecil menatap lampu hijau yang ada di atasnya.

Baiklah. Jaehyun bukanlah seorang pemuda berumur dua puluh satu tahun yang mengalami gangguan jiwa. Ia hanya … mudah merasa bahagia melihat sesuatu yang sederhana baik itu secara kebetulan atau tidak.

Perhatiannya sedikit teralihkan oleh sekelompok anak SMU di belakangnya yang tertawa sambil menghentak-hentakkan sepatu mereka. Salah satu dari mereka melangkahkan kaki ke sampingnya.

“Sudah merah.”

Suara lembut yang sudah tak asing di telinganya terdengar. Ia lantas menoleh ke arah seorang gadis berambut panjang yang sejak tadi berdiri di dekatnya. Tangannya langsung meraih pergelangan tangan gadis tersebut dan menggenggamnya ketika gadis tersebut tampak akan menyeberang.

“Ini masih hijau!”

Jaehyun tahu, seharusnya ia tidak meninggikan suaranya pada gadis bermata indah tersebut, tapi ia tidak bisa mencegah dirinya yang cukup terkejut melihat gadis tersebut melangkah maju. Sesuatu yang buruk pasti akan terjadi padanya bila ia tak segera meraih tangannya dan memberitahunya.

Eo? Benarkah? Tadi kudengar ada suara langkah sepatu yang—“

“Hanya anak-anak sekolah yang dengan bodohnya bercanda di dekat zebra cross,” potong Jaehyun sambil melirik kesal ke arah anak-anak SMU yang tampaknya sama sekali tidak merasa bahwa ada seseorang yang ingin memukul mereka saat ini.

“Terima kasih, kalau begitu.”

Kekesalan Jaehyun menguar begitu saja setelah kembali mendengar suara gadis manis tersebut. Kepalanya menunduk, memandang pergelangan tangan yang sejak tadi ia genggam. Sungguh, ia bisa merasakan denyut nadi gadis tersebut yang berdenyut dengan lembut dan berirama di tangannya. Dan itu berhasil membuat jantungnya berdetak dengan sangat cepat.

Perbandingan yang sangat kontras antara denyut nadi gadis tersebut yang bisa ia rasakan dan denyut jantungnya.

“Kau bisa melepaskan tanganku,” ujar gadis tersebut.

“Akan kulakukan bila lampunya berubah merah,” ucap Jaehyun sedetik setelah gadis tersebut berbicara.

Sayang sekali, waktu tak berpihak pada Jaehyun yang berharap lampu merah akan menyala sepuluh atau lima belas detik lagi agar ia bisa menggenggam pergelangan tangan gadis tersebut sedikit lebih lama.

“Sudah … merah,” gumam Jaehyun pelan, mulai melepaskan tangannya dan membawanya kembali ke sisi tubuhnya.

“Terima kasih.” Gadis itu mulai berjalan pelan, menggerak-gerakkan tongkat panjang berwarna putih yang ada di tangan kanannya ke atas zebra cross agar ia tidak menabrakkan dirinya pada sesuatu atau seseorang di dekatnya.

Jaehyun yang berjalan tepat di belakangnya hanya membisu sambil memerhatikannya. Seperti biasa.

Ya, seperti biasa.

Jaehyun hanya memerhatikannya seperti itu setiap harinya di tempat ini.

“Kita selalu bertemu di sini. Di toko bunga, di halte bus, di kafe, di tempat les piano.”

Ucapan gadis tersebut mengejutkan Jaehyun yang sudah menyeberangi jalan. Apakah gadis itu tahu tahu kalau sejak tadi ia masih ada bersamanya?

“Aku bisa mengenali suaramu. Kau selalu ada di mana-mana,” ujar gadis tersebut sambil tersenyum manis. Jemarinya yang lentik menyibak rambutnya yang jatuh ke wajahnya karena angin.

“Benarkah?” Jaehyun tersipu, merasa sedikit beruntung karena gadis itu tidak bisa melihat kedua pipinya yang merona merah.

Bukan aku yang ada di mana-mana, Nona. Tapi kaulah yang selalu ada di mana pun aku berada.

“Apakah ini takdir?”

“Apa?” Jaehyun menurunkan tangannya yang sejak tadi menggaruki tengkuknya.

“Entah ini takdir siapa di antara kita, tapi menyukainya. Meski aku tidak bisa melihatmu, aku bisa merasakan bahwa kau adalah orang yang baik.”

Aku juga tidak yakin milik siapa takdir ini, Nona. Tapi aku yakin, ada sesuatu yang mengikatku pada dirimu hingga membuatku tak bisa melepaskan diri walaupun aku sudah mencobanya. Andai aku berlari, mungkin aku hanya akan berakhir dengan berlari mengelilingimu tanpa sebab yang jelas.

 “Park Chae Ri. Itu namaku. Siapa namamu?” Gadis bernama Chae Ri tersebut mengulurkan tangan.

“Jaehyun. Jung Jaehyun.” Jaehyun menerima jabatan tangan Chae Ri. Sekali lagi merasakan bagaimana hangat dan lembut tangan gadis tersebut.

Park Chae Ri …, bahkan namamu pun indah.

“Semoga kita bisa berteman dengan baik,” ucap Chae Ri sambil tersenyum. “Aku harap kau tidak merasa risih dengan keadaanku yang seperti ini.”

Meski aku tidak tahu kapan hari itu akan tiba, aku akan menunggunya. Ya, setidaknya untuk saat ini kita bisa berteman, Nona.

-FIN-

Sorry kalau tema sama storyline nggak pas sama sekali hehehehe.

Advertisements

One thought on “[Pick Your “C”] Chae Ri, You’re Sweet

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s