[Ficlet] Mr. Perfect?

herin-jeno

Story by Mingi Kumiko Starring Jeno & Herin

“Akhirnya terkuak juga sisi gelap seorang Lee Jeno!”

.

.

Herin selalu percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna kecuali Sang Maha Kuasa. Sehebat apa pun seseorang, pasti ada suatu celah yang membuat mereka lemah, begitulah prinsip yang selama ini ia yakini.

Suatu ketika, kelasnya kedatangan murid pindahan dari Shanghai bernama Lee Jeno. Baru beberapa minggu sejak ia berstatus sebagai siswa SMP Kyungho, Jeno langsung mendapatkan popularitas karena ketampanan dan kepintaran yang ia miliki.

“Sudah ganteng, pintar, baik hati pula! Ia mengajariku matematika tadi pagi.” kata salah seorang gadis dengan antusias saat segerombolan murid perempuan tengah membentuk grup gosip di tengah jam istirahat.

“Kemarin aku juga melihatnya bermain basket bersama anak kelas sebelah, dia keren sekali saat mencetak three point!” timpal kawan di sebelahnya.

“Ya ampun, dia sempurna… benar-benar memenuhi seluruh klasifikasi pria idamanku!”

Murid paling tak acuh di kelas—siapa lagi kalau bukan Herin—merasa kupingnya sudah memerah karena terlalu muak mendengar seisi kelas terus mengelu-elukan kepribadian Lee Jeno. Apa tidak ada topik lain yang bisa mereka bahas selain bocah berhidung seperti perosotan itu?

Guru kesastraan pun memasuki kelas tepat setelah bel masuk berbunyi dan membuat para murid segera duduk dengan tertib. Hyejung Ssaem—nama guru tersebut—tak mengisi jam pelajaran dengan penuh karena ada rapat mendadak antarguru. Jadi beliau hanya menjelaskan materi sekenanya dan menyuruh para murid mengerjakan tugas yang ia berikan secara berkelompok.

Seisi kelas segera beringsut dari bangkunya untuk mencari teman satu kelompok.

“Ningning, kau sudah punya kelompok?” tanya Herin pada teman yang menduduki bangku di belakangnya.

“Sudah, aku satu kelompok dengan Renjun.” jawab yang ditanya. Herin pun lantas berbalik dan menekuk wajahnya. Kenapa juga, sih, Hyejung Ssaem hanya mengizinkan satu kelompok beranggotakan dua orang? Dia, kan, tidak punya sahabat akrab di kelas. Bukan berarti juga ia menutup diri, hanya saja ia lebih memilih membaur dengan semua murid di kelas tanpa memberatsebelahkan dirinya ke satu orang saja.

“Mau satu kelompok denganku, tidak?” sebuah suara berembus menyapa telinganya. Herin yakin sekali kalau suara itu ditujukan padanya. Ia pun lantas memutar kepala untuk mencari sumber suara. Dan seketika pupil gadis itu membulat saat mendapati bahwa pria jangkung bersurai kecoklatan—siapa lagi kalau bukan Lee Jeno—yang barusan mengajaknya bicara.

“Kau bicara denganku?” Herin melongo mendapati Jeno yang sedang memfokuskan tatap padanya. Ia pun celingukan dengan kikuknya untuk memastikan bahwa yang barusan diajak bicara adalah benar dirinya. Seorang Lee Jeno—yang notabenenya adalah murid yang tak pernah ia ajak bicara—mengajaknya bekerja kelompok?

“Tentu saja…, kau belum punya kelompok, ‘kan?”

Eum, belum.”

“Kita akan jadi rekan satu kelompok, setuju?” Jeno mengulurkan tangannya. Pikiran Herin mendadak kosong, dan ia tak tahu setan apa yang merasukinya hingga balik mengulurkan tangan dan saling berjabat dengan Jeno.

Mungkin satu kelompok dengan lelaki yang dijuluki Si Tuan Sempurna itu bukanlah hal buruk, sebenarnya ia juga sedikit kesulitan memahami materi yang baru saja dijelaskan Hyejung Ssaem. Dan mungkin dengan kepandaiannya, Jeno bisa membuat kerja kelompok mereka jadi lebih ringan.

.

.

Karena guru kesastraan yang hanya memberikan waktu 2 hari dalam proses pengerjaan, jadinya Jeno dan Herin buru-buru merencanakan jadwal mereka mengerjakan tugas. Atas rekomendasi Jeno, mereka pun memilih sebuah kafe di kawasan Shinrim-dong sebagai tempat mereka mengerjakan tugas.

“Sudah lama menunggu?” celetuk seseorang menggugah lamunan Herin yang tengah terpaku menatap jalanan lengang dari balik jendela.

“Aku baru saja sampai sekitar sepuluh menit yang lalu.”

“Baru sepuluh menit dan kau sudah menghabiskan secangkir caramel machiatto?” goda pria berbalut jaket denim itu saat maniknya tak sengaja melihat sebuah cangkir kosong di hadapan Herin.

“Peduli amat?” balas Herin tak acuh.

