[NCTFFI Freelance] Lucky Girl! (Chapter 11 – End)

Chapter 11 (Ending)

Author             : Yurisa

Main Cast        : Winwin (NCT) – Mina (Twice) – Rosé (Blackpink)

Other Cast       : Renjun (NCT) – Yuta (NCT)

Genre              : Romance, friendship, slice of life & family

Rated              : PG-17

Disclaimer       : Chapter ‘Lucky Girl!’ yang paling panjang. Jangan bosen bacanya.. Hehe~ ^o^

***

“Kalau aku menikah denganmu, apa namaku berubah jadi Roséanne Dong, Winwin?”

“Tunggu. Jadi kau mau menikah denganku?”

***

“Winwin-ah, pergilah tanpa aku! Biarkan ombak membawaku hanyut, Winwin…!” ucap Rosé dengan suara yang sedih. Winwin menggeleng cepat dan mengenggam tangan Rosé dengan erat.

“Tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian. Cepat naik ke atas kayu bersamaku dan kita akan selamat!” balas Winwin sambil menarik tangan Rosé. Rosé lalu bangun dari posisinya yang tengkurap, kemudian menghampiri Winwin dan duduk di sampingnya. Tiba-tiba, Rosé menutup mulutnya sendiri dan menatap Winwin dengan cemas,

“Winwin-ah, dimana Renjun?!” ucap Rosé dengan histeris. Winwin membulatkan matanya kaget, “Kau benar! Renjun-ah…! Kau dimana…?! Renjun-ah, jawab aku…!” Winwin berdiri lalu menyimpan kedua tangannya di samping mulut, seolah-olah sedang berteriak.

Melihat Winwin ‘berteriak-teriak’ memanggil Renjun dengan dramatis, membuat Rosé merasa sedih. Ia pura-pura menangis sambil mengusap ‘air matanya’ dengan kaos yang Winwin pakai.

‘Every night in my dream, I see you, I feel you~’

Renjun yang sedang duduk bersila di lantai, hanya bisa mengerutkan keningnya dengan bingung. Sudah cukup ia kesakitan karena ‘diserang’ Winwin dan Rosé sampai jatuh ke lantai, kemudian disuguhi adegan drama dadakan dari mereka, dan sekarang apa lagi? Kenapa soundtrack titanic tiba-tiba diputar dari HP yang ada di atas rak sepatu?!

“Yak! Kalian ini sedang apa, eoh?!” tanya Renjun tidak sabaran dengan mata yang memicing tajam. Bukannya menjawab pertanyaan Renjun, mereka berdua malah tampak terkejut seolah-olah baru menyadari jika Renjun ada di sini,

“Omo! Renjun-ah, is that you?! Renjun-ah, I’m sorry! Please, comeback!” ucap Rosé dengan suara yang dibuat-buat.

“Renjun-ah, comeback! Renjun-ah, please, comeback!” ucapWinwin dengan suara yang lebih dramatis. Melihat adegan ini, Renjun langsung mendengus sebal. Rasa-rasanya, Renjun sudah seperti Jack dalam film “Titanic” saja.

Cklek

Pintu apartemen langsung terbuka lebar, menampakan wajah Yuta dan Mina yang datang terlambat dengan wajah panic mereka.

“Renjun-ah, ada apa?” tanya Mina dengan panic.

“Yak! Apa kau tadi berteriak? Apa ada pencuri di sini?!” tanya Yuta lebih panic lagi.

Belum sempat Renjun menjawab, dua orang aneh yang tengah berakting membuat Yuta dan Mina mengalihkan perhatiannya dari Renjun.

“Heol! Kalian sudah datang?!” tanya Yuta dan Mina bersamaan. Winwin dan Rosé tidak menggubris pertanyaan tersebut, dan masih focus pada acting mereka.

“Renjun-ah, cepat pegang tanganku! Sebelum kau hanyut terbawa ombak!” ucap Rosé sambil mengulurkan tangannya pada Renjun. Mendengar itu, Renjun hanya diam. Kenapa juga ia harus ikut-ikutan dalam drama titanic ini?

