[NCTFFI Freelance] Klarifikasi (Vignette)

Klarifikasi

Starring

[NCT’s] Jung Jae Hyun and [OC’s] Illa

Friendship | Teen | Vignette

By Rijiyo ©2017

.

.

Illa adalah sahabat terparah yang pernah Jaehyun miliki.

.

.

Orang waras mana yang mau menyempatkan diri ke luar rumah pukul dua dini hari? Yah, pengecualian untuk gadis mungil berponi yang selalu mengaku istrinya Winwin, Illana Kwon. Cewek itu menaruh tangga yang ia bawa dari rumah di depan jendela kamar Jaehyun di lantai dua. Illa mengetuk jendelanya beberapa kali namun tidak ada sahutan. Well, ini masih jam dua pagi, ayam pun masih tidur, bagaimana mungkin gadis yang pernah dimuntahi Taeyong itu mau menyia-nyiakan waktu tidurnya hanya untuk menemui cowok yang mungkin juga masih bermimpi?

Tapi Illa adalah cewek yang pantang menyerah. Ia bersumpah akan terus mengetuk jendela Jaehyun sampai cowok itu membukakannya.

Hingga tujuh menit kemudian….

Klek.

Jendela terbuka. Memperlihatkan Jaehyun yang matanya masih terbuka separuh, memakai sweater hijau dan celana training putih.

“Hai, Jaehyun. Sudah pagi nih, bangun, dong,” sapa Illa.

Jaehyun mengucek mata beberapa kali. “Illa?” tanyanya bingung dengan suara serak. “Kamu Illa, kan?”

“Aku kembarannya Angelina Jolie.”

Saat itulah Jaehyun paham situasi. “Kamu gila? Ngapain ke rumah dan ngapain juga naik tangga? Lewat pintu depan, kan, bisa.” Jaehyun membuka jendela lebar-lebar, kemudian membantu Illa agar bisa masuk ke kamarnya.

“Kalau aku masuk dari depan, sampai nanti pun enggak bakal ada yang bukain. Aku nanti juga bakal dikira maling.”

“Justru kalau kamu naik tangga kayak gini, kamu bakal dikira maling. Mana datangnya jam segini, lagi. Kukira siapa tadi,” ucap Jaehyun.

Illa melempar tubuhnya ke kasur Jaehyun dan memakai selimutnya. “Aku mau curhat sama kamu. Aku galau soalnya.”

Jaehyun duduk di pinggir kasur sambil mengusap wajah. “Ya Tuhan, apa salahku di masa lampau sampai harus mengenal cewek seperti ini?”

“Enggak cuma itu. Aku juga kangen sama kamu.” Illa nyengir tidak jelas.

“Aku bukan tempat curhat.” Jaehyun ikut merebahkan tubuhnya di samping Illa. Ngantuknya tetiba hilang. Yang ada dia malah kesal.

“Yeee enggak boleh gitu, dong. Aku jadi begini juga gara-gara kamu,” sewot Illa.

Jaehyun menoleh. “Aku?”

Illa mengangguk. Dia pun mengeluarkan ponsel dan memberitahukan pada Jaehyun kalau kemarin dia dichat cewek yang tidak dikenal. Semuanya berawal tiga hari yang lalu, saat Illa dan Jaehyun jalan-jalan ke Coffe Bean sepulang sekolah. Mereka berdua duduk bersebelahan di tempat itu, kemudian Jaehyun memotret Illa dari samping—ini murni karena iseng lantaran Illa serius main COC hingga Jaehyun yang sedari tadi bercerita hanya dijawab  “Oh”, “Masa?”, “Hm” saja—dan kemudian diposting di Instagram. Tak lupa Jaehyun men-tag Illa dengan caption ‘Aku dikalahin COC’.

Langsung saja hal ini mendapat sambutan meriah dari teman-temannya.

@IkanDoyoung : Wah ternyata oh ternyata

 

@TYeong : Pulang sekolah langsung kencan HAHAHA

 

@YeriKim : Cieee jadian ya? Illa udah move on sama Winwin?

 

@JohnnyGantengnyaNggakKetulungan : Illa berpaling ke Jaehyun ❤

 

@TYeong : Bosen ya denger cerita sahabat jadi cinta wkwkwk

 

@TenKyut : @JaehyunOke Apa kabar Luisa Im?

 

@JaehyunOke : @TenKyut nggak usah bawa2 gebetan -_-

 

@MasYuta : Jaehyun melupakan Luisa dan malah berpaling ke cewek somplak

 

@IkanDoyoung : PAJAK PAJAK

 

@TenKyut : Btw Illa cakep di situ. Tumben wajahnya kelihatan putih?

Sehari kemudian, Illa mendapat weibo dari orang yang tak dikenal.

 

+42106xxx492 : WOY

 +42106xxx492 : Dasar cewek murahan

Illaaa : Siapa?

Illaaa : Kok ngomongnya nggak bisa nyantai?

+42106xxx492 : Nggak usah sok akrab sama Jaehyun

+42106xxx492 : Seleranya Jaehyun itu bukan cewek agresif kayak kamu!

+42106xxx492 : Muka juga enggak cakep2 amat

+42106xxx492 : Kemarin kamu kan yang bajak instagramnya?

