[Ficlet-Mix] Sinting Series : Tetangga Baru

lucasjungwoo

Written by thehunlulu ©2018

—Tetangga Baru—

Starring by [NCT-U] Kim Jungwoo & Lucas Wong Genre Comedy, Crack, Friendship Length 3 Ficlets Rating General

Related Story:

Sinting | Kegalauan Mark | Celana Silver Haechan | Gimbal | Percobaan Bunuh Diri |  Dua SejoliTaeil Masuk Angin

Namanya Jungwoo, tetangga baru Lucas yang baru saja pindah dua bulan yang lalu.

:::

[KE PASAR]

“HAI LUCAS WONG!”

Di bawah sinar mentari yang cerah, sosok Jungwoo dengan semangat membaranya menyapa Lucas yang tengah menyiram tanaman di pekarangan rumah.

Lucas tidak terkejut, sih, dengan kelakuan tetangganya yang baru saja pindah ke pemukimannya sejak dua bulan yang lalu itu. Pasalnya, hampir setiap hari Jungwoo selalu bangun pagi; membuka gembok pagar dengan suara GRADAK!—sampai-sampai burung kakaktua milik Lucas terhempas menabrak kandangnya sendiri dan meronta-ronta minta dibebaskan ke alam liar—dilanjut dengan pergi ke pasar untuk membeli sayur-mayur karena disuruh ibunya.

“Ibumu mau memasak apa lagi hari ini? Cah kangkung? Atau sup sehat yang ada di iklan perabotan rumah tangga?”

Paham.

Lucas paham betul dengan gelagat Jungwoo di pagi hari kalau ia sudah menenteng tas pasar ke mana-mana. Sudah pasti tetangga barunya itu hendak pergi ke pasar—yah, tidak mungkin kan kalau Jungwoo malah pergi ke toko bangunan dan nyemil serbuk semen dengan bantuan pacul?

Tapi tunggu, ada yang aneh dengan Jungwoo hari ini.

“GLUGLUBBBKKHHHHHH … GLUGLUBBBKKHHHHHHHH. CUIH!”

Tampaknya kesadaran Jungwoo belum benar-benar pulih. Setan yang katanya tadi malam menindih Jungwoo sepertinya kali ini beralih untuk mengocok-ngocok otak ganteng pemuda itu. Berani-beraninya Jungwoo keluar rumah dengan sikat gigi yang masih bertengger di dalam mulutnya? Ditambah lagi … busa pasta gigi yang bersarang di sekitar bibirnya. Mau tidak mau kalau Jungwoo hendak mengobrol dengan Lucas, ia harus berkumur terlebih dahulu, kan? Untung di dalam tas pasar milik ibunya ada sebotol obat sariawan, lantas saja dengan cekatan Jungwoo membuka tutupnya dan menggunakannya untuk berkumur.

Sensasinya … perpaduan antara pasta gigi dan obat kumur benar-benar … ME-MA-BUK-KAN ….

Ih, jorok.

WONG EDAN! ALAMAAAAK, JUNGWOO APA YANG KAU LAKUKAN DI SANA?!”

“Hehe ….” Jungwoo meringis, setelah menyemburkan air bekas kumurnya di atas bunga melati milik Lucas.

“Dasar ceker naga! Berani-beraninya kau mengotori bunga suci pemberian mendiang Simbah Taeil, HAH?!”

Lucas—yang masih belum mematikan krannya—mengarahkan selang yang menyemburatkan air berkekuatan super ke arah wajah Jungwoo. “KAMEHAAA … MEHAAAA!”

Dalam sekali hentakan, Jungwoo sudah tumbang.

Mampus.


[KEKINIAN]

Lucas dibuat gusar oleh ketidakhadiran Jungwoo malam ini.

Setelah insiden tadi pagi, Lucas benar-benar merasa menyesal karena telah menyerang Jungwoo sampai-sampai pemuda itu ambruk mencium aspal. Bukan masalah sakitnya, sih, ini lebih ke … perasaan iba seorang Lucas karena tepat lima menit sebelum Jungwoo menyapanya tadi pagi, seekor delman juga lewat di depan rumahnya—

“Lucas.”

—sambil cepirit dan meninggalkan kotoran hangat yang sangat besar di atas aspal.

“Terima kasih, ya, atas seranganmu tadi pagi,” ucap Jungwoo sambil tersenyum, kemudian menutup pintu rumah Lucas dan beralih untuk duduk di samping si empunya rumah.

“Jung ….” Lucas keheranan, menilik tingkah sumringah Jungwoo malam ini benar-benar membuat bulu kuduknya berdiri. Tak terkecuali bulu yang ada di bawah … bulu kaki. “Kau tidak sedang kesurupan, kan?”

Cepat-cepat Jungwoo menggeleng.

“Lalu kenapa kau … malah berterima kasih padaku? Kenapa kau tidak memarahiku? Atau menampolku dengan bakiak yang kau pakai tadi pagi?”

“Yaaa, aku ingin berterima kasih saja! Kau tahu kenapa?”