“Renjun-ah, jangan terlalu lama mengambang di laut! Kau ‘kan tidak bisa renang…!” kata Winwin dengan tampang polosnya. Mendengar perkataan Winwin, Renjun tidak terima. Ia langsung berdiri dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada,

“Hyung, noona! hentikan drama titanic ini segera! Dan asal hyung tahu saja, aku ini sudah bisa berenang, oke?!” ucap Renjun sambil menahan emosinya. Winwin yang mendengar jawaban Renjun, langsung memasang wajah bingungnya,

“Kau sudah bisa berenang?” tanya Winwin dengan polos. Renjun langsung mengangguk dengan mantap.

“Gaya batu?” tanya Rosé dengan polos. Habis sudah kesabaran Renjun. Ia menggeramkan giginya dengan sebal lalu berjalan ke arah Yuta dan Mina. Renjun langsung bersembunyi di balik punggung keduanya dan berkata,

“Kalian lihat ‘kan? Ada  dua orang gila di apartemenku. Tolong usir mereka~” ucap Renjun dengan suara yang imut. Rosé dan Winwin yang dikatai orang gila oleh Renjun, hanya bisa mengerucutkan bibirnya dengan sebal. Wajah Renjun memang imut, tapi perkataannya sangat jahat! Si imut yang jahat!

Melihat keadaan ini, sebuah bohlam ide muncul di kepalaYuta.

“Renjun-ah, kalau mereka melakukan sesuatu untukmu, apa kau mau memaafkan mereka?” tanya Yuta dengan senyum terselubung. Renjun mengerutkan keningnya bingung,

“Melakukan apa?”

***

“Aigoo… Winwin-ah, kau tahu? tadi pagi, dompetku itu tebalnya lebih dari tiga sentimeter. Tapi entah kenapa, sekarang hanya satu senti…” ucap Rosé miris sambil menatap sedih isi dompetnya. Winwin mengangguk lalu membandingkan isi dompetnya dengan isi dompet Rosé,

“Kau benar, Rosé-ya. Dompetku juga menipis begitu saja. Dan seingatku, aku punya satu  kartu kredit di sini. Tapi entah kenapa, sekarang kartu kreditnya berpindah tempat…” balas Winwin lebih miris lagi.

“Sepertinya enak kalau kita makan malam dengan seafood. Daging sapinya bisa kita makan besok saja. Kita ‘kan punya persediaan untuk 1 bulan.” ucap Mina dengan jahil.

“Ayo kita beli seafood, sayang~ Renjun juga suka ramen seafood ‘kan~?” balas Yuta ceria sambil mencubit pipi Renjun dengan gemas. Renjun tersenyum geli.

“Yak! berhentilah menguras kartu kreditku, hyung!” ucap Winwin tidak terima sambil menarik-narik lengan Yuta.

“Ini ‘kan sudah perjanjian, Winwinnie~ aku tidak akan menghabiskan uangmu hari ini kok. Kalau besok, mungki uangmu bisa habis. Hehe~”

“Yak! dasar Yuta oppa jelek! Penguras isi dompet orang!” kata Rosé dengan raut wajah sebalnya.

“Jangan mengatai Yuta oppa jelek, Rosé-ya! Kau tahu? Yuta oppa adalah pria paling tampan sedunia~ Ya ‘kan, oppa?” tanya Mina dengan aegyo-nya yang menggemaskan.

“Aarrgh…! Winwin-ah, ayo kita kabur saja ke London! Kalau kita tetap di sini, uang kita akan habis dicuri oleh pasangan takoyaki ini!”

“Kau benar, Rosé-ya! Lebih baik kita pergi dan membawa Renjun bersama kita. Renjun sudah terkontaminasi oleh virus takoyaki Yuta hyung! Oh, ya. Ngomong-ngomong, aku lebih suka ke Paris daripada ke London, Rosé-ya…”

“Yak! kenapa harus Paris?! Kau tidak akan menemukan Big Ben di Paris, Winwin-ah!”