Jeno pun mengambil posisi duduk santai di depan Herin. Setelah itu ia sedikit melakukan gerakan untuk merogoh saku pada skinny jeans yang ia kenakan.

“Kita jadi mengerjakan tugasnya, ‘kan?” tanya Herin.

“Sebentar, sepertinya aku lupa membawa korek.” Jeno pun berdiri dan meraba-raba celananya untuk memastikan bahwa barang yang ia butuhkan benar-benar tertinggal.

“Korek… untuk apa?” bingung Herin.

“Ah, sebentar, ya… aku akan ke kasir untuk meminjam korek sekaligus memesan sesuatu.” tandasnya dan langsung beranjak dari kursinya.

Tak lama setelah itu Jeno pun kembali sambil membawa nampan berisi beberapa benda. Herin melongokkan kepalanya karena penasaran dengan isi nampan yang Jeno bawa. Terdapat sepotong roti isi kacang merah, segelas ice americano, dan tentu saja korek—mengingat untuk hal itulah ia menghampiri kasir.

“Kau belum jawab pertanyaanku, untuk apa korek itu? Kau, kan, bukan Ji Eun Tak.” tanya Herin penuh selidik—dan sedikit lawakan garing. Jeno pun mengeluarkan sebuah benda berbentuk kotak dari saku jaketnya.

“Tentu saja untuk ini.” celetuknya sambil mengeluarkan satu dari dua belas silinder yang menjadi isi dari kotak itu.

“Kau merokok?”

Herin kaget bukan kepalang, apa benar lelaki di hadapannya ini adalah Lee Jeno yang terkenal baik hati dan pintar? Rasanya hampir tak mungkin kalau lelaki berpenampilan sepolos dia bisa memiliki sisi seliar ini.

“Memangnya tidak boleh? Toh, sudah bukan jam sekolah.”

“Ta, tapi… anak seusia kita tidak seharusnya merokok, Lee Jeno!”

“Ah, menurutku wajar-wajar saja, kok. Apa kau terkejut? Seketika berpikir kalau aku anak nakal? Jujur saja…” kata Jeno sembari menyulut sebatang rokok yang sudah diapit bibirnya.

“Sebenarnya sedikit…”

“Aku benar-benar tak bisa menahannya. Jadwalku di Seoul sangat padat hingga aku tak memiliki waktu untuk bersantai. Kupikir dengan mengajakmu satu kelompok, setidaknya aku bisa punya kesempatan merokok. Karena setahuku kau tak banyak bicara dengan anak-anak di kelas, jadi sepertinya kau tak akan membicarakan kebiasaanku pada mereka.” papar Jeno seraya membiarkan gumpalan asap menguar melalui hidung dan mulutnya.

Tuh, kan, benar kata Herin; di dunia ini tidak ada yang sempurna kecuali Sang Maha Kuasa. Seorang Lee Jeno boleh punya wajah tampan yang terkesan polos, selain itu dia juga dikenal baik hati dan pintar. Tapi lihat sekarang, sesempurna apapun dia, ternyata juga punya sisi buruk yang tak patut dilakukan oleh anak seusianya.

– end –

intinya gua kitati herin ga debut ama srg, bhay!!! jangan lupa komen ya biar authornya semangat terus nulis. berbagi kebahagiaan itu indah 🙂

Advertisements

22 thoughts on “[Ficlet] Mr. Perfect?

  1. Loh loh loh anakku pake prinsip idupnya Awkarin ya? “Nakal boleh bego jangan” wkwkwk.
    Ih tapi kamu tuh masih belom cocok ngerokok-rokok, Jen. Kamu tuh pantesnya ngemilin bubur Milna sama minum susu Bebelac. Wkwkwk.

    Lel, aku juga masih sakit hati Herin ku sayangku cintaku ngga debut bareng SRG 😦 Padahal aku udah berandai andai seenggaknya dia bakal debut taun depan terus jadi main vocalist 😦
    Yang paling sedih, kapal Mark Herin ku juga bakal karam 😦
    Huhuhu kusedih 😦

    Like

    • yowwww dia mau bikin Takis Ent reborn kak, bakalan menggaet Lisa Blackpink juga untuk jadi rekan duet yangleks
      iya kak sama… aku selalu suka liat dia terus udah membayangkan betapa asiknya ngebiasin dia dari herin masih emesh sampe nanti dewasa gitu kannn ehh gak taunya malah jadi gini 😦
      yaudahh kak ship aja Mark x Lely, kata Donna dan Gece senyum kita mirip /GAK
      makasihh ya kak minerva sudah mampir ^^

      Liked by 1 person

  2. Leeeel. Yaila wkwkwk tolong, Jeno gak pantes ngerokok dengan mukanya yang seimut itu wkwkwk. Tapi pinter juga Jeno ngajak orang yang gak ribet ngurusin hidup orang lain buat dijadiin temen kerja kelompok, karakter Herin di sini gue banget kok, percayalah /plak/ Keep writing Leel! 😀