Kali ini Lucas yang geleng-geleng. Hidungnya kembang-kempis karena berusaha mencium aroma tubuh Jungwoo yang barangkali masih bergelimang aroma feses kuda.

“Karena kau, aku berhasil jadi konsumen pertama!”

“Apa? Konsumen pertama? M-maksudmu?”

Jungwoo menyelipkan tangannya ke dalam saku celana, kemudian mengeluarkan ponsel miliknya dan mulai membuka galeri. “Kau tidak tahu perkembangan sosial media belakangan ini? Aku sedang mengikuti tren instagram story template, kemudian ada pertanyaan seperti, ‘produk makanan apa yang berhasil menobatkanmu sebagai konsumen pertama?’ begitu!”

Sumpah, demi ladang gandum Paman Johnny yang terbakar api cemburu, telingaku benar-benar geli—segeli ketika rumput ilalang menyolok ke dalam pusarku—saat mendengarkan perkataan Jungwoo barusan. DASAR ALAY.

“Tapi kan itu bukan makanan, Jung! Kau ini sinting atau apa, sih?!

“Eits! Kata siapa itu bukan makanan?”

Jungwoo bodoh. Aku tidak lihat. Aku tidur. Aku pakai headset. Aku—

“Itu kan makanan …,” Jungwoo berbisik nyaring tepat di telinga Lucas. “… kesukaan lalat.”

—ingin terbang saja ke khayangan.


[BISNIS ONLINE]

Lucas berharap hari ini kediaman Jungwoo dipenuhi oleh manusia-manusia berpakaian hitam, karangan bunga yang berjajar di depan rumahnya, serta mobil hitam panjang yang pergi sambil membawa seonggok manusia tak berguna.

“Mati saja kau, Jungwoo.”

Pagi-pagi sekali, Lucas meliburkan diri untuk menggeluti rutinitasnya setiap hari; menyiram bunga di pekarangan rumahnya. Padahal, pemuda Wong itu sudah berencana untuk membawa melati yang tengah sekarat itu ke kediaman Simbah Taeil—selaku si pemberi—guna menghidupkan kembali kemalangan nasib sang melati.

Tapi Lucas baru sadar kalau Simbah sudah menjadi mendiang. Benar, sih, nyawa Simbah ada sembilan, tapi beberapa bulan yang lalu stok nyawanya mendadak habis karena tubuh almarhum terbakar ketika sedang membuat kerak telur.

“Kematian yang konyol,” monolog Lucas. “Hus! Ada-ada saja, nanti kalau aku kualat bagaimana? Tapi kalau itu Jungwoo sih, aku bahagia.”

Maka, Lucas memilih untuk bersantai di ruang televisi sambil menikmati roti bakar buatan ibunya.

“HEI-HO LUCAS!”

UHUK!

Nice catch! Lucas berhasil menangkap tas pasar yang dilemparkan Jungwoo dari ambang pintu. Beberapa detik kemudian, Jungwoo ikut-ikutan nimbrung sambil menyomot roti bakar milik Lucas.

“KENAPA TIDAK LANGSUNG KE PASAR SAJA?! KENAPA HARUS MAMPIR KE RUMAHKU TERLEBIH DAHULU?!” teriak Lucas membahana.

“Nah, baru saja aku mendapat umpan,” ujar Jungwoo enteng, disertai senyuman menggelitik yang baru saja dipelajarinya dari biro jodoh yang berjudul, ‘Kiat Ampuh Menggaet Gadis Cantik’.

Cih, tidak jauh beda dengan jampi-jampi Simbah. Kalau seandainya beliau masih hidup, sudah pasti Jungwoo akan enteng jodoh sehingga tidak berkelakuan sinting seperti ini.

“Umpan apa lagi? Persetan dengan semua ini, Jungwoo, aku ingin sendiri! Pergi sana!”

DUAKH!

Jungwoo terpelanting setelah Lucas menendang bokongnya. Kini tetangga baru yang tak tahu aturan itu menggelinding dari atas sofa, seperti truk penggiling semen yang terjun bebas dari atas jurang. Sungguh naas.

Jungwoo meringis.

Lucas jadi kebelet pipis.

Di atas sofa, tas pasar Jungwoo masih setia bertengger manis.

“Tenang dulu, Lucas. Aku ke sini hendak promosi bisnis online, tahu!”

“APA LAGI? OJEK ONLINE?”

“… Tahu dari mana, kau?”

BINGO!

 […]

“Jadi kau mengajakku ke pasar hanya karena belum mendapat pelanggan pertama, begitu?” Lucas memekik di dekat telinga Jungwoo karena suara knalpot motor bebek tetangganya itu begitu memekikkan rungu.

Benar-benar tidak ramah lingkungan.

Satu lagi, GPS yang ada di ponsel Jungwoo belum di-upgrade, sehingga Jungwoo tidak tahu arah dan berdampak pada permukaan bannya yang sebentar lagi halus karena lelaki itu malah mengambil jalan berkelok yang dipenuhi oleh bebatuan.

SHIT.