“Kau juga tidak akan menemukan Menara Eiffel di London, Rosé-ya!”

Pfft!

Obrolan absurd Winwin dan Rosé langsung terhenti ketika sebuah suara muncul. Suara Renjun yang tengah menahan tawa sambil tersenyum, membuat keempat orang yang tengah duduk di meja makan itu ikut tersenyum.

“Aku memang marah dan kecewa pada kalian. Tapi aku tidak bisa bohong kalau aku sangat rindu pada kalian. Aku sangat sedih karena kalian meninggalkan aku tanpa pamit terlebih dahulu. Tapi aku juga sudah memaafkan kalian. Winwin hyung, Rosé noona, aku sangat merindukan kalian…”

Mendengar ucapan tulus yang keluar dari mulut Renjun, membuat Rosé dan Winwin terdiam. Si imut yang jahat, bisa berkata semanis ini, bukankah itu suatu keajaiban?

“Waaaah~~~ Renjun-ah, saranghae…!” Winwin dan Rosé langsung menghambur cepat memeluk Renjun dengan erat. Renjun bahkan hampir jatuh dari kursi meja makan, kalau saja Winwin dan Rosé tidak menariknya untuk segera berdiri.

Renjun membalas pelukan hangat itu dengan susah. Tentu saja susah, karena Renjun harus memeluk empat orang sekaligus. Yuta dan Mina ikut bergabung dalam acara memeluk Renjun.

“Aku sangat sayang pada kalian. Terima kasih telah menjadi sosok kakak untukku. Yuta hyung dan Mina noona, aku juga menyayangi kalian. Kalian adalah sosok orang tua saat aku tinggal sendirian di korea. Terima kasih. Aku menyayangi kalian semua…”

***

“Setelah menikah, aku dan Mina sering bertengkar. Bahkan untuk hal-hal kecil. Mengurus Renjun saja, rasanya aku sudah menjadi seperti ayah. Hehe~” ucap Yuta sambil memasak daging di atas panggangan. Mina tersenyum setuju dengan ucapan Yuta barusan,

“Aku juga merasa seperti ibu saat ada di sekitar Renjun. Ia benar-benar imut dan juga penurut. Sangat menggemaskan~” Kata Mina sambil mencubit pipi Renjun. Renjun tersenyum lucu menanggapi ucapan Mina.

Ia melanjutkan, “Dan aku sangat senang karena Yuta oppa menyayangiku dengan tulus. Aku bersyukur, walau pun kami sering bertengkar, hal itu tidak pernah menjadi masalah yang besar. Yuta oppa membantuku untuk berubah. Aku ingin bersama dengan Yuta oppa selamanya…”

“Dan kau sangat beruntung bisa menikah dengan Yuta oppa, Mina-ya…” Ucap Rosé dengan raut wajah cemberut.

“Beruntung? Tentu saja aku beruntung. Setiap wanita yang menikah dengan pria yang dicintai, semuanya berutung, Rosé-ya~ termasuk aku…” balas Mina dengan tulus. Yuta hanya bisa tersenyum kikuk, ucapan Mina membuatnya tersipu malu. Rosé mengerucutkan bibirnya lucu,

“Aku iri padamu, Mina-ya~ Selain membantumu berubah, Yuta oppa juga bisa memasak takoyaki yang enak. Kau bisa makan takoyaki gratis seumur hidupmu, Mina…”

Mendengar jawaban Rosé yang polos, Mina langsung terkekeh geli. “Kau iri hanya karena takoyaki? Yang benar saja…!” balas Mina sambil menahan tawanya.

“Aku juga bisa masak makanan enak untukmu, Rosé. Kenapa harus iri pada Mina?” tanya Winwin dengan polos. Rosé langsung cemberut, “Tapi aku bukan istrimu, Winwin…!”

