[NCTFFI Freelance] Suaranada Senja (Chapter 9 – End)

Suaranada Senja#9 ; Goodbye.

Story by Angestita

HGTG – romance – AU

Chaptered – PG+12

MARK LEE (NCT) & Nada (OC)

Setengah tahun kemudian,

Malam ini adalah malam minggu, berarti, malam ini Mark akan datang menjemputnya dan mereka akan menghabiskan malam bersama. Entah itu berakhirnya dengan nongkrong di Cafe, Book Store atau mungkin swalayan untuk membeli perlengakapan mingguan.

Tapi malam minggu ini adalah malam minggu yang spesial untuk dirinya dan juga Mark. Maka dari itu malam ini dia sudah dandan habis-habisan. Memakai baju, sepatu, dan tas baru. Dia hanya ingin malam minggu ini tak terlupakan dan akan selalu dikenang jika mereka sama-sama saling merindukan.

Iya, karena malam minggu kali ini adalah malam minggu terakhirnya bersama Mark di Indonesia.

Karena pada hari Senin, dia akan berangkat ke London untuk melanjutkan study S-3 nya sembari menunggu Mark menyelesaikan S-1. Sudah satu bulan dia mengundurkan diri sebagai staff Dosen di UGM dan dua minggu beasiswa itu datang ke e-mailnya. Sungguh keberuntungan yang manis.

Sebuah mobil hitam berhenti di depan rumahnya. Menandakan jika yang ditunggu sudah datang. Nada mendekat ke arah mobil bersamaan dengan Mark yang keluar dari dalam.

“Maaf lama menunggu,” kata pria itu, “Ayo, tuan putri saya antarkan Anda keliling dunia,”

Nada tertawa ketika Mark berkata demikian. Ini hal yang tidak bisa dia lupakan, Mark yang periang.

“Baiklah tuan, tolong antarkan saya ke Seoul karena saya ingin bertemu dengan Sehun EXO -suami saya-,”

Setelah mendengar itu Mark pasti akan mengerucutkan bibirnya lucu, terang-terangan tidak menyukai guyonan yang baru saja Nada katakan.

“Apasih kerennya Sehun-Sehun itu, masih juga kerenan aku,”

Nada tertawa dengan lepas, terhibur dengan sikap merajuk kekasihnya. Tangannya yang tidak memegang tas meraih lengan Mark dan mengusapnya lembut sembari mengatakan, “Aku hany bercanda,”

Kemudian mereka akan kembali berbaikan. Selalu seperti itu, keduanya akan mengalah jika ada yang merasa kesal.

“Jadi, kita mau pergi kemana?” tanya Mark ketika mereka sudah berada di dalam mobil.

“Kemanapun asal aku pergi denganmu,” jika biasanya Nada mengatakan dengan bercanda maka berbeda dengan malam ini. Dia benar-benar ingin bersama Mark.

Mark tersenyum, “Bagaimana jika kita booking hotel?” celetuknya sembari melajukan mobil.

Nada mendengus sebal, “Itu enak dikamunya,”

Mark terkekeh pelan sembari mengerling menggoda, “Oh tentu,”

Setelah pembicaraan itu tidak ada lagi yang ingin bersuara. Mobil yang melaju di jalan Malioboro itu hening berbanding terbalik dengan kondisi diluar mobil. Seolah ada beban yang menghimpit mereka.

Mark sebebarnya ingin membawa pergi kekasihnya jauh-jauh agar tidak pergi ke London. Namun dia tidak segila itu. Dia masih punya otak yang cukup pintar. Lagipula, mereka sudah membicarakan ini baik-baik. Nada hanya akan pergi sekitar 3 sampai empat tahun.

Tidak lama,  bisiknya dalam hati.

Diam-diam Mark melirik wanita yang sedari tadi hanya duduk manis disampingnya. Dia tahu apa yang wanita itu sedang pikirkan. Karena dia yakin mereka memiliki pemikiran yang sama. Dan laki-laki itu tahu yang dirasakan Nada mungkin jauh lebih besar, jadi, dengan lembut pria itu meraih tangan kekasihnya dan menggenggamnya hangat.

“Tiga sampai empat tahun tidak akan lama, kita bisa melewatinya, aku yakin.” Bisik Mark mencoba menenangkan.

MARK_LEE

♡ 2.324

1234 komentar

“Setiap keputusan mempunyai konsekuensinya sendiri2. And I know you’re strong woman,”

“Pagi,” sapa Mark Lee sembari mendekati wanita itu.

“Pagi,” balas Nada ceria.

Mark terkekeh pelan sebelum menyusupkan kedua tangannya melingkar di perut ramping Nada dan menaruh dagunya di puncak kepala wanita itu. Entah mengapa dia ingin berlama-lama berada di posisi ini.