    Like

    • wahh mengapa semua orang yang marganya Seo karakternya selalu sama… apakah ini merupakan ikatan benang merah yang telah dirajut oleh takdir???? /DYENGGG
      biarin kak jeno ngerokok sesekali biar hitz /salah
      makasihh kakber sudah mampir ehheeyy :3

      Like

  3. Wah…
    Nggak disangka ternyata sifat buruknya jeno itu suka merokok :O Aduh Jeno kamu itu masih cimit, nggak takut apa kalau nanti tenggorokannya bolong (korban iklan XD)
    Ternyata banyak yg galau atas keluarnya Herin dari SM TT (yg ngomong juga kan TT)
    Intinya aku suka sama ceritanya dan pesan moralnya tersampaikan dengan jelas.
    Keep Writing Kak Leel! Hwaiting! Ditunggu karya selanjutnya 😉 ❤

    Liked by 1 person

    • wkwkwk kamu kebanyakan liat bungkus belakangnya rokok XD tapi emang serem sih
      kaaann banyak emang yg shock pas tau herin keluar dari SM. why should herin gitu loh, kenapa bukan trainee yang belum terungkap saja??? /GAK/
      makasih ya udah baca ^^

      Liked by 1 person

  4. haii kaklell long time no see XD sudah dapat terlihat kalau yang terlihat baik belum tentu baik 100% dan semua yang berkilauan itu bukanlah emas /apasih lu ren pulang kau XD/ hmm btw kaklel pernah nulis satu versi lain Mr Perfect kan yaa yg Sanha version? aku pas baca kyk pernah nemu fic ini jadilah kucari di blog tetangga buat liat fic yg kuinget itu dan ternyata bener kaklel yg nulis XD duhh 00L ku sudah berani yhaa ngerokok 😐

    aku suka fic nyaa kakk ^^ keep writing yaa kaklell ❤ ❤

    Liked by 1 person

  5. Huwaaa kaklel, kususah bayangin jeno jadi nakal cem gitu, tapi sebenarnya keren juga sih kalo dibayangin. Jeno jadi badboy, //langsung mimisan//
    Wislah pada mabok herin gegara out dari SM ya, duhhhh didukung aja yuk biar dia sukses sama pilihannya.
    Long time no cuap2 di kolom komenmu kaklel, miss you ❤

    Liked by 1 person

    • aku pernah baca jeno hobi bolos pelajaran buat nyebat di wattpad dan dibayangin keren bwangettt
      iyaaaa aku kaget dan tertohoque karena udah lucu dia sama koeun lami hina 😦
      makasih ya mel udah mampir ^^

      Liked by 1 person

  6. kaklel, aku tuh susah membayangkan jeno jadi nakal gitu. tapi, sebenarnya keren juga sih, jeno jadi badboy //mimisan//
    sabar ya sabar, doain aja si herin biar bis sukses, udah pilihannya gitu… daripada diPHP sama SM, jadi mending cari jalan lain.
    Long time no see kak lel, miss you ❤

    Like

  7. Mbalel, kok rasanya aku sudah lama banget gk baca ff mu?? wkwkwkwk

    Percayalah, pas enak-enak baca, aku langsung salpok sama Ji Eun Tak yg namanya sempet nongol di sini xD Dan percayalah lagi, aku langsung kebayang muka gongyoo yg tetiba muncul sehabis Eun Tak niup koreknya //ini kenapa ngelantur -_-// Ebuset Jeno ngerokok? Frustrasi gegara belum kambek kayak anak-anak 127? Kalau begitu apa kabar NCT U?? :’) Ku merindukan Ten so much ❤ ❤ Btw, di saat semua yg mungkin lagi galauin Herin, aku malah seneng. Soalnya males denger kalau dia di pair sama Mark -_- //DIGOLOK// Eh tapi, meskipun udah keluar dari SM, dia masih bisa di pair si sama Mark. HUWAAAAAAAAAA AKU KUDU OTOKE T_T

    Liked by 1 person

    • iyaaaaa kaya lama juga gak publish, tapi krn blog sepi aku jadi pengen meramaikan hehehe
      hahaha aku enggak pernah couple-in MarkRin malah, aku dukung Markoeun wkwkwk
      gak sekalian itu kebayang yoo inna sama lee dong wook???
      makasih ya udah baca hehehe

      Like

  8. Jen, duit rokok kalo dikumpulin setaun bisa buat beli motor jen, plis jen. Lu mau mati cepet jen? Idup lu faedahnya biar banyak gitu, matinya ntar2 dong.

    Duh aku masih baper herin ㅠㅠ. Kenapa harus herin,.. Si biasku. Kenapa Her, Her kenapa?????

    Liked by 1 person

  9. SAYA KESAL.

    SAYA KESAL.

    SAYA KESAL.

    lah tak kira si jeno mau nembak herin atau ngasih lilin ulang tahun gitu ((ceritanya berusaha posthink)) eh taunya ngerokok. YAAMPUN JENO NGEROKOK ITU GABOLEH! SEKARANG TUH JAMANNYA VAPOR! /DIGILES/ engga engga… yha walau bagaimanapun kamu masih dibawah umur, mending duitnya ditabung buat beli kulkas biar muat makanan banyak.

    ehe.

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s