Pfft!

Yuta, Mina dan Renjun berusaha menahan tawa mereka. Sepertinya Rosé Park sedang kode.

Mendengar ucapan Rosé, Winwin langsung diam. Ia bingung harus menjawab apa. Melihat kecanggungan antara Rosé dan Winwin, Yuta langsung bicara,

“Ngomong-ngomong, nanti kau akan tinggal dimana, Rosé? Bukannya kau sudah mulai bekerja?” tanya Yuta penasaran. Rosé tampak berpikir sambil menopang dagu dengan kedua tangannya,

“Renjun-ah, menurutmu, aku harus tinggal dimana?” tanya Rosé meminta pendapat Renjun. Renjun menatap Rosé sambil mengunyah daging sapi di mulutnya,

“Eumm… kau bisa tinggal di sini, noona. Aku tidak keberatan, asal kau tidak berbuat yang aneh-aneh…” ucap Renjun memberikan pendapatanya. Rosé mengerucutkan bibirnya lucu dengan wajah yang bingung,

“Tapi, sampai kapan? Tidak mungkin aku tinggal di sini selamanya, Renjun-ah…”

Renjun menghentikan aktivitas makannya sejenak, lalu menatap Rosé dengan wajah yang serius,

“Sampai kapan? Tentu saja sampai kau melahirkan anak Winwin hyung…” balas Renjun dengan cepat.

Uhuk!

Winwin langsung tersedak ketika mendengar jawaban dari Renjun. Yuta lalu memberi segelas air untuk diminum Winwin.

“Yak! Ke-kenapa kau bicara seperti itu, Renjun-ah?!” ucap Winwin histeris dengan suara yang gugup. Renjun langsung cekikikan bersama Mina ketika melihat reaksi Winwin yang kelewat menggemaskan itu.

Sedangkan Rosé yang menjadi objek pembicaraan, hanya bisa tersenyum kikuk. Itu pembicaraan gila yang terjadi satu tahun yang lalu, dan Renjun masih mengingatnya. Untuk sekarang, Rosé malah malu sendiri karena pernah berbicara aneh seperti itu pada Winwin dan Renjun.

***

Setelah selesai makan malam, Mina dan Yuta langsung pamit pulang ke apartemen. Terlihat dari wajahnya, Mina terlihat begitu pucat dan perutnya terasa mual.

“Mina noona, Yuta hyung! Sepertinya ini sebuah pertanda. Apa aku bakal punya keponakan?” tanya Renjun dengan jahil dari balik pintu apartemen Yuta. Mina langsung menghampiri Renjun dan mencubit pipinya dengan gemas,

“Eyy~ sejak kapan ada ahjussi yang se-imut dirimu, Renjun-ah? Kalau ada bayi di perutku, maka kau akan menjadi adiknya… kau ‘kan bayiku yang imut untuk selamanya, Injun-ah~” ucap Mina dengan suara yang begitu pelan. Sepertinya, ia begitu lelah karena kebanyakan muntah sedari tadi.

“Aegi-chan~ jaga kesehatan dan jangan menyusahakan eomma-mu, arrachi?” ucap Renjun berpura-pura mengobrol dengan bayi di perut Mina. Mina hanya terkekeh geli dan mengusap rambut Renjun dengan sayang. Yuta langsung menghampiri keduanya,

“Renjun-ah, cepatlah pulang dan jangan lupa mandi. Sebelum tidur, jangan lupa berdo’a. Do’akan juga agar Rosé dan Winwin cepat menikah, arrachi?” mendengar ucapan Yuta, Renjun hanya terkekeh geli. Nasihat macam apa itu? Hehe~

***

“Omo! Renjun-ah, apa ini nilai akhirmu? Bagus sekali! Semua nilainya A!” Rosé berkata senang ketika melihat rapot akhir Renjun yang ada di atas meja ruang TV.  Mendengar pujian dari Rosé, Renjun langsung membusungkan dadanya dengan bangga.