“Sarapannya sudah ada di meja,” bisik Nada lembut.

Mark mengangguk, “Biarkan seperti ini sebentar saja, aku mohon,” ada kesenduan yang terselip di suaranya.

Nada tersenyum sendu, mengusap lembut tangan Mark yang ada di perutnya. “Kenapa hmm?” tanyanya halus.

“Nggak apa-apa hanya ingin seperti ini. Sebentar saja,”

Sebenarnya dia tidak ingin meninggalkan Mark seorang diri di Indonesia, namun, semuanya sudah disepakati. Dia sudah membuat keputusan untuk menyelesaikan study S-3 nya. Dan resiko dari hal itu sudah dia terima, keluar dari UGM dan meninggalkan kekasihnya di Indonesia.

“Jaga diri baik-baik disana. Jangan lupa makan. Jangan lupa istirahat. Aku nggak bisa jagain kamu disana. Tolong, jaga diri kamu baik-baik,”

Nada mengangguk patuh. Ini sudah kesekian kalinya Mark berbicara demikian. Namun rasanya Nada tak pernah bosan. Dia selalu merasa hangat. Perhatian yang pria itu berikan padanya selalu mampu membuat jantungnya berdebar, kembang-kempis, dan meletus-letus. Sebesar itu efek yang ditimbulkan seorang Mark Lee. Sungguh benar-benar luas biasa.

Mereka masih berada di posisi demikian hingga setengah jam kemudian. Seolah tidak ada yang mau terlebih dahulu melepaskan. Dan beban di batin Nada semakin berat. Wanita itu masih enggan melepaskan kehangatan itu. Mungkin dia tidak akan pernah mau melepaskannya.

“Aku percaya sama kamu, jadi, tolong jaga kepercayaanku, I Love You, Senjaku,” bisik Mark lembut sebelum mengecup dengan lembut puncak kepalanya.

Nada tersenyum kecil, “Saranghae, Mark,” balasnya lembut.

SUARANADA_SENJA

♡1.765

345 komentar

“Selamat tinggal,”

Pada akhirnya konsekuensi dari keputusan yang dibuat tak selalu semudah yang kita pikirkan. Kadang rasanya menyesakkan membuat susah bernafas. Sayangnya, tak ada kesempatan untuk mundur karena setiap keputusaan harus di hadapi. Seperti saat Nada memutuskan untuk mencintai laki-laki yang usianya jauh lebih muda darinya itu. Dia tahu nanti ada rasa pahit yang harus dia telan. Tapi, dia yakin rasa pahit pekat itu tak pernah lebih berarti dari rasa manis yang ditawarkan diwaktu yang bersamaan.

Jatuh cinta dengan Marknya memang seperti minum kopi. Rasa manis dan pahit dicecap dengan waktu yang bersamaan. Dan untuk keputusan yang satu ini dia tak menyesalinya. Karena dia tahu bahwa hatinya sudah berlabuh di tempat yang tepat.

END

Advertisements

2 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Suaranada Senja (Chapter 9 – End)

  1. Tita, aku shock baca cerita ini. Kok tiba2 end? Padahal mnurutku ini kyk masih ganjal, apalagi tentang perasaan Nada pada Mark kyk kurang ngeh (bagiku sih 😂😂 Soalnya kan sebelumnya dia kaku bgt tentang perasaan cintanya. Tapi kok mendadak jadi luluh gini? Atau karena insiden Mark ngilang itu, jadinya nada inshaf? *lalu aku ditendang ke amazon bikos ngomong gajelas*) Tapi ada leganya juga akhirnya ff ini happy ending /? Aih ini happy atau sad ya? Meskipun mereka berdua berpisah, aku gk sedih sama sekali, malah terharu bgt bikos Markeu sosweet-nya gk ketulungan 😘😘😘 Aku juga sbenernya masih ambigu (?) sama keberadaan (?) Jaehyun. Sekarang suami pertamaku itu kabarnya gimana? Emang sih dia bukan tokoh utama, tapi kyknya bakal lbih complicated kalo kamu juga jelasin ending buat dia. Tapi kalo kamu lbih nyaman ending begini sih gapapa, gausah dengerin aku yg cerewet 😂😂😁 Btw Tita, tetep semangat nulis ya 😄 Semoga Mark & Nada langgeng sampe akhir hayat. Amin 😘💕💕💕

    Kutunggu ffmu yang lain 💕💓

    Like

    • Wkwkwkwwkw makasih Rijiyokuuu atas komentarnya. Suami pertamamu aku simpen dulu. Wkwkwkk. Untuk endingnya emang aku buat gini. Soalnya udah kepentok sama waktu. Aku takutnya kalau di perpanjang malah terbengkalai ini FF. Wkwkwk makasih atas supportnya sayaaaangkuuuuu.

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s