[Ficlet] High Curiosity

tumblr_ocj07txt1i1ukm9l2o1_500

A story by Mingi Kumiko

♠ NCT’s Chenle & Renjun with OC (Donna) ♠ comedy, school life, crack ♠ General ♠

“Masa, sih? Jangan asal bicara tanpa bukti, enggak baik.”

.

.

Chenle tahu bahwa menilai seseorang hanya dari penampilan itu merupakan perbuatan yang tak sama sekali bisa dibenarkan. Meski sejatinya tidak sampai menuduh dengan prasangka buruk. Hanya saja desas-desus yang beredar akhir-akhir ini sungguh mengusik pikirannya.

Ialah Donna Zuna Azaria, gadis asal Indonesia yang terpilih sebagai siswa pertukaran pelajar ke Tianjin High School. Dia terbilang sangat beruntung karena bisa menempati peringkat satu dari empat ratus siswa di sekolahnya yang mendaftar. Tak ada kiat-kiat khusus sampai akhirnya ia bisa mendapat kesempatan yang boleh jadi hanya datang sekali seumur hidup itu. Donna hanya memegang teguh tiga prinsip; rajin ibadah, patuh pada orang tua, serta tawaduk terhadap nasihat guru.

Mari kembali ke pembahasan awal. Tentang Chenle yang terus mengalami keresahan hati dan pergolakan batin. Dia tidak mau ikut-ikutan mendiskriminasi Donna hanya karena penampilannya berbeda. Bukan mengenai warna kulit gadis itu yang lebih gelap dari ras Tionghoa, bukan pula karena matanya sedikit lebih besar dari murid-murid sekolah itu—ayolah, kita hidup pada zaman di mana Apartheid merupakan hal yang sudah kelewat kolot.

Masalahnya terdapat pada apa yang gadis itu kenakan untuk menutup kepala—atau lebih sering disebut kerudung. Mana pernah Donna menyangka bahwa penampilannya akan sangat membawa dampak pada cara orang-orang di sana memperlakukannya? Memang, sih, dia tak menerima diskriminasi secara terang-terangan. Tapi serius, tatapan mata serta gestur yang mereka torehkan saat tak sengaja berpapasan dengan Donna sungguh bisa menjelaskan semuanya. Dia dipandang sebagai sosok yang aneh—hanya karena penampilannya berbeda.

“Masa, sih? Kau jangan asal bicara tanpa bukti, enggak baik.” tandas Chenle setelah Renjun usai membisikkan beberapa patah kata ke telinganya.

“Itu pasti alasannya, Chenle. Kalau tidak, kenapa pula dia harus repot-repot berpakaian seperti itu? Apa lagi sekarang sedang musim panas. Pasti gerah sekali.” Renjun terus berusaha meyakinkan Chenle bahwa rumor yang selama ini beredar patut dipercayai kebenarannya.

“Kalau begitu, akan aku buktikan sendiri!” celetuk pemuda enam belas tahun itu.

“Memangnya kau berani?” Renjun memicingkan mata, menyodori kawannya itu dengan raut meremehkan.

“Berani, kok! Siapa takut?” pungkas Chenle tanpa ragu. Ia pun lekas mengayunkan tungkainya, berjalan lurus ke meja paling depan. Menghampiri gadis yang tengah duduk sendirian di sana—siapa lagi kalau bukan Donna.

“Hai,” Chenle memulai dengan sebuah sapaan ringan yang membuat gadis itu seketika menoleh. Meski belum mendapat balasan atas sapaannya barusan, Chenle sudah kembali mengambil langkah untuk duduk di samping Donna.

“Sedang apa?” tanya Chenle. Mendengar itu, Donna pun langsung terkejut. Bukannya niat menuduh Chenle sok akrab atau bagaimana, tapi ini adalah kali pertama seseorang dari kelas ini membuka sebuah pembicaraan santai dengannya. Biarkan Donna terharu untuk beberapa saat, ini adalah momen sakral untuknya.

Eung… aku sedang…” Donna menggaruk tengkuknya, ia terlalu gugup untuk memberikan jawaban.

Sampai akhirnya Chenle beringsut untuk menyerongkan tubuh dan menggeladikkan tangan. Melakukan sebuah pergerakan tiba-tiba dengan menyingkap kerudung milik Donna hingga gadis itu terlonjak kaget.

“APA YANG KAU LAKUKAN?!” pekik gadis itu saking terkejutnya.

“Sori, Donna… kata teman-teman, kau menutup kepala karena kuping kananmu hilang. Tapi ternyata itu enggak benar. Kupingmu lengkap.” jawab Chenle yang langsung membuat Donna melongo dengan sangat lebar.

~ E N D ~

Enggak tahu ini apaan kenapa laknat banget. Teruntuk Donna Zuna Azaria, maafkan diriku yang telah membawa serta dirimu dalam keastralan ini, aku memang penuh dosyahhh :”

Advertisements

24 thoughts on “[Ficlet] High Curiosity

  1. Ya Allah… Subhanallah… Astaghfirullah… Boleh berhenti ngebias Chenle ga nih astaghfirullah dek, itu aurat! Ndak boleh! /sejak kapan kamu alim/

    FIX MBALEL DIKAU MEMBUATKU SANGAT PENCITRAAN BIN ALIM DISINI HAHAHAHAHAHA 😄 GOOD JOB AKU NGAKAK ASLI SAMPE TIAP BACA NAMA “DONNA” TUH MESTI NYEBUT… ASTAGHFIRULLAH…. 😄

    AKU KIRA BAKAL BERAKHIR ROMENS FLUFF GITU KEK YAAMPUN DIDEKETIN CHENLE MANA NOLAK? :” YAAMPUN MAKASI LHO CHENLE UDA MAU BELAIN DONNA WKWKWKWK ASAAAWWW MBALEL! sini kukecup mesra dulu tapi aku kudu ngakak terus ini piyeeee 😄

    KEEP WRITING MBA LEL, LAIN KALI AJAK JADI TEMENNYA MARK GAPAPA TERUS GELUT SAMA JANE EHE /ditebas/

    Liked by 1 person

    • Lengkap amat nyebutmu wkwkwk
      SAYANG YA BUKAN ROMANCE FLUFF MALAH JADI CRACK WKWKWK
      ITU DIA DEKETIN KAMU DON TAPI DALAM MOTIF LAIN HAHAHAHA
      entar ya kalo dapet ide absurd lagi aku bikin Mark Jane ft. Donna wkwkwk
      Makasih donn sudah komen, makasih juga sudah bersedia menjadi pemeran 😂😂😂 💕💕{}

      Liked by 2 people

    • Aku malah pernah nonton hello conselor, di Korea orang berhijab malah diperlakukan semena-mena huhu
      Chenle emang kiyowo kok kaya aku :3 makasih yaaa de.. kamu sudah mampir ^^

      Like

  2. parah nih anak, masa iya nutupin telinga ilang doang (?) pake kerudung.
    Mana jawabnya polos amat lagi,
    Renjun juga ssih, pake ngomporin anak orang. Parah tuh anak, parah nih fanfic, parah nih yang bikin #eh
    Peace authornim hehe ^_^

    Liked by 1 person

Feedback Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s