“Eyy~ tentu saja Renjun pintar, dia ‘kan adik kandungku. kepintaranku menurun padanya, Rosé-ya…” ucap Winwin dengan bangga sambil menatap layar TV di depannya.

“Eyy~ sombong sekali kau, Dong Sicheng-ssi…!” Rosé kembali membaca rapot Renjun dengan teliti. Menyenangkan melihat rapot yang nilai-nya bagus seperti ini. Tidak seperti Rosé, yang nilai rapot-nya kebanyakan dibawah C. Hehe~

“Eh? Renjun-ah, jadi namamu itu Dong Renjun?” Rosé menatap Renjun yang tengah membaca buku dengan raut wajah bingungnya. Sejak kapan Renjun punya marga Dong?

Mendengar pertanyaan Rosé, Renjun mengerutkan keningnya bingung. Astaga… pertanyaan macam apa itu?

“Kenapa harus tanya? Itu‘kan sudah jelas, noona…” balas Renjun sambil tersenyum geli. Renjun itu adiknya Winwin, tentu saja marga mereka sama.

Rosé mengalihkan perhatiannya dari Renjun kepadaa Winwin. Winwin yang merasa diperhatikan, pura-pura focus kepada TV, meski jantungnya tiba-tiba berdegup kencang.

‘Berhentilah menatapku, Rosé-ya.. aku jadi gugup…’ Winwin membatin dengan gemas sambil menggigit bibir bawahnya gugup.

“Kalau aku menikah denganmu, apa namaku berubah jadi Roséanne Dong, Winwin?”

Duarr..!

Rasanya, jantung Winwin mau pecah saja. Pertanyaan Rosé yang begitu polos dan jujur, membuat Winwin bahagia setengah mati.

“Tunggu. Jadi kau mau menikah denganku?” tanya Winwin polos. Rosé termenung sesaat merenungi pertanyaannya barusan. Saat wajahnya mulai memerah dan terasa memanas, Rosé langsung tersenyum kikuk,

“Ka-kalau kau mau menikah denganku, te-tentu saja aku mau menikah denganmu, Wi-Winwin-ah…!” balas Rosé dengan gugup. Kali ini, giliran Winwin yang merasa wajahnya memanas,

“Hah? Te-tentu saja aku mau menikah denganmu, Rosé-ya! A-aku mencintaimu, Rosé!”

“Eh? Ci-cinta?! A-aku juga mencintaimu, Winwin!”

Pfft!

Renjun mencoba menahan tawanya dengan susah payah. Dipakainya buku yang ia pegang, sebagai penutup wajahnya yang tersipu malu. Kenapa perckapan mereka imut sekali sih?

“ Ja-jadi, ka-kapan kita akan menikah, Rosé?”

“Menikah besok saja, hyung! Jadi, malam ini kalian bisa latihan…” ucap Renjun sambil bangkit dari duduknya. Ditariknya Winwin dan Rosé agar ikut berdiri di sampingnya.

“Yak! Maksudmu, latihan apa, Renjun-ssi?!” tanya Winwin dengan histeris. Otak polosnya tiba-tiba berubah liar mendengar perkataan Renjun.

“Latihan mengucap janji suci, hyung~” balas Renjun dengan nada yang mengejek Winwin.  Winwin hanya merengut. Kenapa ia berpikir yang aneh-aneh tadi?

Renjun berjalan sedikit mundur, dan berdiri di samping Rosé. Ia lalu tersenyum lucu sambil berucap, “Janji suci…”

“Janji suci..” Winwin dan Rosé mengikuti ucapan Renjun barusan. Jantung mereka berdegup tidak karuan karena sekarang mereka sedang beradu pandang dengan jarak yang begitu dekat.

Senyum kikuk terukir di bibir Winwin dan juga Rosé. Lain lagi dengan Renjun, yang memasang senyum evilnya,”Winwin dan Rosé…” Renjun menggantung ucapannya sendiri, membuat Winwin dan Rosé semakin bertambah gugup.