+42106xxx492 : Captionnya bikin jijik

 

Illaaa : Nggak usah berlagak kayak pacarnya Jaehyun

 

+42106xxx492 : Tapi aku emang pacarnya

 

Illaaa : Jaehyun nggak mungkin pilih cewek nggak jelas kayak kamu

+42106xxx492 : Nggak penting

+42106xxx492 : Pokoknya kamu nggak usah sok akrab sama Jaehyun

 

Illaaa : Ih ngapain juga. Jaehyun sendiri yang deketin aku

Illaaa : Lagian suka-suka aku dong

Illaaa : Yang agresif kan aku

Illaaa : Bayar dulu kalau kamu nyuruh aku jauhin dia

+42106xxx492 : Najis minta bayaran

+42106xxx492 : Dasar cewek murahan. Dikit2 minta dibayar

+42106xxx492 : Pantesan Jaehyun doyan

+42106xxx492 : Sudah berapa kali kamu ditiduri sama dia?

Illaaa : Bukan urusanmu

Illaaa : Ya iyalah, Jaehyun mau soalnya aku cantik ^^

Illaaa : Daripada kamu suka sama cowok yang pernah tidur sama aku

+42106xxx492 : EH JAGA MULUTMU YA!

 

“Kamu tahu nomor itu?” tanya Illa hati-hati. “Enggak mungkin, kan, kalau itu Luisa?”

“Ini nomernya Kim Jiyeon, anak komplek sini. Padahal kalau bersamaku anaknya baik dan ramah. Dia masih kelas 1 SMA, sih. Aku enggak terlalu akrab sama dia, cuma teman biasa,” jelas Jaehyun sambil scroll ponsel Illa.

“Masih kelas 1 SMA saja sudah sok yes. Lebih baik kita enggak usah sahabatan daripada aku lihat kamu pacaran sama dia.”

“Kira-kira dia sudah bangun, belum?” ucap Jaehyun.

“Kenapa memangnya?”

“Mau kutelepon.”

Illa tersenyum sinis. “O iya, mungkin saja dia belum tidur. Cewek kayak dia mah jam segini masih cari uang.”

Jaehyun menyentil hidung Illa. “Ngawur kamu.”

Jaehyun pun menekan tombol call, lalu menempelkan ponsel itu ke telinganya. Setengah tidak yakin juga karena ini masih jam dua pagi dan kemungkinan besar Jiyeon tidak akan mengangkatnya.

“Halo?”

Buset. Cewek itu sungguhan belum tidur.

“Halo, Jiyeon. Ini aku, Jaehyun.”

“Ada apa, Kak Jaehyun? Kok jam segini telepon? Kakak enggak tidur?” tanya Jiyeon.

“Ada yang mau kuomongin sama kamu. Sebelumnya sorry kalau ganggu.”

“Enggak, kok. By the way, mau ngomong apa, Kak?”

Jaehyun menatap Illa lagi, tapi cewek itu menggeleng. “Sebenarnya bukan aku yang mau ngomong, tapi cewek yang ada di sebelahku. Sayangnya dia lagi enggak mau ngomong, nih. Kalau kupaksa, takutnya nanti aku diusir dari kamar. Kan enggak lucu kalau aku keluar kamar sambil telanjang.”

Illa langsung melotot. Kalau ada orang yang hanya mendengar tanpa melihat situasi, Illa dan Jaehyun pasti dikira habis neko-neko.

“Apaan, sih, Jaehyun! Bilangnya yang benar, dong!” Illa memukul kepala Jaehyun dengan bantal. Setengah baper, setengah malu.

“Aduh, aduh! Jiyeon, maaf, ya, Illa memang agak nakal, sukanya gigit-gigit kalau lagi enggak moodAW!” Teriakan terakhir adalah murni lantaran Illa memukul perut Jaehyun dengan majalah.

Namun sejemang kemudian air muka Jaehyun berubah serius. Mendadak Illa bergeming, antara rikuh dan bingung.

“Aku enggak pernah meniduri Illa dan aku memang enggak akan melakukannya, well pengecualian kalau kami sudah menikah—“ Jaehyun mengerling. “She’s just a friend of mine. Dia sahabatku. Sama seperti aku yang menganggapmu Adik yang sering kuantar pulang sekolah kalau Kakakmu lagi ada urusan. I expect you to be more mature than this. Jadi mulai sekarang belajarlah berpikir dulu sebelum bertindak.”

Jaehyun mematikan ponsel.

Sekarang Illa dan Jaehyun saling pandang secara awkward, tidak yakin dengan apa yang akan mereka katakan maupun lakukan. Sebenarnya Illa mau memberi pelukan sebagai tanda terima kasih, tapi ia takut khilaf karena mereka berdua sedang di atas kasur.

“Sama-sama,” pungkas Jaehyun seolah tahu isi kepala Illa.

“Hah? ‘Sama-sama’?” Illa membeo.

Jaehyun mengangguk, merasa jadi pahlawan. Jaehyun memandang atap. “Dini hari gini enaknya ngapain, ya? Mumpung besok libur. Soalnya gara-gara kamu aku jadi enggak ngantuk.”

“Terus?”

“Ya buat aku ngantuk lagi,” gumam Jaehyun enteng.

Illa memandangi Jaehyun seakan speechless.

“Buruan, Ill. Mumpung situasinya pas, nih.” Jaehyun masih enggan berhenti menggoda.

“Maksudnya?” Illa berlagak bodoh dengan muka memerah.

“Mumpung kita lagi berdua.”

Illa menghela napas, berusaha menyetabilkan dentuman jantung. Gadis itu memiringkan tubuh, membuat Jaehyun menoleh dan ikut menyampingkan tubuhnya agar mereka bisa berhadapan. Beberapa detik saling tukar pandang, lalu tersenyum ambigu.

Dan kejadian selanjutnya silakan bayangkan sendiri.

…fin

Advertisements

3 thoughts on “[NCTFFI Freelance] Klarifikasi (Vignette)

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s