[Ficlet] Inamorata

Inamorata

 

800 words fantasy-romance-ficlet by Joanne Andante

with Taeyong and Taeil

INAMORATA

 

“Teman-teman! Kalian sudah tahu, belum?! Johara naksir Ten, anak kelas sebelah!”

Suara keras Doyoung dari arah sudut belakang kelas membuat semua orang berhenti beraktivitas dan menoleh. Jam istirahat baru akan berakhir lima menit lagi. Tetapi, dalam jangka waktu tersebut, kegaduhan terjadi di kelas.

“Hei! Jangan sembarangan kalau bicara!” Johara berteriak. “Dasar tukang gosip!”

“Kau naksir Ten, ‘kan?!” Doyoung berseru lagi.

“Siapa yang bilang begitu?!” Johara membalas tak kalah keras.

“Aku melihatmu pulang bersamanya kemarin!”

“Rumah kami memang searah, kok!”

Di tempat duduknya, Taeyong hanya bisa menggeleng pelan melihat tingkah teman sekelasnya. Sementara itu, di sampingnya, Taeil sibuk memakan bekalnya tanpa menoleh.

“Mereka bertengkar lagi,” kata Taeyong pelan.

“Biarkan saja. Kucing dan anjing memang tidak akan pernah bisa akur. Aku kadang heran. Sejak awal semester, Doyoung dan Johara bertengkar setiap hari,” balas Taeil sambil mengunyah.

“Aku tidak berani membayangkan masa depan mereka,” kata Taeyong tanpa sadar.

Kalimat Taeyong langsung membuat Taeil berhenti menguyah. Taeil mengedip beberapa kali dan menoleh, menatap bagian samping wajah Taeyong yang tampan itu sembari melupakan bekal di tangannya untuk beberapa saat.

“Maksudmu, mereka …”

“Berjodoh,” angguk Taeyong.

“Ya Tuhan!”

-=-

Seperti biasa, Taeyong pulang sekolah bersama Taeil. Mereka berjalan di trotoar berdua, mengobrol tentang hal-hal di luar nalar. Hanya mereka yang mengetahui hal-hal tidak masuk akal itu. Orang lain tidak ada yang tahu. Bisa-bisa, semua orang menganggap Taeyong dan Taeil sudah gila kalau mengetahui kemampuan di luar akal sehat itu.

“Bagaimana rasanya bisa mengetahui jodoh seseorang di masa depan?” Taeil bertanya tiba-tiba saat keheningan antara dirinya dan Taeyong sudah terlalu lama.

“Sama seperti perasaan seseorang yang bisa masuk ke dalam mimpi orang lain,” balas Taeyong diiringi tawa kecil.

“Apa kau baru saja berbicara tentang aku?”

“Memangnya, siapa lagi di dunia ini yang bisa masuk ke mimpi orang lain kalau bukan kau?”

Jawaban berbentuk pertanyaan itu sudah cukup jelas bagi Taeil. Tanpa sadar, Taeil terkekeh kecil karena ia adalah satu-satunya manusia yang memahami kemampuan aneh Taeyong. Kalau Taeyong bisa mengetahui jodoh seseorang di masa depan, Taeil bisa masuk ke mimpi orang lain saat ia tidur. Taeyong adalah seorang Inamorata, sementara Taeil adalah Traveler.

“Kalau begitu, apa kau bisa melihat jodohku?” Taeil bertanya kemudian. “Selama kita berteman, tidak pernah sekali saja kau menyinggung tentang jodohku. Apa aku akan sendirian selamanya?” Taeil menambahkan dengan nada dramatis.

“Akhir-akhir ini, kau dekat dengan seseorang. Kau bahkan masuk ke mimpinya berulang kali. Dia tidak menolak mimpi itu dan membiarkanmu terus masuk ke dalam mimpinya.”

“Siapa?”

“Kau tanyakan saja pada dirimu sendiri,” balas Taeyong cepat.

“Maksudmu … gadis dari Berlin itu? Apa itu mungkin? Kami baru saja kenal,” kata Taeil sambil tersenyum. “Bagaimana denganmu?” Taeil bertanya lagi. “Kau hanya mengetahui jodoh orang lain dan tidak punya bayangan apa-apa tentang jodohmu sendiri.”

“Itu tidak penting, Taeil. Yang penting bagiku adalah memastikan bahwa orang-orang tidak mengetahui kemampuanku ini.”