“Lalu apa lagi rencanamu setelah ini? Memasak tumis bayam saus paprika?” tebak Lucas asal, kaca helm yang ia kenakan hampir copot karena salah satu bautnya hilang entah ke mana.

BREEMM BREEMM!

CIIIT!

 “Maaf, Bro.” Jungwoo tidak membalas pertanyaan Lucas dan malah meminta maaf.

“Maaf untuk apa, Jung?” kali ini Lucas mulai menjinak, rasa kesal yang selama ini ia tahan perlahan hilang, sehingga tidak berujung pada mengatai seorang Kim Jungwoo dengan istilah-istilah kebun binatang.

Di lubuk hati Lucas yang paling dalam, diam-diam Jungwoo jayus juga.

Jungwoo mendadak turun dari atas sepeda motornya, kemudian berjongkok dan mengecek ban bagian belakangnya yang sepertinya bocor.

“Ada masalah?” tanya Lucas.

Jungwoo tidak menjawab, ia malah tiarap di atas bebatuan lalu meniupkan udara ke dalam lubang kecil yang ada pada ban motornya. Beberapa detik kemudian, Jungwoo bangkit dengan bibir mengerucut.

“Sepertinya bannya bocor.”

“Lalu?”

“Yah, inilah dampak membeli motor hasil kawin silang antara bebek dan ninja.”

“…”

Pantas saja motor bebek Jungwoo bersuara seperti motor-motor elit sekelas Ninja.

[…]

“JANGAN LUPA BINTANG LIMANYA YA, AGAN LUCAS!”

“SIAP BOS DRIVER!”

Nah, siapa sangka pertemuan menjengkelkan mereka berdua berakhir pada persahabatan yang begitu indah?

.

—fin—


a/n :

  1. Halo halo hai! Donna kembali dengan membawa series kesayangan NCTFFI uwu uwu ((pede banget don))
  2. Ini nih, kemaren malem ada yang nge-mention di twitter kalo Lucas masukin ke sinting series biar makin sableng aja itu anak idupnya /yha/ /lirik kaber/
  3. Saya tidak tahu apakah ini lucu atau tidak, yang jelas waktu nulis saya benar-benar tidak sedang dalam mode receh, jadi nulisnya sambil poker face, seperti ini 😐
  4. Kenapa yang kelakuannya paling ga bener di sini adalah Jungwoo? Kenapa ga Lucas aja, totalitas biar humor makin tiarap. emmm…. seperti yang kita ketahui bahwasannya Jungwoo itu anaknya jaim-jaim ganteng, ga kaya Lucas yang sablengnya ga ketulungan, jadi ada baiknya kalo kita rogoh sisi kelamnya dia di seri kali ini YIPIIIYYY! ((nyalain kembang api)) ((DUARRR DUAAARRR))
  5. Terakhir, selamat debut di fiksi saya, Kim Jungwoo 🙂 kali ini debutnya ga bener gapapa, bisa diperbaiki di pertemuan selanjutnya.
  6. Mind to review? 😉
Advertisements

5 thoughts on “[Ficlet-Mix] Sinting Series : Tetangga Baru

  1. kuingin marah~ melampiaskan~ tapi kuhanyalah~ sendiri di sini~ ingin kuteriak~ GBLK MANEH A***** B*** K**** T**** DAN SEGALA TEMAN-TEMANNYA 😦
    .
    .
    .
    .
    astaghfirullah maap ya lucas jungwoo tadi itu dibajak tante doya yang kzl ama kalian 😦

    Like

  2. parah sih. aku ngakak di setiap ficletnya.

    GA BISA GINI NIH, PADAHAL MASIH PAGI. dan untuk ficlet yang terakhir apaan dahhh..

    “perkawinan silang antara bebek dan ninja?”

    iyohh mas, wis sakarapmu. GENDENG SAMPEYAN, MAS!

    ps. dan dipoy baru tau kalo WONG itu marganya Lucas? :”)

    Like

  3. MAU NENDANG AUTHORNYA AJA BOLEH NDAK? MAU NGAPLOK AUTHORNYA BOLEH NDAK?

    WOE INI AKU SIANG2 NGAKAK SENDIRI DI KAMAR, SAMPE DIMARAHI IBUK YANG LAGI TIDUR, TRUS AKU BILANG GINI “Gara2 dona buk.” Dan ibuku langsung diem karena dia gakenal dona

    Ya gapapa Jung ke TOKO BANGUNAN DAN NYEMIL BUBUK SEMEN. NTAR JANGAN LUPA MAKAN JUGA WAFFLE KAYU DAN POPCORN KERIKIL YA. AKU SAYANG LUCAS MESKIPUN DIA SABLENG. /apasih

    Like

  4. MENGAPA JUNGWOO JUSTRU MENJADI KRICIKAN DAN LUCAS YG DIKRICIKIN??? Donna apa otakmu sedang dalam keadaan terbalik?
    Anyways, capek lah ngakaknga baca ini, untunglah sinting series ini kambek… Keep writing!

    Like

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s