Dengan hati-hati, Renjun menyentuh punggung Rosé dengan perlahan, lalu dalam sekali hentakan, didorongnya tubuh Rosé dengan cukup keras ke arah depan, membuat Winwin dan Rosé sama-sama kaget. Winwin yang sigap, langsung melebarkan kedua tangannya untuk menangkap Rosé agar tidak jatuh, namun…

Chuu~

Bibir mereka tidak sengaja bersentuhan. Mereka berdua sama-sama membulatkan matanya karena terkejut. Heol! Ini ciuman yang menyakitkan!

“…Selamat menikah!” Renjun kembali melanjutkan ucapannya.

Ckrek!

Suara kamera yang memotret, membuat Winwin dan Rosé tersadar dari ciuman itu. Mereka berdua melepas ciuman itu dengan cepat. Keduanya langsung terlihat canggung menutup bibir mereka masing-masing dan menatap Renjun dengan kesal. Renjun yang tengah ditatap horror oleh keduanya, hanya bisa nyengir sambil memamerkan gigi gingsunglnya yang imut,

“RENJUN-AH, NEOMUHAE…!” teriak Winwin dan Rosé penuh amarah.

“KABUURR…!” dengan cepat Renjun berlari keluar menuju apartemen Yuta. Demi keselamatan, sepertinya Renjun akan menginap di apartemen Yuta dan Mina saja malam ini. Oh, dan sekalian juga, membahas foto Winwin dan Rosé yang sedang berciuman bersama Yuta hyung malam ini. Hehe~

*** The End ***

Catatan Hati Seorang Yurisa (-_ -“)  :

  1. Akhirnya… FF pertama yang absurd ini udahan juga. Huwaaa….!! My WinRos and YutaMin couple… T_T
  2. Maaf banget nge-postnya telat. Maklum, anak kuliah sibuk pacaran sama tugas.
  3. Makasih banget untuk para staff yang mau publish FF unfaedah ini. Makasih juga buat para pembaca yang udah setia nunggu FF ‘Lucky Girl!’ sampai tamat…
  4. Walau pun ending-nya gajelas, inti cerita dari FF ini cuma satu. Yaitu : Siapa pun gadis yang nikah sama member NCT, dia adalah gadis yang beruntung! (udah, itu aja kok… 😥 )
  5. Sebagai ucapan terima kasih, aku udah siapin hadiah buat para pembaca. Yaitu : FF ‘Lucky Girl!’ Special Chapter. Aku harap sih, Chapter Ending ini banyak yang comment. Supaya aku ada semangat gitu buat ngirim FF yang special chapter. Kalo gak ada yang komen? Ya sudah lah… biarkan saja FF yang special chapter membusuk di folder… Huwwwaaa… T^T /Jahat!/
  6. Terakhir… Comment and Review, Please… \(^o^)/

(Sebagai spoiler, ini dia poster FF ‘Lucky Girl!’ Special Chapter. Aku nggak bisa janji, yah.. FF ini bakal di-post atau enggak. Huhuhu… T_T)

.

.

.

.

Advertisements

4 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Lucky Girl! (Chapter 11 – End)

  1. Udh lama gak baca terusannya ini eh…. Akhirnya udh mau nikah aja huhuhu manis bgt tapi ttp koplak sampe akhir ❤
    Suka pairignya dan semua konfliknya. Love friendship family semua lengkap! Cuman ya itu kadang bingung bacanya Krn sequence of eventnya gak jelas.
    Anyways, congrats on finishing this!
    Keep writing yaaaa

    Like

    • Waahh… Kak Lianaa… ^o^ Aku baru baca komennya… TT

      Makasih udah jadi pembaca setia ff absurd dan unfaedah ini… ^w^

      Semua saran dan kritik nya juga makasih banget loh, kak… 😀

      Thank you~ \(^o^)/

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s