Taeil tersenyum lagi karena mendengar jawaban temannya yang tampan itu. Tanpa sadar Taeil menyilangkan tangan di dada, mengamati Taeyong dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Kau tinggi, kau tampan, dan kau keren. Tapi, hingga detik ini, kau masih saja mengurusi jodoh orang lain dan tidak pernah mengetahui siapa jodohmu di masa depan. Sia-sia sekali.”

“Apanya yang sia-sia? Setidaknya, fakta bahwa Doyoung dan Johara berjodoh di masa depan sudah cukup menghiburmu, ‘kan?” Taeyong balik tertawa.

Mereka mengobrol sambil tertawa, membayangkan masa depan Doyoung kalau ia benar-benar berjodoh dengan musuh bebuyutannya di kelas, yakni Johara. Taeyong pun tidak memerhatikan orang yang berlalu-lalang di dekatnya, membuatnya menabrak seorang perempuan yang berjalan ke arahnya.

“Maaf!” Taeyong berseru.

Taeyong buru-buru menunduk, mengambil lembaran kertas yang berhamburan di trotoar setelah kecelakaan kecil yang dialaminya. Taeil pun melakukan hal yang sama, membantu Taeyong dan perempuan itu semampunya. Tetapi, berbeda dengan Taeil yang bergerak cepat, tubuh Taeyong malah membatu di tempatnya. Mata Taeyong mengamati perempuan yang ditabraknya itu.

“Kau tidak apa-apa, Taeyong?” Taeil bertanya kemudian, membantu Taeyong berdiri.

“Aku tidak apa-apa,” kata Taeyong pelan sebelum menatap perempuan di hadapannya. “Kau tidak apa-apa?” Taeyong bertanya pada perempuan itu.

“Aku tidak apa-apa.”

Perempuan itu sangat manis, tertawa kecil sambil menatap Taeyong dan Taeil bergantian. Rambut hitam panjangnya dihias bandana warna biru muda bercorak bunga. Lesung pipi di dekat bibir perempuan itu membuatnya tambah cantik.

“Maaf,” kata Taeyong pelan. “Aku tidak sengaja.”

“Tidak apa-apa. Sungguh,” kata perempuan itu meyakinkan lagi. “Aku duluan, ya.”

Ia meninggalkan Taeyong dan Taeil, melanjutkan perjalanannya. Sementara Taeyong, matanya tidak bisa lepas dari bahu perempuan itu. Taeil sampai heran, hanya bisa menggeleng pelan saat Taeyong tertawa kecil.

“Kenapa kau?” Taeil bertanya.

“Dia cantik.”

“Biasa saja,” balas Taeil. “Biasanya kau jarang menyebut seorang perempuan cantik. Apa yang terjadi padamu, Taeyong?”

“Ada yang aneh,” kata Taeyong dengan mata berbinar. “Ada rasa yang aneh. Sama anehnya ketika aku melihat Doyoung dan Johara. Atau ketika aku melihatmu dengan anak dari Berlin itu. Kenapa ini bisa terjadi sekarang?” Taeyong mejelaskan panjang.

“Apa dia… jangan-jangan… dia…”

Taeil menatap Taeyong. Taeyong pun menatap sahabatnya itu dengan mata bahagia.

“Apa dia … jodohku?”

-End-

Advertisements

5 thoughts on “[Ficlet] Inamorata

  1. Uwww 😍😍
    Ngakaklah taeil bisa-bisanya nyungsep ke mimpi orang lain. Ganggu aja deh 😏😏 wkwk
    Alurnya rapi kaakk, suka banget 💙💙💙 keep writing yahh 💪💪

    Like

  2. Kak Jo, kok aku melting ya bayangin bang Tiway ketemu jodohnya? wkwkwkwk Kalo gitu bisa gak ya tiway ngeramal apakah jodohku di masa depan adalah Jaehyun? Kalau bukan Jaehyun, berarti Mark xD /apasih ji -_-/ ITU PLIS TAEIL WHY SUKA NYUNGSEP DI MIMPI ORANG KYK SPONGEBOB xD

    Keep writting kak ^^ ❤

    Like

    • Hahahhaa jadi pada salfok ke taeil yak wkwkwk…
      Hmm harusnya teyong buka booth ramal gitu ya mungkin laku bs buat ngeramal jodoh orang2… wkkwkw..

      Thank u ya udh baca ff ku… smpe ketemu di cerita lainnya..

      Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s